Selama Ramadhan dan mudik lebaran, UGD Puskesmas Sungkai terima 6 korban tewas.

Posko lebaran UGD Puskesm,as Sungkai

Posko lebaran UGD Puskesm,as Sungkai

salah satu korban tewas  saat mendapatkan penanganan di UGD

salah satu korban tewas saat mendapatkan penanganan di UGD

Entah kenapa, bulan Ramadhan tahun ini yang jatuh di Bulan Juli 2014 hampir boleh dikatakan bernuansa  “panas” di wilayah  kami. Bulan yang seharusnya penuh barokah ini rupanya tidak selalu membuat orang mampu bersikap sabar dalam berbagai hal. Selama Ramadhan tahun ini , UGD Puskesmas Sungkai telah menerima 6 orang korban tewas karena kecelakaan lalu lintas. Dimulai awal Ramadhan dengan KLL yang melibatkan mobil Avanza dengan pengendara motor. Pengendara motor yang merupakan pejuang Ayam keliling lngsung tewas ditempat setelah dihajar Avanza tepat di atas jembatan Desa Pasar Lama. Selang tak beberapa lama , tabrakan kembali terjadi antara mobil pik’up dengan mobil tronton yang menewaskan seorang anak balita penumpang mobil Puk’up. Selanjutnya berturut- turut sabtu minggu terjadi 2 kejadian kecelakaan di lokasi Tambang berbeda yang menewaskan 2 orang penduduk desa Pasar Lama. Minggu ke tiga ramadhan hari Jumat tanggal 18 Juli 2014 terjadi peristiswa pembunuhan di desa Sungkai, tepat di pinggir jalan A.Yani KM,76 yang menewaskan 1 orang. Esok harinya terjadi pembunuhan yang melibatkan warga sungkai, dimana seorang korban luka dilarikan ke UGD Sungkai. Tepat 3 hari menjelang lebaran, Sabtu 27 Juli 2014 terjadi tabrakan antara pengendara motor dengan mobil angkuttan BBM yang menewaskan 2 orang pengendara motor tersebut. Peristiwa yang terjadi di KM 76,5 di depan Langar At Taqwa Sungkai tersebut menyebabkan korban langsung meninggal di tempat. Terakhir tepat malam kedua lebaran kembali terjadi perkelahian antar warga desa Sungkai yang menyebabkan seorang korban mengalami luka tusuk.

Melihat berbagai peristiwa tersbut, sudah selayaknya kita bercermin kepada diri apakah kita sudah siap menghadapi kematian yang datangnya tidak bisa diperdiksi kapanpun. Padahal hakekatnya setiap manusia pasti akan mati karena itulah tujuan hidup ini. Untuk itu, marilah kita bersama- sama untuk selalu berusaha dan berdoa agar kematian kita kelak termasuk kematian yang khusnul khotimah. Berusahan dengan jalan selalu berbuat kebajikan dan istiqomah menjalankan syariat. Berdoa karena ketentuan akhir kematian kita hanyalah anugerah dari Allah SWT semata. (Zie)

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Mengenal Kesehatan Masyarakat dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s