Ambulan dan Luxio kami selalu stanby di Puskesmas

Mobil luxio selalau terpakir di halaman Puskesmas..siap selalu dipakai

Mobil luxio selalau terpakir di halaman Puskesmas..siap selalu dipakai

Suatu waktu pernah saya ditanya oleh rekan Puskesmas lain tentang penggunaan mobil operasional Daihatsu Luxio dan Ambulan Puskesmas. Kaget dan bingung jua mau menjawab apa. Pasalnya, saya sering mendengar adanya keluhan rekan Puskesmas tersebut  yang mengeluhkan tentang susahnya penggunaan mobil untuk kebutuhan tugas lapangan karena selalu dipergunakan dan dipakai sebagai operasional Kepala Puskesmas. Pernah pula rekan medis Puskesmas kami juga menyakan hal yang sama . Katanya mengapa saya selaku Kepala Puskesmas  tidak pernah menggunakan mobil luxio untuk keseharian tugas karena katanya Kepala Puskesmas lainnya selalu mempergunakannya.Saya jawab aja karena saya sudah mempunyai mobil pribadi. Rupanya beliau penasaran karena ada kalanya jua urusan ktugas ke dinas atau mengambil barang pun tidak pernah menggunakan mobil tersebut, justru lenih sering dengan mobil pribadi. Saya jawab lagi untuk menghemat BBM Puskesmas karena saya tidak pernah minta uang jalan, uang BBM apalagi SPPD. Saya tahu uang operasional Puskesmas saat ini tidak lebih dari sekedar cukup.

Rupanya beliau mengetahui tentang saya yang harus bolak balik sungkai Banjarbaru setiap 2 hari sekali mengunjungi keluarga. Memang, sudah 3 tahun ini sejak anak nomor 2 masuk sekolah di SMPN 1 Banjarbaru saya harus merelakan berpisah dengan mereka untuk bermukim di Banjarbaru demi pendidikan mereka. Apalagi sekarang sudah semua anak- anak bersekolah di sana, otomatis saya yang harus bolak balik ke Banjarbaru yang biasanya berangkat selepas sholat Isya dan berangkat tugas ke Sungkai lagi esok paginya jam 7 an

Sebelum  memiliki mobil pribadi keluaran 2004 hasil minjam di Bank , selama 2 tahun bolak balik menggunakan kendaraan roda 2 dinas. Tidak jarang saat pulang malam…kehujanan, ban bocor bahkan sampai terjatuh karena licin merupakan hal yang biasa. Jarak 40 KM Sungkai Banjarbaru sudah hampir dikenali setiap sudut jalannya demi keluarga. Tidak jarang pula orang tua sampai meneteskan airmata melihat saya datang kerumah malam jam 10 an dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan. Bahkan beliau sampai mendoakan kami sekeluargga agar diberikan kemudahan dan kelapangan rejeki sehingga dapat memiliki mobil sehingga bisa bolak balik tidak kehujanan. Saat itu selama 2 tahun semuanya saya jalani dengan ikhlas karena saya merasa inilah Jihad yang harus saya jalankan  demi keluarga dan pekerjaan. Saya berusaha untuk tidak banyak mengeluh, apalagi harus mencari- cari posisi. Disamping merasa tidak mempunyai kapabilitas yang mumpuni untuk menduduki jabatan lainnya apalagi yang lebih tinggi, saya merasa Jabatan Kepala Puskesmas yang disandang saat tidak lebih dari sekedar amanah dari Allah SWT yang bisa saja setiap saat sewaktu-waktu di”rampas” oleh-Nya. Kita adalah pelayan masyarakat sehingga yang menjadi milik masyarakat haruslah ditempatkan pada posisi sebenarnya, termasuk mobil operasional dan Ambulan. Itulah sebabnya saya pribadi berusaha untuk tidak menggunakan mobil tersebut selain untuk kebutuhan dinas atau kegiatan lapangan. Siapa pun karyawan yang membutuhkan untuk kegiatan, boleh menggunakannya setiap saat. Jadi mengapa harus diributkan karena kalau semua sudah bisa menempatkan hak dan kewajibannya sesuai trek yang seharusnya….urusan dan permasalahan apapun gampang diatur dan Puskesmas pun kondusif.(zie)

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s