Peningkatan Karier SDM berbasis prestasi…sudahkah dijalankan

Selama ini kita banyak mendengar tentang promosi jabatan yang dilakukan oleh atasan atau pejabat yang berwenang  terhadap seseorang yang dipandang pantas untuk menduduki suatu jabatan tertentu. Banyak pertimbangan yang  perlu dipikirkan matang- matang, baik secara pribadi ataupun lewat forum resmi untuk mempromosikan seseorang. Seharusnya  promosi jabatan dipandang sebagai penghargaan terhadap prestasi seseorang atas kinerja yang telah dilakukannya. Boleh juga promosi jabatan dipandang terhadap pangkat, jabatan,masa kerja, lama bertugas pada suatu jabatan, latihan atau pendidikan yang diikuti, Pendidikan atau ijazah terakhir dan usia yang bersangkutan . jadi pada dasarnya, pengangkatan seseorang terhadap suatu jabatan tertentu apalagi promosi , setidaknya harus mengikuti praktek tersebut lewat suatu forum resmi yang dikenal dengan Baperjakat.

Untuk mengangkat seseorang jangan sekalipun berpikiran tentang “like and don’t like” terhadap seseorang karena pertimbangan tertentu untuk memberangus prestasi yang bersangkutan. Sudah saatnya kita  untuk lebih mempertimbangkan pengangkatan seorang pejabat berdasarkan prestasi apa yang telah berhasil diperbuatnya. Jangan terbersit dalam  pikiran untuk mengangkat seseorang karena  unsur kedekatan, kekerabatan, pertemanan  atau yang rame sekarang dibincangkan adalah unsur Dinasti. Lihat kasus salah satu Gubernur di daerah Jawa dimana hampir seluruh keluarganya, termasuk anak, suami, ipar menduduki jabatan politis strategis  didaerah tersebut. Keadaan ini yang kita kenal dengan istilah nepotisme terkesan luput dari upaya pemberantasan. Umumnya kasus akan terbongkar setelah adanya unsur kasus korupsi yang melibatkan salah satu anggotanya.

Sekarang tidak dipungkiri, banyak pejabat yang diangkat atau dipromosikan karena unsur nepotisme. Ada yang karena unsur pertemanan, kekeluargaan atau hal lainnya yang memungkinkan yang bersangkutan dapat menduduki jabatan tertentu. Lebih celakanya apalagi sampai terjadi kesan jual beli jabatan. Para pengemis jabatan ini sebenarnya sudah dipediksi Rasulullah akan terjadi sebagai salah satu bagian dari tanda akhir zaman. Nauzubillahi min zalik. Bahkan pemberian suatu jabatan terhadap seseorang yang tidak layak atau pantas sudah disampaikan Rasulullah lewat beberapa hadist nya  akan siksa atau azab yang akan didapat oleh keduanya. Penerima jabatan yang tidak amanah hanya karena aji mumpung, dipastikan akan menerima azab yang sangat pedih di akhir jaman kelak. Apalagi sebelumnya dilakukan dengan cara- cara mengemis atau membeli .

Fenomena sebaliknya, banyak pula pejabat-pejabat lainnya yang akhirnya “mandeg” sampai pensiun pada jabatan terendah tanpa memberikan “happy ending ” kepada yang bersangkutan untuk menuai kebanggaan di akhir masa jabatannya. Lebih ironis sampai mengesampingkannya  ke tempat yang tidak layak di masa akhir jabatannya. Sikap begini oleh seorang pejabat menunjukkan yang bersangkutan jauh dari sikap menghargai atau peduli terhadap nasip seseorang. Seburuk- buruk sikap seseorang lebih baik kita memilih yang terbaik dari yang terburuk. Jadi apa salahnya sebagai sikap penghormatan terhadap yang bersangkutan kita mengangkat yang bersangkutan untuk memberikan kesempatan mendapatkan promosi daripada kita mengangkat seseorang yang masih sangat jauh dari  akhir masa jabatannya. Memberikan kesempatan kepada yang bersangkutan dapat bearti sebagai bentuk penghargaan terhadap prestasi yang telah disumbangkannya……walaupun kecil maknanya.

Sudah saatnya kaum muda untuk bersabar mengejar jabatan hanya karena pandangan prestise bukan karena prestasi yang ditunjukkan, dan sudah saatnya pula para pejabat untuk mempertimbangkan seseorang menempati suatu jabatan atau promosi jabatan karena prestasi yang bersangkutan bukan karena imformasi atau konspirasi untuk mengamankan suatu jabatan. Benih- benih kecurangan seperti inilah yang nantinya akan menumbuhkan bibit- bibit pejabat korup di kemudian hari karena adanya unsur balas budi dan mempertahankan jabatan karena unsur prestise dan investasi. (zie)

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s