Draft Kegiatan : Piagamisasi Lima Imunisasi Dasar Lengkap (LIL) Puskesmas Sungkai tahun 2013

Contoh Piagam IMUNISASII.PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Imunisasi adalah investasi terbesar bagi anak di masa depan. Imunisasi adalah hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan sedikitpun.
Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi. Undang- Undang Kesehatan nomor 36 tahun 2009 pasal 130 menyatakan bahwa Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak. Upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak harus ditujukan untuk mempersiapkan generasi yang akan datang yang sehat, cerdas, dan berkualitas serta untuk menurunkan angka kematian bayi dan anak
Sesuai dengan program organisasi kesehatan dunia WHO (Badan Kesehatan Dunia), pemerintah mewajibkan lima jenis imunisasi bagi anak-anak, yang disebut Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Wajib itu artinya semua anak yang tinggal di Indonesia wajib diberikan lima jenis imunisasi untuk mencegah tujuh jenis penyakit. Meski penting, namun pemerintah tak mewajibkan semua jenis imunisasi. Hanya ada 5 jenis imunisasi yang wajib diberikan kepada anak yaitu imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin), hepatitis B, DTP (Difteri Tetanus Pertusis), Polio, dan campak.
Imunisasi sudah terbukti manfaat dan efektifitasnya dan teruji keamanannya secara ilmiah dengan berdasarkan kejadian berbasis bukti. Setiap tahun ada sekitar 2,4 juta anak usia kurang dari 5 tahun di dunia yang meninggal karena penyakit-penyakit yang dapat dicegah oleh vaksinasi. Di Indonesia, sekitar 7 persen anak belum mendapatkan vaksinasi. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menggalakkan pemberian imunisasi dasar kepada bayi secarah menyeluruh atau universal. Salah satu upaya yang dilakukan adalah Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional dalam rangka UCI (Universal Child Immunization ) 2010-2014.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 741/MENKES/PER/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan di Kabupaten/ kota menyebutkan bahwa SPM Imunisasi adalah tercapainya cakupan desa / kelurahan UCI 100 % mulai tahun 2010. Sampai saat ini upaya pencapaian Desa/ Kelurahan UCI 100 % belum mencapai yang diharapkan. Data pada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar tahun 2012 cakupan desa UCI baru mencapai 62 %. Di Puskesmas Sungkai, tahun 2012 target UCI Puskesmas mampu dicapai namun target UCI perdesa baru mencapai 64,3 % yaitu 9 desa dari 14 desa yang ada.
Mengingat imunisasi merupakan hak anak yang tidak bisa ditunda dan diabaikan, pemberian imunisasi kepada anak ternyata membutuhkan kesadaran tinggi dan kecerdasan keluarga. Ditengah ramainya upaya anti imunisasi melalui kampanye hitamnya (black campaign), ternyata masih banyak keluarga yang bersedia dengan sukarela memberikan imunisasi kepada anaknya, tidak terkecuali keluarga yang tinggal di pedesaan. Upaya yang dilakukan oleh keluarga ini secara tidak langsung mendukung upaya pencapaian target UCI perdesa dimana semakin banyak keluarga yang bersedia memberikan imunisasi kepada anaknya maka akan semakin tinggi cakupan imunisasi desa yang bersangkutan.
Dalam rangka memberikan apresiasi kepada para keluarga yang telah bersedia memberikan lima imunisasi dasar lengkap ( LIL) kepada anaknya yang berusia dibawah 1 tahun Puskesmas Sungkai melakukan kegiatan inovatif yaitu memberikan Piagam Penghargaan LIL (piagamisasi LIL) kepada setiap keluarga yang telah menyelesaikan Lima Imunisasi Dasar Lengkap. Kegiatan dijalankan sejak awal Januari 2013 yang dimotori oleh Kepala Puskesmas Sungkai H.M.Fakhrurrozie,SKM,MAP dan didukung oleh Koordinator Imunisasi dan seluruh bidan di desa serta seluruh karyawan Puskesmas Sungkai.
Hasil yang diharapkan adalah tercapainya target UCI perdesa 100 % pada tahun 2013 dan tahun –tahun selanjutnya di Puskesmas Sungkai. Efektifitas kegiatan baru dapat di ketahui setelah kegiatan berjalan 1 ( satu ) tahun kegiatan.
B.TUJUAN
Tujuan Piagamisasi LIL adalah untuk mendukung upaya pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan RI dalam mencapai target UCI Perdesa di Puskesmas Sungkai.
C.MANFAAT
Manfaat yang diharapkan terhadap kegiatan piagamisasi LIL adalah :
1. keluarga merasa mendapat perhatian dan penghargaan atas upaya yang telah dilakukannya.
2. Keluarga menjadi subyek dalam program imunisasi yang patut diberikan penghargaan
3. Keluarga dapat menjadi promotor program imunisasi terhadap keluarga lainnya
4. Bila dilakukan kerjasama dengan pihak pendidikan , dapat digunakan sebagai prasyarat masuk pendidikan usia dini karena anak telah memiliki bukti perlindungan terhadap penyakit yang berpotensi terjadi penularan di lingkungan sekolah

II. TINJAUAN PUSTAKA

A.IMUNISASI DASAR
Imunisasi adalah pemberian kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit dengan memasukan sesuatu ke dalam tubuh agar tubuh tahan terhadap penyakit yang sedang mewabah atau berbahaya bagi seseorang. Pemerintah mewajibkan lima jenis imunisasi bagi anak-anak, yang disebut Program Pengembangan Imunisasi (PPI). Sedangkan tujuh jenis lainnya dianjurkan untuk menambah daya tahan tubuh terhadap beberapa jenis penyakit. Wajib itu artinya semua anak yang tinggal di Indonesia wajib diberikan lima jenis imunisasi untuk mencegah tujuh jenis penyakit
Berikut adalah lima imunisasi dasar yang wajib diberikan sejak bayi:
1. Imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) sekali untuk mencegah penyakit Tuberkulosis. Diberikan segera setelah bayi lahir di tempat pelayanan kesehatan atau mulai 1 (satu) bulan di Posyandu.
2. Imunisasi Hepatitis B sekali untuk mencegah penyakit Hepatitis B yang ditularkan dari ibu ke bayi saat persalinan.
3. Imunisasi DPT-HB 3 (tiga) kali untuk mencegah penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan), Tetanus dan Hepatitis B. Imunisasi ini pertama kali diberikan saat bayi berusia 2 (dua) bulan. Imunisasi berikutnya berjarak waktu 4 minggu. Pada saat ini pemberian imunisasi DPT dan Hepatitis B dilakukan bersamaan dengan vaksin DPT-HB.
4. Imunisasi polio untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit polio. Imunisasi Polio diberikan 4 (empat) kali dengan jelang waktu (jarak) 4 minggu.
5. Imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak. Imunisasi campak diberikan saat bayi berumur 9 bulan.
B. PIAGAMISASI LIMA IMUNISASI DASAR LENGKAP / LIL
Piagamisasi LIL adalah upaya pemberian penghargaan berupa piagam kepada keluarga yang telah menyelesaikan pemberian imunisasi dasar sebanyak 5 kali kepada anaknya yang berusia kurang dari 1 tahun untuk mendukung Gerakan Akselerasi Imunisasi Nasional UCI 2010-2015.
Mengapa harus diberikan piagam bukan sertifikat imunisasi. Pemberian piagam bermaksud menjadikan keluarga sebagai subyek dalam program imunisasi dimana keluarga pada akhirnya akan dianggap sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan program imunisasi nasional. Tanpa ada keluarga yang sadar dan bersedia mengimunisasi anaknya mustahil program imunisasi akan berhasil walau dengan segala upaya yang dilakukan. Penumbuhan kesadaran inilah yang patut diberikan apresiasi sehingga diharapkan mereka dapat menjadi promotor program imunisasi dimasa mendatang. Pemberian sertifikat imunisasi masih memberikan kesan besarnya peran pemerintah dan keluarga masih menjadi obyek program imunisasi. Dengan piagam LIL justru posisi keluarga menjadi sangat penting dalam pencapaian target cakupan UCI perdesa.

III. METODE PELAKSANAAN

A.TEMPAT/ LOKASI
Pemberian Piagam LIL dilakukan pada semua desa dalam wilayah kerja Puskesmas Sungkai, yaitu 6 desa di Kecamatan Simpang Empat , 4 desa di kecamatan Telaga Bauntung dan 4 desa di Kecamatan Cintapuri Darussalam.
B.WAKTU
Pemberian Piagam LIL dilakukan setelah anak mendapatkan imunisasi dasar terakhir, yaitu Imunisasi Campak sepanjang tahun program yaitu mulai bulan Januari sampai dengan Desember .
C.SASARAN
Seluruh keluarga yang telah bersedia memberikan lima imunsasi dasar kepada anaknya dalam wilayah kerja Puskesmas.
D.PERSYARATAN
Untuk mendapatkan Piagam LIL, setiap keluarga harus memenuhi persyaratan yaitu ;
1. Menunjukkan buku KIA dan atau Kartu Menuju Sehat (KMS) anaknya.
2. Tabel jadual pemberian imunisasi harus terisi penuh dengan tanggal pemberian, tidak ada satu jadual pemberian imunisasi dasar yang tertinggal.
3. Jadual pemberian imunisasi dasar harus sesuai dengan usia yang dianjurkan.
E. ISI PIAGAM LIL
Piagam LIL berisi :
1. Halaman Depan
a. Kop Instansi pemberi Piagam, dalam hal ini adalah kop Puskesmas
b. Nomor urut pemberian piagam LIL
c. Identitas anak : Nama lengkap anak, tempat dan tanggal lahir, nama kedua orang tua serta alamat lengkap yang bersangkutan.
d. Tempat dan tanggal dikeluarkan Piagam
e. Stempel Puskesmas
f. Tanda tangan basah Kepala Puskesmas
g. Nama Kepala Puskesmas lengkap dengan gelar dan NIP yang bersangkutan
h. Pas Foto anak ukuran 3 X 4 berwarna jika ada
2. Halaman Belakang
a. Tabel jadual pemberian imunisasi anak yang isinya harus sama dengan tanggal pemberian pada buku KIA/KMS
b. Tabel nama vaksin yang telah diberikan serta kemampuan pencegahannya terhadap penularan penyakit.
c. Tanggal pemberian imunisasi terakhir sebagai tanggal dikeluarkannya Piagam LIL
d. Cap Puskesmas
e. Tandatangan basah Koordinator Imunisasi Puskesmas
f. Nama lengkap dan gelar serta NIP koordinator Imunisasi Puskesmas sebagai bukti keabsahan telah melakukan pemberian imunsasi kepada anak.

IV.PENUTUP

A.KESIMPULAN
Program Pengembangan imunisasi yang telah dijalankan pemerintah sebagai bukti pemenuhan kewajiban pemerintah memberikan imunsasi dasar kepada seluruh anak Indonesia sampai saat ini masih belum mencapai hasil yang diharapkan, yaitu UCI perdesa 100 % mulai tahun 2010.
Keluarga sebagai pihak yang bersedia memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anaknya berusia kurang 1 tahun patut diberikan apresiasi atas upaya yang telah dilakukannya. Pemberian Piagam LIL sebagai bukti terhadap apresiasi ini juga diharapkan mampu menjadikan keluarga sebagai promotor imunisasi bagi keluarga lainnya . Pada akhirnya diharapkan mampu meningkatkan cakupan UCI perdesa.
B. SARAN /TINDAK LANJUT
Demi suksesnya upaya pemberian Piagam LIL ini dimasa mendatang, disarankan adanya kerjasama dengan pihak Kementerian pendidikan Nasional melalui Dinas Pendidikan setempat untuk menjadikan Piagam LIL sebagai salah satu syarat masuk Pendidikan Anak Usia Dini PAUD) dan Taman Kanak-Kanak TK.
Dasar pemikiran adalah dengan Piagam LIL anak telah mempunyai bukti legalitas atas pemberian imunisasi yang diterimanya sehingga mempunyai kekebalan terhadap penularan penyakit yang dapat diberantas dengan imunisasi di lingkungan sekolah. Sebaliknya anak juga tidak berpotensi menularkan penyakit tersebut di lingkungan sekolahnya. Diharapkan, dengan Imunisasi anak menjadi sehat dan kuat sehingga pada akhirnya mereka mampu berprestasi di sekolahnya.
Motto Piagamisasi LIL adalah Anak Imunisasi , anak sehat, kuat , berperestasi

Sungkai, 1 Maret 2013
Kepala UPT Puskesmas Sungkai

H.Muh.Fakhrurrozie,SKM,MAP
Penata Tk.I / III d NIP.19710209 199103 1 001

Tulisan ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI, SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s