Puskesmas Sungkai Adakan Bimbingan Teknis MTBS untuk seluruh bidan di desa dan Pengelola Pustu

Kepala Puskesmas Sungkai HM.Fakhrurrozie,SKM,MAP saat membuka acara dam memberikan masukan

Kepala Puskesmas Sungkai HM.Fakhrurrozie,SKM,MAP saat membuka acara dam memberikan masukan

Peserta Bintek saat mengikuti kegiatan

Peserta Bintek saat mengikuti kegiatan

Pemberian Materi oleh Pa Salbani,dr.Delia dan Bidan Adriani

Pemberian Materi oleh Pa Salbani,dr.Delia dan Bidan Adriani

Sambutan Sekretariris Dinkes Pa Ridhami,SE memberikan masukan masalah kepegawaian

Sambutan Sekretariris Dinkes Pa Ridhami,SE memberikan masukan masalah kepegawaian

Bertempat di Aula Puskesmas Sungkai, kamis 20 Juni 2013 , sebagai tindak lanjut pasca pelatihan MTBS terhadap 3 orang petugas Puskesmas terdiri dokter, perawat dan bidan, Puskesmas sungkai mengadakan Bintek MTBS untuk seluruh bidan di desa dan Pengelola Puskesmas Pembantu. Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 tersebut di awali dengan pembukaan oleh Kepala Puskesmas sungkai H.M.Fakhrurrozie,SKM,MAP, dilanjutkan dengan pemberian materi oleh dr.Delia,Salbani dan Adriani.Dalam Kesempatan tersebut, sempat hadir pula Sekretaris Dinkes Kab.Banjar Pa Ridhani, SE yang sekaligus memberikan masukan terhadap seluruh peserta terkait masalah kepegawaian.Acara diakhiri pukul 13.30 setelah sebelumnya diberikan beberapa praktek cara penanganan MTBS di lapangan.

Praktek MTBS memliliki 3 komponen khas yang menguntungkan yaitu:

  1. Meningkatkan ketrampilan petugas kesehatan dalam tatalaksana balita sakit (petugas kesehatan non-dokter yang telah terlatih MTBS dapat memeriksa dan menangani pasien balita)
  2. Memperbaiki sistem kesehatan (banyak program kesehatan terintegrasi didalam pendekatan MTBS)
  3. Memperbaiki praktek keluarga dan masyarakat dalam perawatan di rumah dan upaya pencarian pertolongan balita sakit (berdampak meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam pelayanan kesehatan)

 

2.      Pada sebagian besar balita sakit yang dibawa berobat ke Puskesmas, keluhan tunggal kemungkinan jarang terjadi, menurut data WHO, tiga dari empat balita sakit seringkali memiliki banyak keluhan lain yang menyertai dan sedikitnya menderita 1 dari 5 penyakit tersering pada balita yang menjadi fokus MTBS. Pendekatan MTBS dapat mengakomodir hal ini karena dalam setiap pemeriksaan MTBS, semua aspek/kondisi yang sering menyebabkan keluhan anak akan ditanyakan dan diperiksa.

Menurut laporan Bank Dunia (1993), MTBS merupakan jenis intervensi yang cost effective yang memberikan dampak terbesar pada beban penyakit secara global. Bila Puskesmas menerapkan MTBS berarti turut membantu dalam upaya pemerataan pelayanan kesehatan dan membuka akses bagi seluruh lapisan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang terpadu.

 

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Mengenal Kesehatan Masyarakat, PELAYANAN PUSKESMAS SUNGKAI dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s