Kriteria Kemiskinan

Suasana pedesaan daerah terpencil yang rata-rata penduduknya Miskin

Suasana pedesaan daerah terpencil yang rata-rata penduduknya Miskin

  Dalam rangka verifikasi peserta Jamkesmas kita terkadang sulit menentukan keluarga-keluarga yang pantas menjadi peserta Jamkesmas karena beragamnya versi kriteria keluarga miskin yang dikeluarkan oleh berbagai instansi pemerintah. Ada Versi BPS, BKKBN, Pertanian dan Pendidikan. Kementerian kesehatan sendiri lebih condong kepada versi BPS karena lembaga tersebut yang  diberi wewenang  untuk  menentukan kepesertaan Jamkesmas.

       Pengertian kemiskinan di Indonesia dibuat oleh BPS. Lembaga tersebut mendefinisikan kemiskinan dengan membuat kriteria besarannya pengeluaran per orang per hari sebagai bahan acuan. Dalam konteks itu, pengangguran dan rendahnya penghasilan menjadi pertimbangan untuk penentuan kriteris tersebut. Kriteria statistik BPS tersebut adalah :

1.      Tidak miskin, mereka yang pengeluaran per orang per bulan lebih dari Rp 350.610.

2.      Hampir Tidak Miskin, dengan pengeluaran per bulan per kepala antara Rp280.488.s/d. – Rp 350.610.- atau sekitar antara Rp 9.350 s/d. Rp11.687.- per orang per hari. Jumlanya mencapai 27,12 juta jiwa.

3.      Hampir Miskin, dengan pengeluaran per bulan per kepala antara Rp 233.740.- s/d Rp 280.488.- atau sekitar antara Rp 7.780.- s/d Rp 9.350.- per orang per hari. Jumlahnya mencapai 30,02 juta.

4.      Miskin, dengan pengeluaran per orang perbulan per kepala Rp 233.740.-kebawah atau sekitar Rp 7.780.- kebawah per orang per hari. Jumlahnya mencapai 31 juta.

5.      Sangat Miskin (kronis),  tidak ada kriteria berapa pengeluaran per orang per hari. Tidak diketahui dengan pasti berapa jumlas pastinya. Namun, diperkirakan mencapai sekitar 15 juta.

14 (empat belas) kriteria keluarga miskin (2005), rumah tangga yang memiliki ciri rumah tangga miskin, yaitu:

  1. Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 m2 per orang
  2. Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan.
  3. Jenis dinding tempat tinggal terbuat dari bambu/rumbia/kayu berkualitas rendah/tembok tanpa diplester.
  4. Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama-sama dengan rumah tangga lain.
  5. Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik.
  6. Sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan.
  7. Bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah.
  8. Hanya mengkonsumsi daging/susu/ayam satu kali dalam seminggu.
  1. Hanya membeli satu stel pakaian baru dalam setahun.
  2. Hanya sanggup makan sebanyak satu/dua kali dalam sehari.
  1. Tidak sanggup membayar biaya pengobatan di puskesmas/poliklinik.
  2. Sumber penghasilan kepala rumah tangga adalah: petani dengan luas lahan 0, 5 ha. Buruh tani, nelayan, buruh bangunan, buruh perkebunan, atau pekerjaan lainnya dengan pendapatan di bawah Rp 600.000 per bulan.
  3. Pendidikan tertinggi kepala kepala rumah tangga: tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD.
  4. Tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp 500.000, seperti: sepeda motor (kredit/non kredit), emas, ternak, kapal motor, atau barang modal lainnya.

 

 

 

 

 

 

Iklan
Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s