Kenangan bersama KH.Anang Jazuli Seman

Kenangan penulis bersama KH.Anang Jazuli Seman

Hari Jum’at tanggal 14 Oktober 2011 sekitar pukul 10.00 pagi KH.Anang Jazuli Seman yang kerap dipanggil Abah Anang dipanggil kehadirat Allah SWT. Ulama kharismatik ini tutup usia setelah beberapa waktu sering mengalami sakit mendadak dan sering dilarikan ke RS baik RSUD Ratu Zaleha maupun RSUD Ulin Banjarmasin.
Ada satu kenangan yang dirasakan oleh penulis saat bertandang ke rumah beliau sekitar 2 tahun yang lalu, tepatnya 9 Februari 2009. Saat itu,kesehatan beliau sudah mulai mengalami gangguan dan sering sakit- sakitan. Namun karena kepedulian beliau dengan warganya, beliau tetap saja menerima tamu siapapun yang datang.
Saat itu, sebelum penulis bertamu telah ada tamu sebelumnya yang rupanya pejabat dan tokoh masyarakat kabupaten Banjar. Cukup lama kami menunggu di halaman rumah beliau, ada hampir 2 jam. Kami menduga beliau mungkin tidak berkenan lagi menerima tamu karena hari telah terlalu sore. Namun rupanya beliau sendiri yang keluar dan mempersilahkan kami masuk. Karena saat bertamu penulis bersama ibu dan kakak , beliau yang sewaktu muda bergaul baik ayah penulis (Anang Omerah Chusaini – Sekretaris NU Kabupaten Banjar era 70-an) rupanya sangat mengenal baik dengan ibu bahkan menganggab kami keluarga ( mungkin karena kedekatan beliau dengan ayah dulu)
Kunjungan penulis bersama ibu tidak lain untuk memenuhi harapan ibu berkunjung ke rumah beliau karena ibu merasa telah lama tidak berkunjung ke sana. Saat bertamu, beliau langsung menanyakan kondisi kesehatan ibu. Ibu menjawab baik- baik saja walaupun memang ibu juga sering sakit- sakitan karena usia yang telah uzur. Pada kesempatan itu,ibu memperkenalkan penulis kepada beliau dan menyatakan pekerjaan penulis saat ini. Beliau mengucap syukur karena ternyata anak- anak sahabat baik beliau saat muda semuanya telah mempunyai pekerjaan dan jabatan yang mumpuni. Kaka penulis juga saat itu menyampaikan permasalahannya yang terkait dengan pekerjaan, beliau menyatakan bersabar saja karena mesti ada hikmahnya.
Setelah cukup lama ngobrol dengan beliau kurang lebih setengah jam, kami permisi pulang karena beliau perlu istirahat cukup. Tidak lupa juga penulis minta berfoto dengan beliau. Rupanya beliau tidak keberatan, bahkan segera mengambil sorban dan mengalungkannya dileher seperti tahu bahwa foto tersebut akan menjadi sesuatu yang paling berharga buat penulis.
Itulah sepenggal kenanga manis penulis saat bertanda ke rumah Ulama Kharismatik KH.Anang Jazuli Seman. Saat ini beliau telah dipanggil yang Maha Kuasa. Kita doakan semoga arwah beliau mendapat tempat yang terbaik disisi Allah SWT. Amin yaa Robbal Alamin ( Rozie )

Iklan
Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s