abdi masyarakat….ya pelayan masyarakat

Kadang kita sering berpikir tentang status Pegawai Negeri Sipil (PNS)  sebagai  abdi negara atau abdi masyarakat. Fenomena yang sering terjadi, dibanyak tempat seorag PNS bahkan menjadi seorang raja yang harus selalu dilayani..apalagi bila statusnya  sebagai pejabat. Semuanya harus serba ada…fasilitas harus lengkap..pelayanan harus memuaskan. Beginikah tipe PNS yang sebenarnya ????

Sebaliknya banyak pula fakta di banyak tempat dimana PNS-PNS justru merasa kekurangan dan kesepian karena harus kerja banting tulang memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat yang dilayaninya. Lihatlah ; guru di SD terpencil, Bidan desa bahkan perawat dan dokter yang bertugas di Puskesmas terpencil.  Mereka harus setiap saat senantiasa siaga….bahkan terkadang 24 jam sekalipun. Mereka adalah pelayan- pelayan terbaik untuk masyrakatnya.

Dibalik fakta tersebut…para pengambil keputusan  sering melupakan peran mereka.  Tidak terpikirkannya adnya tunjangan daerah yang menjadi “perangsang ” untuk betahnya mereka di tempat tugas. Atau besaran tunjangan daerah yang  dipukul rata tanpa memandang status daerah tempat tugas atau tunjangan karyawan yang bertugas di kantoran justru  lebih besar dari mereka yang bertugas di daerah terpencil merupakan sebagian bukti tentang ketidak pedulian para pengambil keputusan. Ketidak pedulian bahkan diperparah dengan anggapan bahwa itu adalah memang sudah tugasnya yang telah  digaji dari uang masyarakat.

Seandainya memang demikian adnaya, mengapa sampai sekarang justru masih bnyak ketimpangan dimana formasi- formasi tenaga tehnis fungsional terutama kesehatan justru banyak yang belum terpenuhi di Puskesma-Puskesmas terpencil. Bahkan ada dalam satu kecamatan hanya diisi oleh satu bidan saja . Bagaimana ini… Giliran mau ditempatkan di daerah terpencil, banyak PNS-PNS baru justru menghindar dan berusaha lari dari fakta bahwa mereka telah berjanji dan berniat (terhadap Allah ) untuk siap ditempatkan dimana saja, bahkan diseluruh pelosok Indnesia. Berbagai upaya dilakukan asalkan dapat  penempatan tugs di daerah perkotaan atau pinggiran perkotaan. Tidak mustahil akhirnya banyak tenaga fungsional yang seharusnya sngat dibutuhkan di Puskesmas terpencil justru ” nganggur ”   bahkan bertumpuk-tumpuk di Puskesmas perkotaan. Lihat saja…ada Puskesmas dengan 3 orang analis atau satu desa dengan 2 bidan bahkan 3. Pada akhirnya kerja merekapun akhirnya tidak efektif dan menjadi para koruptor-koruptor kecil yang bisanya hanya  menerima gaji dan fasilitas tunjangan lainnya. Enak betul………

Jadi sekarang seharusnya kita mulai berpikir bahwa kerja PNS tidaklah lebih dari harus menjadi pelayan yang terbaik buat masyarakat. Untuk itu, ada baiknya kita harus selalu berusaha untuk bekerja…bekerja ….dan bekerja sebaik dan seprofesional mungkin. Jangan menunggu pekerjaan, namun ciptakanlah pekerjaan setiap harinya…jadi tak terasa kerja kita justru akan menjadi amal ibadah buat kita. (zie)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s