INILAH 10 PETUAH GURU SEKUMPUL YANG PERLU KITA TELADANI

KH Muh Zaini Abdul Ghani (1942-2005)

Guru Zaini Abdul ghani atau yang lebih dikenal dengan guru Sekumpul merupakan ulama kharismatik  yang dalam perjalanan hidupnya selalu berpegang pada petuah dan nasehat Rasullullah ( Al Qur’an dan hadist). Beliau masih turunan dari datu Kalampayan ( Syekh Muhammad Arsyad Al Banjary). Ulama satu ini sangat kharismatik dan populer di belantara Kalimantan, khususnya Martapura dan Banjarmasin. Orang biasa mememanggil dengan Tuan Guru Ijai. Namun beliau memiliki nama lengkap KH Muhammad Zaini Abdul Ghoni. Dilahirkan, malam Rabu 27 Muharram, 1361 H (I I Februari 1942 M).Guru Sekumpul, tutup usia Rabu 10 Agustus 2005 pagi sekitar pukul 05.10 Wita di kediamannya, Sekumpul Martapura dalam usia 63 tahun.

Dalam setiap pengajiannya hadir ribuan umat dari berbgai kalangan, berbagai daerah bahkan dari berbagai negara. Dari seorang Presiden, wakil presiden, menteri, Gubernur bahkan artis sekalipun sudah pernah berkunjung ke kediaaman beliau dan diterima beliau dengan hati terbuka. Bahkan  Bupati banjar saat itu ( H.Rudi Ariffin- sekarang Gubernur Kalsel ) rutin setiap hari minggu sore hadir ke pengajian beliau. Begitu kharismatiknya beliau, beliau bahkan pernah di undang Langsung oleh Raja Kerajaan Arab saudi untuk berhaji dan sebagai tamu khusus di negara tersebut.

Dari beberpa petuah beliau yang pernah disampaikan saat pengajian, berikut ini adalah 10 petuah yang patut menjadi suri teladan kita dlm menjalani hidup di dunia ini ;

  1. Menghormati Ulama
  2. Murah diri, murah hati,manis muka
  3. Memaafkan segala kesalahan orang lain
  4. Jangan bersifat tamak dan memakan harta riba
  5. Jangan menyakiti orang lain
  6. Jangan merasa baik dari orang lain
  7. Berpegang kepada Allah  segala hajat yang dikehendaki
  8. Baik sangka terhadap muslim
  9. Banyak-banyak sabar apabila mendapat musibah, banyak-banyak syukur atas nikmat
  10. Tiap-tiap orang yang iri dengki atau adu asah  ( adu domba ) jangan dilayani,serahkan segala sesuatu kepada Allah  (tawakkal).

Sekarang beliau telah mangkat. Namun petuah beliau masih dipegang teguh oleh murid-murid beliau. Satu teladan yang penulis rasakan adalah beliau sampai akhir hanyatnya tidak pernah sekalipun menghrapkan kedudukan duniawi walaupun seringkali ditawarkan oelh berbagai golongan. Beliau berdiri di semua golongan. Bahkan dengan kalangan non-Muslim pun beliau sangat menghargai sehingga tidak sedikit yang akhirnya justru mendapat hidayah setelah bertemu beliau. Subhanallah.

Sampai saat ini makam beliau rame di jiarahi umat dari berbagai daerah. Umumnya penjiarah terlebih dahulu  mengunjungi  makam ” datu ” beliau di Kalampayan. Mudah- mudahan beliau mendapat tempat terbaik disisi Allah SWT.Demikian yang dapat kami sampaikan, salah khilafnya kami mohon maaf. Semoga ini bermanfaat bagi kita semua (zie)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI, Siraman Rohani Islami dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s