Minggu kelabu 1 Agustus 2010…….UGD dirusak massa

UGD Puskesmas yang selama ini banyak berperan dalam menjalankan fungsi pelayanan kesehatan dasar 24 jam

UGD Puskesmas Sungkai di rusak warga. Bagai tersentak di siang bolong, siang kemaren ( senin, 27 -9-2010 Kepala Puskesmas Sungkai mendapat telpon dari Kadinkes Banjar dr.H.Gt.Rifaniansyah tentang musibah yang menimpa kami. Benar adanya…kejadian pengrusakan yang terjadi pada hari minggu pagi tanggal 1 Agustus 2010 tadi kemaren lebih dikarenakan kesalh pahaman antar kedua belah pihak…kami selaku pemberi pelayanan dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan. Bermula petugas kami yang sejak pagi belum sarapan karena merawat penderita rawat inap sampai jam 10.00 terpaksa ke luar untuk mencari sarapan pagi. Kebetulan yang jaga saat itu adalah Kamarullah ,S.Kep dan Yuniar yang merupakan suami isteri. Merasa cuma sebentar, mereka berdua tergesa- gesa untuk mencari sarapan tersebut kepasar. Rupanya saat yang sama, masuk 2 orang penderita kecelakaan lalu lintas yang seorang diantaranya adalah warga Sungkai. Merasa tidak ada petugas di UGD, warga berusaha mencari petugas ke berbagai tempat, termasuk ke rumah Kepala Puskesmas yang kebetulan disaat yang sama ternyata dipanggil mengobati penderita ke Gunung Kumbung, 5 KM dari Sungkai Warga kemudian mencari petugas ke rumah dinas, rupanya yang ada Cuma dokter gigi yang sat itu menyatakan bukan ahlinya. Merasa tak dilayani, warga rupanya emosi dan seorang keluraga korban rupanya marah lalu menendang kaca depan UGD hingga pecah hingga melukai kakinya. Warga semakin marah bahkan berusaha untuk membakar UGD. Untunglah diantara warga ada yang melerai sehingga tidak jadi. Kepala Puskesmas yang ditelpon warga segera menuju ke UGD karena adanya ancaman pembakaran tersebut. Saat sampai di UGD, rupanya petugas jaga sudah memberkan pertolongan kepada ke dua korban. Namun rupanya kemarahan warga kepada kedua petugas tetap dilampiaskan kepada mereka sehingga kepala Pusksmas berusaha menenangkan massa. Rupanya upaya inipun belum ampuh juga sehingga untuk segera menyelesaikan masalah, kepala Puskesmas akhirnya mengambil kepetusan untuk merujuk penderita ke RS sambil menyatakan bahwa korban harus segera di Ronsen kepala karena trauma pada daerah tersebut. Barulah setelah itu warga tenang dan berusaha membantu petugas untk menyiapkan upaya rujukan. Setelah korban di rujuk, barulah keadaan tenang dan terkendali.

Untuk segera menyelesaikan masalah, beberapa tokoh masyarakat Sungkai berusaha menemui Kepala Puskesmas untuk mencari jalan damai. Dengan kerendahan hati, Kepala Puskesmas Sungkai akhirnya menyepakati perjanjian damai dan malam itu juga perdamaian itupun terjadi dengan penuh rasa persaudaraan dengan beberapa kesepakatan diantaranya desa bersedia mengganti kaca yang dipecahkan warga.

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, UNIT GAWAT DARURAT (U.G.D.) dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s