ha..ha…ha..masalah kami tetap sama

Tak terasa setahun sudah kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat kami jalankan. Mulai dari pelayanan dalam gedung seperti pelayanan kesehatan 6 program pokok Puskesmas sampai dengan pelayanan Emergensi 24 Jam dengan UGD dan PONED nya. Selain itu, sebagai Pusat pembangunan bidang kesehatan di Kecamatan Simpang Empat dan kecamatan Telaga bauntung, tidak lupa secara rutinitas kami juga melakukan kunjungan Puskesmas Keliling dan Pembinaan Posyandu setiap bulan ke desa-desa.

Walaupun dengan SDM yang “terbatas” bahkan boleh di kata kekurangan, semangat kerja dan komitmen kami untuk tetap menjalankan tugas pokok Puskesmas tetap jalan. Dengan ke-terengah-engahannya, kami memaksakan diri untuk tetap mampu melangkah semampu dan sebijak mungkin untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat kami. Namun demikian, dibalik tekat baik kami untuk tetap mampu bertahan menjalankan Visi, misi dan tujuan organisasi, masih saja ada ‘gundukan’ yang belum mampu kami atasi secara bersama-sama. Dan gundukan yang dimaksud adalah kurangnya tenaga bidan desa di wilayah kerja kami.

Kebaradaan bidan desa tidak dapat dipungkiri adalah sangat membantu mendekatkan akses pelayanan kesehatan terutama kebidanan di desa. Peran dan fungsi bidan di desa boleh diumpamakan sebagai “puskesmas-puskesmas’ mini di desa karena semua program kesehatan boleh dikata dijejalkan di pundaknya. Sebut saja pembinaan Posyandu setiap bulan hampir dikata sudah menjadi prioritas tugasnya di desa padahal pada awal pembentukannya merupakan tugas pokok PKK desa. Disamping itu,pembinaan POSKESDES dimana bidan diberikan wewenang terbatas untuk mampu memberikan terafi juga menjadi tugas utamanya. Karena peran dan fungsinya tadi, maka peran bidan di desa untuk mendongkrak peningkatan kualitas dan kuantitas cakupan program kesehatan tingkat Puskesmas  sangat efektif dan efisien. Lihat saja, Puskesmas- puskesmas yang “berhasil” dengan penampilan kinerjanya adalah Puskesmas perkotaan dan pinggiran perkotaan dengan jumlah karyawan yang “waahh “..bahkan sampai ada yang tidak kebagian pekerjaan alias bingung tak tahu apa yang harus dikerjakan. Inilah penomena klasik yang dari dulu sampai sekarang masih menjadi masalah…masalah…masalah terus. Lalu siapakah yang bersalah…kami yang hanya mampu menunggu masuknya SDM-SDM  ini yang patut dipersalahkan karena tidak mampu meraih prestasi sebagaimana “teman-temannya ” yang lain…ataukah kebijakan yang tidak mampu secara bijak untuk ” bersikap adil ” memberikan porsi tenaga kesehatan yang adil dan merata di tiap Puskesmas sehingga tidak ada alasan lagi Puskesmas utnuk tidak mampu memperbaiki kinerjanya ?

Tahun ini, bagai disentak petir disiang bolong, hasil evaluasi program Kesehatan keluarga (KIA) Puskesmas Sungkai bersama dengan 5 rekannya yang lainnya ( Banjar 5 = Kec.Simpang Empat, Pengaron, Sambung Makmur,Sungai Pinang, Telaga Bauntung dan Paramasan ) anjlok. kami berada rata-rata pada peringkat terakhir dari 22 Puskesmas yang ada. Dan tidak dapat dipungkiri  lagi , dugaan Kepala Puskesmas Sungkai bahwa akan terjadi penurunan kinerja program KIA karena kurangnya tenaga bidan di desa terbukti adanya .Kalau keadaan-keadaan ini tetap dipertahankan ….boleh jadi setiap tahun kami akan tetap seperti ini…persis sebagaimana penderita precommae yang siap menunggu ajal.

Seandainya suatu saat nanti situasi dimana jumlah tenaga kesehatan mumpuni dan kesejahteraannya lebih adil ( berbeda untuk tiap wilayah ), maka tidak dipungkiri Puskesmas-Puskesmas di daerah pedesaan,terpencil bahkan terkucil sekalipun akan lebih baik kinerjanya. Lebih lanjut…tentu saja kita berharap pembangunan kesehatan masyarakat di daerah-daerah tersebut akan lebih baik bahkan kalau bisa lebih maju. lalu kapankah itu terjadi ??? atau haruskah kami hanya bisa menunggu ditengah aktifnya upaya kami mengusulkan permintaan tenaga setiap saat dan kesempatan ????? semoga saja mimpi ini hanya berlangsung sekejab untuk akhirnya  menggapai harapan yang diinginkan.

Tentang Muhammad Fakhrurrozie

lubuk hatiku's blog adalah blog yang berisikan sumbang saran dan gagasan tentang kesehatan umum, keperawatan,kedokteran dan pemberdayaan aparatur.Dikelola oleh seorang perawat yang mencoba membuka wawasan sesuai dengan latar belakang keilmuan yang dimiliki,
Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Mengenal Kesehatan Masyarakat dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s