Tahun Baru Hijrah…tahun baru Masehi

Keduanya sama-sama memperlihatkan akan masuknya kita pada tahun baru.Tahun baru merupakan waktu awal untuk kita mempersiapkan segalanya, baik itu rencana kerja, evaluasi kerja maupun aplikasi kerja daripada rencana tahunan yang telah kita susun sebelumnya. Memaknai tahun baru..ada baiknya kita mencoba untuk merenung hakekat tahun baru itu sendiri.
Tahun baru dibalik makna perhitungan waktu dimata Allah, tidak ada yang dimaksud dengan awal tahun, pertengahan tahun maupun akhir tahun. Semuanya sama. Hanya manusia sajalah yang mencoba untuk mengatur jarak waktu untuk mempermudahkan kita mengatur waktu itu sendiri. Manusia juga yang mencoba memperhitungkan adanya detik,menit, jam , hari,minggu,bulan dan tahun sebagai hitungan waktu.Semuanya tidak lain dengan maksud agar waktu juga dapat dijadikan “mainan” oleh manusia untuk berkarya, berkreasi dan sebagainya.
Namun sadarkah kita..semakin kita larut dalam arus waktu ,akan semakin terkikis pula target waktu kita berada di muka bumi ini.Sadarkah kita,semakin bertambah tahun justru semakin mengurangi jatah hidup kita sebagai insan dan makhluk Tuhan yang paling sempurna ini. Sadarkah pula kita, semakin bertambah tahun sudah banyakkah bekal yang akan kita persiapkan untuk mempersiapkan diri memasuki dimensi waktu yang lain..akherat.
Cobalah untuk tidak terlena dengan waktu. Waktu merupakan salah satu tipu daya syetan yang dipersiapkan olehnya untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.Marilah kita untuk tidak memaknai waktu hanya sekedar menghitung sudah sejauh mana kita telah menghasilkan karya di muka bumi ini. karya-karya itu walaupun nantinya menjadi sebuah sejarah bagi anak cucu kita…lambat laun juga akan dilupakan orang. Sikap terbaik adalah menghargai waktu untuk mengisinya dengan nilai ibadah yang dapat menjadi bekal di kemudian hari.
Banyak cara untuk menjadikan pekerjaan duniawi bernilai ibadah. Bekerja dengan sunguh-sungguh secara profesional dan lkhlas,segera menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepada kita secara jujur dan tepat, menciptakan pekerjaan lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat disela-sela waktu selesainya tugas kita, dan lainnya. Semuanya bernilai ibadah bila kita sungguh-sungguh melakukannya.
Tidaklah usah berharap penghargaan yang kita terima datangnya dari manusia. Apalagi bila harapan kita tadi berujung imbalan jabatan duniawi yang saling sikut,saling tendang atau saling tonjok untuk meraihnya.Bukan kejayaan yang akan diterima, namun kehinaan di mata Allah karena kita tidak amanah menjalankan tugas.Ingat sekali lagi…waktu hanyalah permainan duniawi yang siap menerkam kita bila kita lengah.Waktu sudah siap menunggu manusia-manusia yang serakah terhadap waktu…yaitu menyusuri kesempatan-kesempatan yang tersedia atau justru mencoba mencari-mencari kesempatan. Sudah banyak kita lihat para pejabat yang akhirnya menjadi penjahat..terseret masalah hukum hanya karena lupa telah terlalu banyak memanfaatkan kesempatan/ waktu yang tersedia. Mereka lupa bahwa pemanfaatan waktu akan dituntut pertanggung jawabannya di hadapan Allah.
Untuk itu sobat…marilah kita merenung bahwa hidup ini hanya sebentar.Jangan jadikan kesebentaran hidup ini sebagai jalan untuk kita serakah menggunakan waktu sebanyak-banyaknya. Memang kesempatan tidak datang tiba-tiba atau tidak datang 2 kali, namun ingatlah …yang menciptakan kesempatan tadi adalah Allah..biarlah Allah sajalah yang berkuasa atas diri kita..jangan orang lain atau waktu itu sendiri. Maknai kesempatan yang datang sebagai cobaan dari Allah..bukan sebagai sesuatu yang harus kita banggakan.Bila ini yang kita terapkan dalam hidup kita..maka sesuatu yang akan kita terima akhirnya menjadikan kita sebagai orang yang selalu bersyukur atas apa saja yang terjadi, tak terkecuali yang terburuk sekalipun.

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Siraman Rohani Islami dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s