Ibu Bupati dan Bidan

Hari ini, Saya ( Muhammad Fakhrurrozie,SKM) bersama tim yang terdiri dari dr.Mira, H.Alpiannur dan Bidan “gunung” Siti Aminah melakukan kegiatan pengobatan massal dalam rangka kunjungan Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan daerah tertinggal Kab.Banjar. Tim percepatan pembangunan yang dipimpin langsung oleh ibu Bupati Banjar datang ke desa Loktanah, Kec.Telaga Bauntung bersama rombongan dari berbagai dinas instansi terkait. Sayang kali ini tidak ada yang mewakili dari Dinas Kesehatan Kab.Banjar.Sebagai wakil dari kesehatan, saya harus ikut nimbrung pada acara resmi, sedang teman-teman melakukan pengobatan massal dan Posyandu.

Ibu Bupati Banjar saat verkunjung ke Desa Loktanah,Kec.Telaga Bauntung

Pada kesempatan tanya jawab, permasalahan keberadaan bidan desa yang tidak ada pada 3 desa di kecamatan ini akhirnya mencuat.
Sekedar diketahui, setahun berdirinya Kecamatan Telaga bauntung (dulunya masuk kecamatan Simpang empat) baru ada 1 bidan desa yang ditempatkan di Kecamatan ini. Ironis memang..saat pemerintah ( Depkes khususnya) gencar berupaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi…nun jauh disana,di kecamatan terpencil (bahkan boleh dikata terkucil) sang bidan sulit ditempatkan.Sistem birokrasi rekruitmen dan penempatan yang terkadang sering jadi ‘permainan” para bidan baru yang nakal…membuat penempatan para bidan baru “menumpuk” di desa-desa perkotaan atau dekat perkotaan. Sebut saja Kecamatan Kertak Hanyar,Gambut,Tatah Pemangkih Laut,Sungai Lulut,Sungai Tabuk,Beruntung Baru hampir semua desanya “penuh ” bidan..bahkan menurut kabar yang diterima ada yang 2 bidan dalam 1 desa..Subhannallah…untungnya mereka. kami tidak menyebutkan kecamatan perkotaan seperti Martapura,Astambul…karena sudah dipastikan “penuh sesak” dengan bidan…Fenomena apakah ini? disaat rekruitmen tenaga bidan hampir ada setiap tahun baik PTT maupun CPNS, tooh kami hampir setiap tahun pula kelolosan bidan. Bayangkan saja..dari 14 desa binaan yang ada di Puskesmas kami..baru terisi 6 desa..itupun rencana akan dipindahkan lagi 1 bidan ke Kecamatan “penuh ” tadi.
Fenomena minimnya bidan di Puskesmas Sungkai juga berbanding dengan kurangnya tenaga perawat yang ada.Beberapa rekan yang mengajukan usul mutasi dengan “berat hati” terpaksa diluluskan karena hampir tidak ada alasan lagi untuk penangguhan mereka. Masa kerja rata-rata karyawan hampir diatas 5 tahun, bahkan puluhan tahun..sudah sepantasnya mereka menikmati udara luar..udara perkotaan.Hanya komitmen kerja yang tinggilah yang membuat mereka betah bertahan selama ini. Hal ini rupanya tidak diteladani oleh para Bidan-bidan tadi. Akhirnya…kita sama-sama berharap agar penerimaan CPNS Tenaga bidan baru tahun ini benar-benar memenuhi harapan kita bersama..seperti harapan dan janji yang diampaikan langsung oleh ibu Bupati pada kesempatan itu. Mudah-mudahan sekali lagi ..harapan itu masih ada. Secara jujur kami berharap, harapan itu sebanding dengan harapan kelanjutan pembangunan oleh Bapak Bupati Banjar saat ini untuk priode mendatang…lanjutkan(Zie)

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI dan tag , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s