Tewas saat teler

Tak salah kiranya bila agama sampai  melarang keras bahkan mengharamkan manusia untuk minum minuman keras, salah satunya adalah tak mampu mengendalikan diri saat mabuk sehingga mengganggu ketentraman orang lain. Peristiwa ini dialami oleh Y ( 32 tahun )  yang sore itu (selasa,17-11-09) sekitar pukul15.30 sebagaimana biasa menenggak minuman keras sampai teler. Korban saat mendapatkan pertolonganRupanya kebiasaan yang mendarah daging ini tak bisa dihentikannya sama sekali, walaupun saat ini telah bekeluarga dan mempunyai 1 orang anak. kebiasaan hilang ingatan seolah menjadi makanan kesehariannya.

Sore itu setelah teler,Y rupanya bernasip  buruk. Dalam keadaan mabuknya, tak sadar dia rupanya mengganggu S istri  tetangganya.Tidak diketahui pasti,apakah dia menaksir istri orang tadi.Peristiwa mengganggu istri orang ini rupanya tidak sekali ini saja. Saat mengganggu tadi, rupanya suami S  yang baru pulang dari kebun memergoki istrinya yang sedang diganggu oleh Y yang sedang teler. Dalam keadaan cape serta belum makan, rupanya membuat  sang suami kalap mata. Parang yang terhunus di pinggangpun langsung diayunkan ke korban. Korban yang dalam keadaan mabuk tentu saja tak mampu melawan kekalapan suami S tadi. Beberapa tebasan senjata tajam tadi mengenai beberapa daerah vital di tubuh korban. Korbanpun terjerembab tak sadarkan diri serta  berlumuran darah. Beberapa tetanga yang melihat kejadian tak segera langsung menolong, takut kondisi korban yang dalam keadaan mabuk bisa membahayakan diri mereka. Barulah setelah benar-benar tak sadarkan diri, korban segera dibawa ke UGD Puskesmas Sungkai utnuk dimintakan pertolongan.

Rupanya kondisi korban yang mabuk serta terlambat dibawa ke UGD, membuat kondisinya sangat kritis.Dr.Anggi yang jaga saat itu bersama perawat Salbani,Bidan satinem dan Novie segera melakukan pertolongan. Beberapa tusukan infus rupanya tak mampu “mengalir ditubuh korban”. Korban yang diduga telah kehabisan darah ini akhirnya tewas pada pukul 17.25. Dalam keteranggannya, Dr.Anggi menyatakan korban tewas diduga karena perdarahan hebat yang mengenai organ vital, dalam kasus ini adalah paru-paru korban yang robek karena tebasan hebat pada bagian punggung kiri.

Setelah dilakukan pembersihan dan visum, korban Y akhirnya dibawa pulang oleh pihak keluarga ke desanya di Sungkai baru untuk segera dimakamkan. ( Rz)

Iklan
Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, UNIT GAWAT DARURAT (U.G.D.). Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s