Durian membawa maut

Hanya gara-gara uang Rp.5000 ,Kurnain (49 tahun) warga desa Cintapuri akhirnya meregang nyawa. Cerita bermula pagi itu ( minggu,15 -11-09) sekitar pukul 06.00 , korban bersama keluarga bermaksud pergi ke Pasar Sungkai dari desanya untuk mencari buah-buahan yang akan dijual kembali di desanya. Pedagang buah musiman ini, setelah berhasil mendapat 3 karung buah Kuweni ( semacam buah khas Kalimantan yang rasanya mirip Mangga), rupanya bermaksut untuk menambah macam buahan yang akan dijual. Saat berpapasan dengan pedagang buah Durian yang memang lagi ”banjir”, korban bermaksut menawar 3 biji yang cukup besar . Pedagang yang menawarkan Rp.25.000 rupanya ditawar Rp.20.000 oleh korban. Belum sepakat harga tawar-menawar, rupanya korban yang termasuk tokoh di desanya ini langsung mengambil secara paksa danmemasukkannya ke dalam keranjang  dan memberikan uang Rp.20.000. Karena belum kata sepakat, pedagang menyakan sisa harga ke korban. Korban yang gampang emosi ini rupanya langsung menampar pedagang sampai terjerembab ke tumpukan buah durian . Merasa terpojok, pedagang  langsung mengambil clurit yang ada di sekitarnya dan langsung melakukan penyerangan. Korban rupanya tidak tinggal diam, diapun mengambil sebilah belati yang ada di pinggang serta menusukkannya beberapa kali ke pedagang.

Korban saat mendapatkan pertolongan di UGD Sungkai

Beberapa pedagang dan pengunjung pasar yang berusaha melerai  tak kuasa melerai perkelahian bersenjata tersebut. Barulah setelah jatuh korban dan pelaku melarikan diri, mereka berusaha membantu Kurnain yang terkapar berlumur darah. Korban segera dilarikan ke UGD Sungkai untuk dimintakan pertolongan. Hanya beberapa saat dilakukan pertolongan oleh petugas di UGD Sungkai saat itu, korban yang diduga kehabisan darah menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.40. Dalam keterangannya, Perawat Jaga saat itu Kamarullah S.Kep beserta Kepala Puskesmas Sungkai M.Fakhrurrozie SKM dan Dr.Anggi menyatakan korban meninggal diiduga karena perdarahan hebat akibat luka tebasan pada bagian dada sebelah kiri yang mengenai pembuluh darah vital menembus paru.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Kepolisian Simpang Empat dan visum , korban akhirnya dibawa pulang keluarga ke desanya  untuk segera dimakamkan. ( zie )

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Serba Serbi, UNIT GAWAT DARURAT (U.G.D.) dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s