SATU LAGI PERAWAT PUSKESMAS SUNGKAI PINDAH TUGAS

Membaca judul tulisan  diatas, penulis  sebenarnya dengan berat hati berupaya menyampaikannya. Namun demi perlunya menyampaikan suatu pemberitaan, tak salah kiranya semua netter tau bahwa satu lagi perawat Puskesmas Sungkai pindah tugas.Terhitung 6  september  2009, perawat Dina Rusdiana,A.Md, seorang petugas Imunisasi dan perawat pengelola UGD  menerima Surat Keputusan perpindahan yang bersangkutan ke Puskesmas Pasayangan. Sebenarnya tidak ada hal yang menarik dari perpindahan yang bersangkutan, namun kami hanya mencoba menelaah keluar masuknya karyawan yang terjadi di Puskesmas Sungkai dalam 2 tahun belakangan.

SK Kepindahan perwat Dina ke Puskesmas Pasayangan
SK Kepindahan perwat Dina ke Puskesmas Pasayangan

Selama dua tahun ini, petugas yang keluar alias pindah tugas tidak sebanding dengan petugas yang masuk. Ternyata lebih banyak yang keluar alias piondah. Seharusnya keberadaan karyawan yang keluar masuk mengalami impas alias BAP . Sekedar pembanding, dalam dua tahun ini, Puskesmas Sungkai mengalami lebih banyak mengalami petugas yang keluar karena pindah tugas dan dipindahkan. Mereka -mereka adalah :

  1. Perawat Fitria Agustina yang pindah tugas ke RS ratu Zaleha ( Baru bertugas 3 tahun )
  2. Perawat Ida Kusuma Wijayanti, pindah tugas ke Puskesmas Tatah Pemangkih laut ( baru Bertugas 4 tahun)
  3. Drg. Eli Muflihah, pindah tugas ke Puskesmas Gambut ( baru Bertugas 4 tahun )
  4. Dr.H.Fathurrahman, menjalani tugas belajar ke program pendidikan dokter spesialis ( baru bertugas 3 tahun )
  5. Dr.A.Hendra Agus setiawan, diangkat menjadi Kepala Puskesmas Simpang Empat
  6. Bidan Isa Rodini, bidan desa keramat mina pindah karena alasan keamanan ke Puskesmas Karang Intan
  7. Bidan Kamaliah, bidan desa Pasar Lama yang diangkat PNS dan masuk ke RSUD Ratu Zaleha
  8. Dr.Arum Sekar wilis, yang habis masa PTT
  9. Perawat Dina Rusdiana yang dipindahkan ke Puskesmas Pasayangan ( baru bertugas 3 tahun )

Sebaliknya, petugas yang masuk adalah :

  1. Dr.Dwi Miranti Anggraini ( PTT Pusat )
  2. Dr. Mira Firdayanti (PTT Pusat)
  3. Bidan Mogie Lestari (PTT Pusat), bidan desa Berkat Mulia
  4. Bidan Siti Aminah (PNS), bidan desa Pasar Lama yang dinotadinaskan ke Kec.telaga Bauntung
  5. Drg.Ni Nyoman Supadmi ( PTT Pusat )

Melihat situasi diatas, terlihat gambaran bahwa lebih banyak perawat yang keluar dan belum mendapatkan tambahan masuk. Kalau boleh disimpulkan ,saat ini Puskesmas Sungkai dengan pelayanan UGD-nya yang 24 jam full-time mengalami “krisis perawat”. Perawat-perawat dan bidan yang ditugaskan di UGD dan Induk saat ini adalah perawat dan bidan yang memegang Puskesmas Pembantu dan desa binaan. Notabene, dari 9 perawat yang ada, 7 orang adalah perawat Pustu dan satu orang adalah Kepala Puskesmas yang merupakan pejabat struktural.Jadi sisanya  hanya tinggal 1 orang saja yang asli perawat Puskesmas/ UGD Sungkai. Mudah-mudahan saja dengan adanya tulisan ini, pihak yang berwenang pengambil kebijakan dapat segera mengatasi sehingga pelayanan kesehatan yang telah terbina baik ini tetap dapat dilanjutkan. Dan harapan kami, perlu kiranya ada kebijakan mendasar yang mengharuskan seseorang untuk pindah tugas bukan dikarenakan alasan pribadi atau keluarga,  namun sebaiknya karena alasan penyegaran, roling, mutasi horizontal atau promosi karena prestasi. Ini dikarenakan sudah terlihat adanya kecenderungan melemahnya kinerja seeorang karena lamanya  bertugas di suatu tempat dan belum mendapatkan kesempatan pindah. Fenomena seperti ini akhirnya dapat memungkinkan  timbulnya dampak bahwa Puskesmas-Puskesmas di daerah perkotaan, pinggiran kota dan perbatasan provinsi menjadi “lahan rebutan” perpindahan petugas. Semua profesi kesehatan menumpuk disana, Puskesmasnya makin maju, makin berkembang dan menjadi panutan Puskesmas-Puskesmas lainnya. Sebaliknya Puskesmas -Puskesmas di pedesaan dan daerah terpencil semakin tertinggal dan ditinggalkan, mudah-mudahan tidak menjadi terpuruk dan dibiarkan seadanya. Kalau boleh bercermin,bagaimanapun juga SDM adalah kunci sukses berhasilnya suatu pelayanan publik, termasuk pelayanan kesehatan yang merupakan salah satu ujung tombak tercapainya Tujuan Pembangunan Nasional. Benarkah ?

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, PELAYANAN PUSKESMAS SUNGKAI, Serba Serbi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s