SEBELUM TERLAMBAT, SEBAIKNYA KITA TAHU TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER DAN PASIEN

Setiap manusia tentu kita pernah mengalami sakit. Karena sakit itu pula, kita terpaksa harus menjalani beberapa proses tahapan  untuk mencari kesembuhan. Ada yang berobat ke

Sunatan Massal, sudahkah hak dan kewajiban penderita terpenuhi

Sunatan Massal, sudahkah hak dan kewajiban penderita terpenuhi

Puskesmas,Rumah Sakit atau ke dokter praktik swasta. Tapi pernahkah kita tahu, apa saja hak dan kewajiban kita sebagai pasien selama menjani proses mencari kesembuhan tadi. Ingatkah kasus  Prita Mulyasari yang kerena merasa haknya sebagai pasien diabaikan oleh pihak RS tempatnya dirawat menumpahkan uneg-unegnya pada sebuah surat elektronik ( email ) terpaksa harus berurusan dengan hukum. Dari sisi hukum pidana, dia dianggap telah mencemarkan nama baik RS internasional tersebut. Namun bagaimana bila dipandang dari hukum praktik Kedokteran, apakah dia dapat dianggap telah mencemarkan nama baik bila sebelumnya dengan berbagai upaya telah dilakukan pencarian tentang seputar keingintahuannya terhadap penyakit yang diderita. Sekarang, ada baiknya kita mengetahui apa saja yang menjadi Hak dan kewajiban kita sebagai penderita dan apa juga hak dan kewajiban dokter selama memberikan pelayanan medis kepada kita. Cobalah kita telusuri  beberapa pasal dalam Undang-Uandang no 20 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran yang memuat tentang hak dan kewajiban keduanya :

HAK DAN KEWAJIBAN DOKTER ( pasal 50 dan 51 )

a. Hak Dokter

  • Memperoleh perlindungan hukum sepanjang melaksanakan tugas sesuai standar profesi  dan standar operasional prosedur (SOP)

  • Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi  dan standar operasional prosedur (SOP)

  • Memberikan informasi yang lengkap dan jujur dari pasien atau keluarganya Menerima imbalan jasa

b. Kewajiban Dokter

  • Memberikan pelayanan medis sesuai standar profesi  dan standar operasional prosedur (SOP) serta kebutuhan medis

  • Apabila tidak tersedia alat kesehatan atau tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan, bisa merujukm pasien ke dokter/ sarana kesehatan lain yang mempunyaim kemampuan lebih baik.

  • Merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang pasien, bahkan setelah pasien itu meninggal dunia.

  • Melakukan pertolongan darurat atas dasar kemanusiaan, kecuali bila ia yakin ada orang lain yang mampu melakukannya.

  • Mengikuti perkembangan ilmu kedokteran.

HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN ( pasal 52 dan 53 )

a. Hak Pasien

  • Mendapatkan penjelasan lengkap tentang rencana tindakan medis yang akan dilakukan dokter

  • Bisa meminta pendapat dokter lain (second opinion)

  • Mendapat pelayanan medis sesuai dengan kebutuhan

  • Bisa menolak tindakan medis yang akan dilakukan oleh dokter bila ada keraguan

  • Bisa mendapat informasi rekam medis

b. Kewajiban pasien

  • Memberikan informasi yang lengkap, jujur dan dipahami tentangmasalah kesehatannya

  • Mematuhi nasehat dan petunjuk dokter

  • Mematuhi ketentuan yang berlaku di sarana kesehatan

  • Memberikan imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.

Lalu kemana kita mengadu bila kita merasa hak dan kewajiban kita sebagai pasien belum dipenuhi atau bila  kita merasa dirugikan dalam tindakan     medis ?  Pengaduan kita sebaiknya disampaikan saja ke :

Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI)

jalan Hang Jebat III blok F3 Kebayoran Baru,

Jakarta Selatan 12120

telpon (021)72800920 Fax (021)72800743

Email ke : mkdki@inamc.or.id

http://www.inamc.or.id

Iklan
Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Serba Serbi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s