HAK SI SAKIT

Muhammad Fakhrurrozie,AMK,SKM

Sebagai manusia yang diberi kesempurnaan dan kesehatan oleh Tuhan, orang sakit selama sakitnya tentu mempunyai hak dan kewajiban. Kewajiban orang sakit telah kita jelaskan pada uraian sebelumnya. Berikut ini kami hanya akan menjelaskan hak-hak orang sakit bila dipandang dari sudut sebagai anggota masayarakat

Saat si kecil sakit, dia mempunyai hak untuk meminta perawatan dan pengobatan

Saat si kecil sakit, dia mempunyai hak untuk meminta perawatan dan pengobatan

Ada dua hak orang sakit yang harus dipenuhi oleh anggota maayarakat atau keluarganya. Hak orang sakit yang pertama dan yang utama adalah bebas dari segala tanggung jawab sosial yang normal. Artinya orang yang sedang sakit mempunyai hak untuk tidak melakukan pekerjaan sehari-hari yang biasa dia lakukan. Hal ini boleh dituntut, namun tidaklah selalu mutlak, tergantung tingkat keparahan atau tingkat persepsi dari penyakit tersebut. Apabila tingkat keparahan sakitnya rendah maka orang tersebut mungkin saja tidak perlu menuntut haknya. Dan seandainya menuntut haknya harus tidak secara penuh. Maksudnya, ia tetap berada dalam posisinya tetapi perananya dikurangi, dalam arti volumne dan frekuensi kerjanya dikurangi.Tetapi bila tingkat keparahannya tinggi maka hak tersebut harus dituntutnya, misalnya menderita penyakit menular seperti flu babi, flu burung, chikungunya dan sebagainya. Hak tersebut haruslah dituntut karena bila tidak akan dapat menimbulkan konsekuensi ganda, yaitu disamping produktivitas kerja menurun atau bahkan dapat menambah beratnya penyakit, penyakit yang dideritanyapun berpotensi menular kepada kepada rekan kerja bahkan keluarganyaKepada siapa hak tersebut dapat dituntut. Pertama sebagai anggota keluarga tuntutan hak tersebut tentu saja kepada anggota keluarga lainnya. Selanjutnya anggota keluarga yang lain menruskan tuntutan kepada masyrakat dimana saja si penderita mendapatkan posisi dan peranan.Tuntutan kedua adalah kepada organisai ketja (Tempat kerja). Tuntutan ketiga adalah kepada organisasi –organisai masyarakat dimana penderita menduduki posisi dan peranan tertentu. Hak yang kedua adalah hak untuk menuntut bantuan atau perawatan kepada orang lain. Didalam masyarakat yang sedang sakit berada dalam posis I yang lemah, lebih-lebih bila sakitnya berada dalam derajat keparahan yang tinggi. Di pihak lain. orang sakit dituntut kewajibannya untuk sembuh dan juga ditutntut untuk segera kembali berperan dalam sistem sosial..Dari situlah dia berhak dibantu dan dirawat agar cepat memperoleh kesembuhan. Anggota keluarga dan anggota masyarakat berkewajiban untuk membantu dan merawatnya. Oleh karena tugas penyembuhan dan perawatan memerlukan suatu keahlian tertentu, maka tugas ini didelegasikan kepada lembaga-lembaga masyarakat atau individu tertentu seperti dokter, perawat, bidan dan petugas kesehatan lainnya. Pemerintah dalam hal ini juga sebagai penyelenggara pelayanan sosial berkeweajiban untuk memberikan hak-hak pemyembuhan dan perawatan kepada anggotanya yang sedang sakit

Iklan
Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Serba Serbi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s