MISTERI SEKITAR UGD SUNGKAI

Pkm lama (3)

UGD Sungkai,berada tepat disamping bangunan Puskesmas

Tidak bermaksud untuk menakut-nakuti, namun tulisan berikut kami sampaikan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari cerita rakyat kebanyakan atau klenik yang umum terjadi di sekitar institusi pelayanan kesehatan, seperti Rumah Sakit,Puskesmas Pondok bersalin dan Kamar Mayat. Apalagi UGD yang sering menerima berbagai macam kondisi korban kecelakaan lalu lintas maupun korban kecelakaan lainnya.

Tidak tertinggal pula beberapa peristiwa kejadian mistis dan aneh-aneh yang pernah dialami petugas kami saat menjalankan tugas jaga di UGD Sungkai. Diantaranya yang dapat kami sampaikan adalah berdasarkan penuturan petugas yang  bersangkutan.

Kejadian pertama terjadi sekitar tahun 1990-an pada saat Puskesmas Sungkai belum mendapatkan fasilitas UGD namun sudah sering menerima penderita yang tewas kecelakaan. Saat itu malam jum’at, rekan sekamar yang saat ini telah pindah tugas ke Pati (Jateng), tidur sendiri di dalam Puskesmas yaitu pada kamar khusus untuk petugas bermalam. Sekitar pukul 01.00, antara tidur dan tidak, dia mendengar adanya suara tanduan penderita yang seolah-olah ditarik oleh seseorang. Semula dikira hanya suara binatang yang menyeret suatu benda , diapun tidak peduli. Namun lama kelamaan suara tadi semakin mendekat ke arah kamar tidurnya dan semakin jelas terdengar deritnya. Karena ketakutan, tanpa disadari diapun langsung keluar kamar melompat dari jendela belakang yang tingginya kurang lebih 1,5 meter ( bangunan panggung) terus lari menuju rumah rekan kerja perempuan mengontrak. Disana, diapun langsung bercerita tentang kejadian tersebut. Besoknya, gemparlah berita kepada sesama rekan Puskesmas. Namun yang belum dapat dipastikan adalah karena yang bersangkutan tidak melihat langsung kejadiannya karena hanya mendengar dari dalam kamar saja.

Ciluk baKejadian kedua adalah setelah kami mendapatkan bangunan fasilitas UGD. Malam itu dokter F yang sedang bertugas jaga  tidur di kamar jaga dokter sendiri. Sekitar pukul 02.00 saat tidurnya, beliau merasakan melihat adanya kepala perempuan yang terbang di dalam kamar tersebut. Beliau lalu berteriak-teriak minta tolong sambil tidak lupa mengucapkan asma Allah. Rekan jaga yang kebetulan tidur di  kamar sebelah rupanya mendengar kegaduhan dari kamar dokter dan erangan beliau. Karena merasa ketakutan pula ( kata mereka suasana malam itu memang terasa lain..sepi dan seram), merekapun tidak berani keluar kamar. Yang mereka lakukan hanyalah menggedor-gedor dinding kamar yang terbuat dari plywood. Dokter F akhirnya terjaga dan segera bangun lalu menuju kamar sebelah. Dia langsung menceritakan kejadian yang baru saja terjadi. Rupanya rekan jaga juga merasakan hal yang sama. Dan malam itu, merekapun akhirnya tidur berame-rame dalam satu kamar sampai pagi.

Kejadian ketiga adalah malam setelah sore itu kami menerima korban tewas kecelakaan dengan kondisi kepala korban pecah tergilas ban mobil. Korban yang orang jauh ( luar propinsi ) ,menurut keluarga korban yang datang kemudian ,  hendak ke Banjarbaru dari Ampah ( Kalteng) naik kendaraan roda 2. Sekitar KM 76 tepat di depan rumah Perumahan Dinas Puskesmas Sungkai, korban yang bermaksud menghindari lubang di jalan raya mengambil posisi agak ketengah, naasnya saat yang sama datang mobil berlainan arah yang melaju kencang. Korban kaget dan rupanya tidak mampu mengendalikan kendaraanya sehingga oleng dan terjatuh tepat di depan mobil tersebut. Tabrakanpun  tak dapat dihindari, korban akhirnya tewas di tempat dengan kepala pecah bersama helm yang dikenakannya. Korban segera di bawa ke UGD Sungkai untuk dimintakan visum. Dr Arum yang saat itu bertugas segera melakukan visum supaya korban bisa bisa secepatnya diantar ke keluarganya . Nah, kejadiannya begini. Tengah malam itu, rekan jaga yag kebetulan bangun untuk buang air kecil keluar kamar. Antara keremangan cahaya lampu pintu depan, dia merasa melihat sesosok orang yang berdiri membelakangi pintu. Sadar atas kejadian sore tadi, rupanya dia merasa adanya “kelainan’ dan tidak menegurnya. Diapun segera kembali ke dalam kamar dan membatalkan hajatnya. Siangnya, rekan jaga lainnya rupanya mengalami hal yang sama, cuma menurutnya sempat menegur dan bayangan orang itupun hilang.

UGD Sungkai sejak dibangun tahun  2005 sampai sekarang memang sering menerima penderita tewas kecelakaan dalam berbagai kondisi. Korban tewas dalam kondisi paling berat adalah dimana kepala korban hancur sampai hanya tinggal lehernya karena remuk terinjak  ban truk batubara ditambah isi perut korban terburai keluar. Pernah pula menerima korban dalam kondisi isi perut terburai dan pinggang melintir sehingga pantat korban berada di atas sejajar dengan wajah. Korban tewas karena perkelahian lebih sering dilakukan visum di tempat kejadian karena permintaan Polisi, jadi tidak dibawa ke UGD.(zie dari berbagai sumber)

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Serba Serbi, UNIT GAWAT DARURAT (U.G.D.). Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s