Mengenal Obat dan Pengobatan

Beberapa jenis obat yang ada di Puskesmas,perhatikan golongan obat yang tertera pada kemasannya

Beberapa jenis obat yang ada di Puskesmas,perhatikan golongan obat yang tertera pada kemasannya

Setiap hari kita tentu sering mendengar ada orang sakit dan umumnya selalu butuh pengobatan. Tetapi tahukah kita apa obat itu ? Selama ini kita lebih banyak mengetahui obat sebagai bahan pembantu penyembuh penyakit. Tapi benarkah demikian ?

Obat adalah merupakan bahan yang dalam jumlah tertentu dan tepat dapat dimanfaatkan untuk mendiagnosa, mencegah atau menyembuhkan penyakit dan memelihara kesehatan.

Menurut cara pemakaiannya, obat dapat dibagi 2 macam yaitu Obat dalam ( oral ) dan obat luar. Obat oral yaitu obat yang diminum seperti tablet, kapsul,kaplet dan sirup. Sedangkan obat luar yaitu obat yang tidak diminum dan digunakan dengan cara seprti dioleskan (krim,lotion,obat gosok), diteteskan ( Tetes mata, tetes telingan, tetes hidung), dimasukkan dalam anus ( rektal / supositoria ) dan ditempelkan ( plester,koyo ).

Menurut cara pemakaiannya, obat dibagi dalam 3 golongan, yaitu :

  1. Obat Bebas : adalah obat yang bisa dijual atau dibeli secara bebas di toko obat atau apotik tanpa resep dokter. Obat bebas pada kemasannya ditandai dengan lingkaran dengan dasar warna hijau

  2. Obat Bebas terbatas : adalah yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas. Pada kemasannya dicantumkan tanda P (Peringatan). Obat bebas terbatas  ditandai dengan Lingkaran dengan dasar warna biru

  3. Obat Keras : adalah obat yang dapat dineli dio apotek atas resep dokter dan dapat pula diulang tanpa reep baru jika dokter menyatakan pada kemasannya boleh diulangi. Obat keras pada kemasannya ditandai dengan Lingkaran dengan warna dasar merah dan hurup K dalam lingkaran tersebut.

Obat yang baik dan berkualitas harus kita perhatikan :

  1. Kemasan harus bagus, tidak ada yang rusak, retak atau berlubang
  2. Kemasan masih tersegel dengan baik
  3. Tanggal kadaluarsa obat harus jelas

Lalu bagaimana cara pengunaan obat yang benar ?

  1. Obat digunakan tepat waktu sesuai aturan pemakaian,misalnya :Diminum 3 kali sehari berarti obat diminum setiap 8 jam sekali atau obat diminum sebelum atau sesudah makan
  2. Jika menggunakan obat-obat bebas, ikuti petunjuk pada penandaan dan brosur/leaflet
  3. Untuk mengetahui cara penggunaan obat yang benar, tanyakan pada apoteker

Setelah mendapatkan obat, lalu bagaimana cara menyimpan obat yang baik :

  1. Simpan obat pada suhu kamar
  2. Hindarkan dari sinar matahari langsung atau lembab.
  3. Jangan menyimpan sediaan cair pada lemari es kecuali tertulis pada label
  4. Jauhkan dari jangkauan anak-anak
  5. Jangan menyimpan obat yang sudah kadaluarsa

hal lainnya yang harus diperhatikan selama kita menjalani pengobatan adalah :

  1. Informasi tentang riwayat alergi terhadap obat tertentu, misalnya antibiotik
  2. Perhatikan kondisi  saat itu, apakah masa kehamilan atau menyusui

Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menjadikan kita lebih waspada terhadap penggunaan obat dan pengobatan. (rozie,ibin,dewi )

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, Mengenal Kesehatan Masyarakat, UNIT RAWAT JALAN. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s