Merasa Benar

lwn guru anangBanyak orang yang dalam kesehariannya bersikap dan bertindak selalu merasa benar dan menganggap pendapat orang lain salah. Tipe orang begini sering kita sebut sebagai orang yang egois atau idealis. Kalau idealis dilatarbelakangi dengan tingkat pendidikan yang benar, boleh..boleh saja, namun jangan sampai kebablasan sehingga mengakibatkan kerugian bagi orang lain. Sebaliknya idealis tanpa latar belakang pendidikan yang benar sering disebut keras hati atau keras kepala atau bisa juga disebut pintar-pintar bodoh. Idealis lantaran mempertahankan prinsip sah-sah saja hukumnya, namun bila menyebabkan mudarat bagi orang lain justru haram hukumnya. Misalnya para pelaku bom bunuh diri baru-baru ini, dimata mereka mungkin prinsip yang mereka pegang benar, tapi kalau justru menyebabkan kematian bagi orang lain ( apalagi sesama muslim ) apa hukumnya ? mati syahid apa mati sakit. Pendapat ini yang harus kita luruskan. Kita hidup di Indonesia yang mayoritas muslim, membunuh sesama muslim haram hukumnya walaupun niatnya mengahancurkan kezholiman, kekufuran atau kebiadaban orang kafir. Sekarang siapa di Indonesia ini yang dapat disebut orang kafir…walaupun berbeda agama mereka toh juga sahabat bahkan saudara kita. Rasullullah saja menghargai kaum Nasrani dan Yahudi yang tinggal bersama beliau. Sebaliknya, Rasullullah menjadi sangat keras bila sampai Islam dilecehkan. Situasi seperti jaman Rasullullah tersebut tentu saja berbeda pada saat sekarang, dulu Rasullullah berjuang sendirian untuk mempertahan agama Allah, sekarang di Indonesia agama Allah tersebut ( Islam maksudnya ) telah berdiri kokoh bahkan sebagai negeri dengan masyarakat Muslim terbanyak di dunia. Setiap tahun kita boleh bangga jemaah haji kita jutaan orang memenuhi Makkah dan Madinah, belum lagi yang ber-umrah atau yang berkerja sebagai TKI di sana. Di tiap kota,kabupaten,bahkan pedesaan, Mesjid dan surau mudah ditemui, bahkan berdiri megah. Kita juga telah leluasa menjalankan dan menegakkan perintah Agama. Negeri kita yang adalah negeri yang cinta damai ini, perlu dialog dan kesepakatan bila terjadi perselisihan. Kita harusnya malu,sebagai negeri muslim terbesar yang menjunjung tinggi demokrasi dan persaudaraan, bom sering kali meledak dan menimbulkan korban jiwa. Lalu apa yang kita cari..kebenaran hakiki, kebenaran prinsip apa kebenaran hanya karena kepentingan golongan saja. Kebenaran seharusnya cukuplah berada di dalam hati kita karena kebenaran hanyalah milik Allah. Dan akhirnya kita juga jangan selalu merasa benar karena merupakan pertanda ” riya ” , sifat ujub dan takabur yang sangat dibenci Rasullullah. Biarlah Allah SWT saja yang mengetahui isi hati kita karena Dia- lah yang berhak menentukan hidup dan mati kita. Sadarlah para saudaraku…sikap merasa benar janganlah dipelihara karena akan merugikan diri kita sendiri pada akhirnya. Santun, rendah hati, menerima pendapat orang lain dan ringan tangan merupakan sikap dan sifat Rasullullah yang seharusnya justru kita teladani.

Pos ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s