Tiga Perawat wanita ditetapkan sebagai pengelola Puskesmas Pembantu

Sebagai wujud emansipasi wanita dan penghargaan terhadap perawat Wanita, Kepala Puskesmas Sungkai H.M.Fakhrurrozie,SKM,MAP  menunjuk 3 orang perawat wanita yang selama ini  bertugas di UGD dan Puskesmas Sungkai sebagai pengelola Puskesmas Pembantu. Walaupun tidak bertugas penuh di Pustu, keberadaan mereka ternyata mendapat sambutan hangat dari masyarakat sekitar. Ini terbukti dengan semakin banyaknya pengunjung yang memanfaatkan fasilitas Puskesmas Pembantu tersebut.

Apriyati,A.Md ( Peng Pustu Keramat Mina)

Apriyati,A.Md ( Peng Pustu Keramat Mina)

Maya Inda Sopiyan,AMK (Peng.Pustu Cintapuri)

Maya Inda Sopiyan,AMK (Peng.Pustu Cintapuri)

Novie Julia Fitri,AMK ( Peng.Pustu Garis Hanyar )

Novie Julia Fitri,AMK ( Peng.Pustu Garis Hanyar )

 

 

 

 

 

 

Mereka tadi adalah :

1. Novie Julia Fitri,A.Md sebagai pengelola Puskesmas Pembantu Garis Hanyar

2. Apriyati,A.Md sebagai pengelola Puskesmas Pembantu Keramat Mina mendampingi Aspiani

3. Maya Inda sopiyan,A.Md sebagai pengelola Puskesmas Pembantu Cintapuri menggantikan Salbani yang ditugaskan di Puskesmas Sungkai sebagai Koordinator Imunisasi dan JKN.

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI | Tag , , | Tinggalkan komentar

Puskesmas Sungkai terapkan 3 Kawasan

Spanduk KTR di papan nama Puskesmas

Spanduk KTR di papan nama Puskesmas

Spanduk KTR di jalan masuk UGD

Spanduk KTR di jalan masuk UGD

Demi menciptakan rasa aman,nyaman, indah dan bersih, Puskesmas Sungkai menerapkan 3 kawasan dalam lingkungan Puskesmas Sungkai.Tiga Kawasan tersebut adalah Kawasan Tanpa Rokok, Kawasan tanpa Sampah dan kawasan tertip parkir. Pemberitahuan 3 kawasan ini terpampang jelas pada spanduk yang terpasang di papan nama Puskesmas Sungkai dan jalan masuk UGD. Menurut kepala Puskesmas Sungkai H.M.Fakhrurrozie,SKM,MAP  upaya penyampaian pesan ini kepada masyarakat pengunjung Puskesmas tidak lain sebagai informasi bahwa sebagai instansi pemerintah dibidang kesehatan wajib hukumnya menerapkan kawasan tersebut.(zie)

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Kamarullah menjadi Bendarawan Barang Dinkes Banjar

Kamrullah,S.Kep ( Perawat, Surveilan,Diare tahun 2005-2014 ) Kesehatan,

Kamrullah,S.Kep

Mengawali tahun 2014 ini satu lagi karyawan Puskesmas Sungkai yang pindah tugas. Adalah Kamarullah,S.Kep yang selama ini memegang tugas program Surveilans, Diare dan Kusta serta UGD terhitung 1 April 2014 dipindah tugaskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar. Di Dinas Kesehatan yang bersangkutan ditugaskan sebagai bbendarawan Barang menggantikan petugas lama yang pindah tugas ke RSUD Ratu Zaleha. Dengan berkurangnya tenaga perawat ini, khususnya yang PNS maka secara otomatis akan menumpukkan beban tugas program kepada petugas yang tertinggal, apalagi disaat kami kami menjalani proses persiapan menjadi Puskesmas BLUD. Mudah-mudahan segera mendapatkan pengganti, terutama yang PNS pada priode pengangkatan CPNS yang baru nanti. (zie)

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, Profil Karyawan | Tag , , | Tinggalkan komentar

Ambulan Sungkai selalu stanby

AMbulan Foto0432Berdasarkan surat Kepala Dinas Kesehatan tanggal  3 Juni  2014 tentang penggunaan mobil Puskesmas keliling . Dalam surat nomor 445/651-II/ Dinkes tersebut disebutkan bahwa penggunaan mobil Puskesmas keliling hanya untuk menunjang program kesehatan  meliputi promotif,preventif, kuratif dan rahabilitatif diluar gedung Puskesmas, mengangkut orang sakit, kecelakaan dan  melahirkan. Disamping itu yang terpening mobil Pusling tidak boleh digunakan untuk menjemput atau mengangkut jenazah.

Sudah jauh- jauh hari sejak Puskesmas Sungkai ditetapkan sebagai Puskesmas UGD, Mobil Pusling yang sekarang berganti baju menjadi Ambulan tersebut selalu stanby 24 jam di halaman UGD Puskesmas. Tidak hanya itu, Mobil operasional kami Daihatsu Luxio juga selalu stanby untuk kebutuhan kegiatan lapangan Puskesmas, termasuk kegiatan lintas sektor seperti transfort peserta senyum pelangi sebanyak 9 orang dan tranfort peserta senam Lansia 7 orang kamis 12 Juni 2014 lalu.Kepala Puskesmas Sungkai H.M.Fakhrurrozie,SKM,MAP  menyatakan bahwa upaya ini dilakukan tidak lain untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, khususnya penderita UGD yang harus dirujuk ke RS dan mobilisasi kegiatan lapangan Puskesmas setiap saat. Dengan adanya 2 mobil maka kegiatan Puskesmas baik rujukan  emergensi dan kegiatan lapangan rutin seperti Posyandu dan Pusling tidak terkendala.

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, PELAYANAN PUSKESMAS SUNGKAI | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Laporan penggunaan Dana BOK dipublikasikan

Laporan Penggunaan Dana BOK Puskesmas Sungkai selama 4 bulan

Laporan Penggunaan Dana BOK Puskesmas Sungkai selama 4 bulan

Demi trasnparansi penggunaan dana Bantuan Operasional Kesehatan Puskesmas Sungkai tahun 2014, laporan penggunaan dana tersebut kami publikasikan kepada seluruh karyawan termasuk pengunjung Puskesmas. Laporan yang terpanpang di papan pengumuman tersebut bisa dilihat oleh setiap orang, terutama karyawan Puskesmas.

Sampai terhitung bulan April 2014, penyerapan dana BOK Puskesmas Sungkai sebesar 30 % dari total sebesar Rp.112 juta.

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI | Tag , , | Tinggalkan komentar

Puskesmas Sungkai terapkan pola gabungan Pembagian Jasa Pelayanan Kapitasi BPJS

Kepala Puskesmas saat memberikan paparan tentang formulasi pembagian jasa pelayanan

Kepala Puskesmas saat memberikan paparan tentang formulasi pembagian jasa pelayanan

suasana pembagian Jasa Pelayanan JKN ( Kamis 12-6-2014)

suasana pembagian Jasa Pelayanan JKN ( Kamis 12-6-2014)

Demi menerapkan rasa keadilan bagi seluruh karyawan Puskesmas Sungkai, tidak terkecuali bagi yang TKS maupun magang sekalipun, Kepala Puskesmas Sungkai menginisiasi pola gabungan sistem pembagian Jasa Pelayanan Kapitasi BPJS. Pola gabungan sistem poin antara Permenkes no 16/ 2014 dengan sistem poin mengacu salah satu RS pemerintah di Jawa Timur menampilkan penilaian poin terhadap   nilai meliputi latar belakang pendidikan atau profesi, Jabatan di JKN (menurut Permenkes 16/2014), ditambah masa kerja, golongan, status kepegawaian, resiko tempat tugas, beban kerja dan kehadiran di Puskesmas. Dengan pola gabungan ini, terdapat standar penilaian jasa pelayanan yang lebih realistis, rasional dan adil. Pola ini akan sangat berbeda dengan sistem persentasi yang terkesan lebih menguntungkan beberapa pihak atau standar permenkes yang belum menampilkan banyak kreteria  demi rasa keadilan.

Pola gabungan ini di presentasi beliau pada rapat intern Puskesmas hari Rabu,11 Juni 2014. Rapat intern  terkait pencairan dana kapitasi yang telah diterima Puskesmas Sungkai hari yang sama (pagi) sebesar Rp. 37. juta selama 4 bulan. Rapat yang dihadiri  hampir 90 %  karyawan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Puskesmas H.M.Fakhrurrozie,SKM,MAP didampingi bendaharawan JKN yuli Redawati,SKM dan Pengelola JKN Salbani. Dalam rapat yang berlangsung hampir 2 jam banyak terdapat masukan dari karyawan tentang skor penilaian dan kehadiran. Setelah dilakukan diskusi akhirnya diambil kesepakatan bahwa seluruh karyawan memutuskan menggunakan pola gabungan dalam formulasi pembagian jasa pelayanan kapitasi JKN karena dinilai lebih adil dan kredibel.

Untuk lebih lengkap, kami sampaikan  skor penilaian versi Pusjsmas Sungkai yang mingkin saja bermanfaat bagi teman-teman sesama Puskesmas dalam membagi jasa pelayanan Kalpitasi JKN. Kami juga telah menerapkan program aplikasi Microsoft Excel yang dirancang oleh Kepala Puskesmas sehungga menudahkan dalam perhitungannya.

Kriteria Jasa Pelayanan

 

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Kepala Puskesmas janjikan peserta BPJS tidak kekurangan obat

DSC_0026Lontaran janji tersebut disampaikan Kepala Puskesmas Sungkai saat lokakarya mini bulanan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 10 Juni 2014 di Aula Puskesmas. Saat itu Kepala Puskesmas menegaskan bahwa semua peserta BPJS yang mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Sungkai harus dipastikan mendapatkan obat yang dibutuhkan sesuai indikasi dan diagnosa penyakit yang bersangkutan. Ditegaskannya pula bahwa pemberian obat kepada penderita haruslah berpatokan pada standar pengobatan rasional dan formularium yang berlaku.Upaya yang dilakukan ini selain untuk memastikan peserta BPJS akan mendapatkan pelayanan yang semestinya, juga dalam rangka turut memacu peningkatan peserta BPJS di kemuadian hari. Apalgi nantinya pada saat Puskesmas Sungkai sudah resmi menyandang status BLUD tahun 2015 mendatang. Beliau menegaskan bahwa dana pengadaan obat tersebut akan diambilkan dari sebagian dana kapitasi yang diterima Puskesmas Sungkai setiap bulan sesuai acuan peraturan yang berkenaan, yaitu Perpres dan Permenkes yang berlaku.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Puskesmas Sungkai juga menyampaikan beberapa permasalahan terkait program yang berjalan sampai saat ini, seperti pencapaian UCI, Kesga, Gizi dan kepegawaian. Disampaikannya tentang pemberitaan Puskesmas Sungkai menuju BLUD pada koran Metro Banjar edisi 6 juni 2014. Beliau menandaskan bahwa pemberitaan tersebut adalah murni inisiatif wartawan koran bersangkutan, tidak ada sedikitpun keinginan beliau untuk mempromosikan Puskesmas Sungkai. Wawancara via ponsel kepada beliau sebelumnya juga telah mendapat ijin Kadinkes Banjar. Menurut beliau informasi yang diberikan lebih bersifat umum karena memperkirakan berita yang akan ditampilkan nantinya lebih bersifat umum pula yaitu meliput tentang persiapan 5 Puskesmas di Kabupaten Banjar yang akan menjadi BLUD.(zie)

 

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI | Tag , , , | Tinggalkan komentar

Ambulan dan Luxio kami selalu stanby di Puskesmas

Mobil luxio selalau terpakir di halaman Puskesmas..siap selalu dipakai

Mobil luxio selalau terpakir di halaman Puskesmas..siap selalu dipakai

Suatu waktu pernah saya ditanya oleh rekan Puskesmas lain tentang penggunaan mobil operasional Daihatsu Luxio dan Ambulan Puskesmas. Kaget dan bingung jua mau menjawab apa. Pasalnya, saya sering mendengar adanya keluhan rekan Puskesmas tersebut  yang mengeluhkan tentang susahnya penggunaan mobil untuk kebutuhan tugas lapangan karena selalu dipergunakan dan dipakai sebagai operasional Kepala Puskesmas. Pernah pula rekan medis Puskesmas kami juga menyakan hal yang sama . Katanya mengapa saya selaku Kepala Puskesmas  tidak pernah menggunakan mobil luxio untuk keseharian tugas karena katanya Kepala Puskesmas lainnya selalu mempergunakannya.Saya jawab aja karena saya sudah mempunyai mobil pribadi. Rupanya beliau penasaran karena ada kalanya jua urusan ktugas ke dinas atau mengambil barang pun tidak pernah menggunakan mobil tersebut, justru lenih sering dengan mobil pribadi. Saya jawab lagi untuk menghemat BBM Puskesmas karena saya tidak pernah minta uang jalan, uang BBM apalagi SPPD. Saya tahu uang operasional Puskesmas saat ini tidak lebih dari sekedar cukup.

Rupanya beliau mengetahui tentang saya yang harus bolak balik sungkai Banjarbaru setiap 2 hari sekali mengunjungi keluarga. Memang, sudah 3 tahun ini sejak anak nomor 2 masuk sekolah di SMPN 1 Banjarbaru saya harus merelakan berpisah dengan mereka untuk bermukim di Banjarbaru demi pendidikan mereka. Apalagi sekarang sudah semua anak- anak bersekolah di sana, otomatis saya yang harus bolak balik ke Banjarbaru yang biasanya berangkat selepas sholat Isya dan berangkat tugas ke Sungkai lagi esok paginya jam 7 an

Sebelum  memiliki mobil pribadi keluaran 2004 hasil minjam di Bank , selama 2 tahun bolak balik menggunakan kendaraan roda 2 dinas. Tidak jarang saat pulang malam…kehujanan, ban bocor bahkan sampai terjatuh karena licin merupakan hal yang biasa. Jarak 40 KM Sungkai Banjarbaru sudah hampir dikenali setiap sudut jalannya demi keluarga. Tidak jarang pula orang tua sampai meneteskan airmata melihat saya datang kerumah malam jam 10 an dalam keadaan basah kuyup karena kehujanan. Bahkan beliau sampai mendoakan kami sekeluargga agar diberikan kemudahan dan kelapangan rejeki sehingga dapat memiliki mobil sehingga bisa bolak balik tidak kehujanan. Saat itu selama 2 tahun semuanya saya jalani dengan ikhlas karena saya merasa inilah Jihad yang harus saya jalankan  demi keluarga dan pekerjaan. Saya berusaha untuk tidak banyak mengeluh, apalagi harus mencari- cari posisi. Disamping merasa tidak mempunyai kapabilitas yang mumpuni untuk menduduki jabatan lainnya apalagi yang lebih tinggi, saya merasa Jabatan Kepala Puskesmas yang disandang saat tidak lebih dari sekedar amanah dari Allah SWT yang bisa saja setiap saat sewaktu-waktu di”rampas” oleh-Nya. Kita adalah pelayan masyarakat sehingga yang menjadi milik masyarakat haruslah ditempatkan pada posisi sebenarnya, termasuk mobil operasional dan Ambulan. Itulah sebabnya saya pribadi berusaha untuk tidak menggunakan mobil tersebut selain untuk kebutuhan dinas atau kegiatan lapangan. Siapa pun karyawan yang membutuhkan untuk kegiatan, boleh menggunakannya setiap saat. Jadi mengapa harus diributkan karena kalau semua sudah bisa menempatkan hak dan kewajibannya sesuai trek yang seharusnya….urusan dan permasalahan apapun gampang diatur dan Puskesmas pun kondusif.(zie)

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

78 anak sudah dapatkan sertifikat imunisasi

sertifikat Imunisasi yang telah diberikan

sertifikat Imunisasi yang telah diberikan

Terhitung sejak Januari 2014 sampai awal Juni 2014 yaitu selama kurang lebih setengah tahun berjalan,  Puskesmas Sungkai telah memberikan sebanyak  78 lembar sertifikat imunisasi kepada 78 anak yang telah menyelesaikan 5  imunisasi dasar lengkap. Tahun sebelumnya, kami telah memberikan sebanyak 160 lembar sertifikat imunisasi. Pemberian sertifikat yang semula merupakan program unggulan Puskesmas Sungkai tahun 2013,  saat ini sudah menjadi program Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar bersama Bunda PAUD dan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar. Sebagai bukti keseriusan kami dalam mendukung program bersama ini, kami juga sampai saat ini masih tetap menggratiskan pemberian sertifikat meskipun ada kalanya kami harus mengeluarkan biaya untuk pembelian kertas sertifikat yang realatif maham perlembarnya dan transfort petugas untuk pengurusan ke Dinas Kesehatan kabupaten memintakan pengesahan dan tanda tangan kepala Dinas Kesehatan.Upaya baik ini haruslah tetap disukseskan karena disamping untuk turut membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, lebih jauh kami berharap semoga menjadi berkah bagi kami dikemudian hari. (rozie)

 

 

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI | Tag , , , , | Tinggalkan komentar

Puskesmas Sungkai bantu warga yang ingin menjadi peserta BPJS

Brosur pengumuman pendaftaran BPJS yang disebar ke warga

Brosur pengumuman pendaftaran BPJS yang disebar ke warga

BPJS1

Poster pengumuman Pendaftaran BPJS di pintu masuk Puskesmas

Poster pengumuman Pendaftaran BPJS di pintu masuk Puskesmas

Terhitung sejak 1 Mei 2014 ,untuk meningkatkan partisipasi warga menjadi peserta BPJS  Puskesmas Sungkai sebagai salah satu Fasilitas Kesehatan tingkat I (FKP) membantu proses pendaftaran warga ke BPJS Kabupaten. Warga cukup membawa berkas terkait yaitu fotokopi Kartu Keluarga, KTP, Foto 3X4 2 lembar dan uang pendaftaran awal sesuai iuran kelas perawatan yang diinginkan , yaitu Rp.25.500 ( kelas III), 42.500 ( kelas II) dan 59.500 ( Kelas I) . Selanjutnya secara berkala Tim Pengalola BPJS Puskesmas Sungkai yaitu Yuli Redawati akan membawa berkas ke BPJS Kabupaten setiap jum’at untuk didaftarkan secara kolektif.

Informasi pendaftaran yang disampaikan langsung oleh Kepala Puskesmas Sungkai H.M.Fakhrurrozie saat Rapat Kordinasi Kecamatan di desa Berkat Mulia bulan April kemaren, disusul di desa Paku dan terakhir di desa Cabi bulan Juni ini, juga ditindaklanjuti dengan pembuatan brosur dan leaflet  informasi BPJS yang disebar ke seluruh desa wulayah kerja Puskesmas Sungkai. Lainnya, setiap ibu hamil dan penderita penyakit degeneratif serta menular akan diberikan leaflet pendaftaran setiap berkunjung ke Puskesmas. Infornasi juga dibantu oleh seluruh bidan di desa yang berperan sebagai koordinator pendaftaran di desa. Menurut Kapala Puskesmas Sungkai, upaya ini disamping untuk meningkatkan peran serta aktif warga menjadi peserta Mandiri BPJS, juga memudahkan warga dalam proises pengurusan pendaftaran yang disamping memerlukan biaya tranbsport juga waktu yang tak sedikit.Sebelumnya banyak warga yang mengeluhkan tentang susahnya proses pendaftaran yang harus bolak- balik ke kabupaten karena berkas yang tidak lengkap sehingga memerlukan biaya trasnport yang tidak sedikit.

dengan adanya uapaya pendaftaran ini, seditnya Puskesmas Sungkai telah membantu masyarakat yang berkeinginan kuat untuk peserta BPJS secara mandiri. Sampai berita ini diturunkan sud ah ada sekitar 50 orang peserta baru yang mendaftar. Alhamdulillah….semoga upaya ini mendapat berkah dari Allah SWT. (rozie)

Dipublikasi di BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI, SERBA SERBI PUSKESMAS SUNGKAI | Tag , , | Tinggalkan komentar