Mutu manajemen mutu ISO untuk Puskesmas

SISTEM MANAJEMEN MUTU ISO
ISO adalah satu lembaga standar internasional yang berdiri pada 1947, dan beranggotakan 130 negara, bertujuan untuk meningkatkan kualitas perdagangan internasional yang berkaitan dengan barang dan jasa. Dengan demikian ISO adalah wadah koordinasi standar kerja bertaraf internasional. Banyak orang yang keliru selama ini mengira bahwa ISO adalah singkatan dari the International Organization for standardization. Padahal ISO adalah kosa kata dari bahasa Latin, yang sama artinya SAMA atau SEPADAN. Seperti sering kita mendengar ISOMETRIK yang artinya “ukuran yang berdimensi sama” ISOBAR, artinya “bertekanan sama” atau kata ISOTERM, artinya “bersuhu sama”.
ISO sebagai lembaga internasional yang berkedudukan di Jenewa (Swiss) juga bersepakat untuk membuat standar mutu yang sama baik dalam hal produk industri maupun jasa termasuk jasa layanan kesehatan di seluruh dunia. Ketika suatu unit organisasi layanan publik dinyatakan lulus ISO, itu artinya bahwa manajemen layanan organisasi tersebut telah diakui memeliki kesepadanan dengan manajemen organisasi lainnya yang juga bersertifikasi ISO di negara manapun didunia.
Alhasil, dengan lulusnya Puskesmas dari sertifikasi ISO 9001 pada bulan Nopember 2009, maka aplikasi manajemen di Puskesmas telah sama perlakuan pelayanannya terhadap pengguna jasa (customer) dengan Puskesmas lainnya seperti di Singapura, di Malaysia, atau di Indonesia seperti Puskesmas Tebet, Puskesmas Pasar Minggu (DKI Jakarta), Puskesmas Piyungan (Yogyakarta), Puskesmas Sleman dan Puskesmas lainnya yang telah tersertifikasi ISO.
SERTIFIKASI VERSUS AKREDITASI
Tidak jarang ada pertanyaan yang menggelitik. Apa perbedaan antara akreditasi dengan sertifikasi (ISO) ? Apakah sebuah organisasi yang telah terakreditasi perlu disertifikasi, atau apakah organisasi yang telah disertifikasi masih perlu diakreditasi ? Yang perlu dipahami, bahwa baik akreditasi maupun sertifikasi keduanya mengacu pada peningkatan mutu melalui implementasi standar pelayanan agar tercapai pelayanan prima yang memuaskan bagi pelanggan (custumer).Cuma bedanya, bahwa akreditasinya adalah bersifat wajib, sedangkan sertifikasi bersifat sukarela. Suatu organisasi yang sudah terakreditasi tidak serta merta mengantongi sertifikat ISO. Sedangkan organisasi yang sudah tersertifikasi biasanya sudah terakreditasi. Kalau toh belum terakreditasi, pada umumnya mereka lebih mudah menjalani proses akreditasi.
Organisasi yang sudah mengantongi sertifikasi (ISO) ada jaminan bahwa standar pelayanan yang tertuang dalam manual mutu telah dilaksanakan. Kelebihan suatu sistem manajemen mutu ISO, bahwa ia memiliki kemampuan telusur sehingga mulah melakukan audit manajemen. Hal ini tidak ditemukan pada perangkat akreditasi. Itulah sebabnya beberapa unit pelayanan kesehatan yang sudah terakreditasi, namun tidak sunyi komplain pengguna layanan (costumer). Mengapa ? Karena memang tidak ada jaminan bahwa semua anggota organisasi (pegawai) telah melaksanakan standar-standar yang telah ditetapkan pada instrumen akreditasi. Hal inilah yang membedakannya dengan sertifikasi (ISO), sesuai dengan prinsip utama ISO, yaitu : TULISKAN APA YANG ANDA KERJAKAN DAN KERJAKAN APA YANG ANDA TULIS”.
MANFAAT SERTIFIKASI ISO LAYANAN KESEHATAN
Ditengah maraknya kritik layanan kesehatan saat ini baik di Puskesmas maupun Rumah Sakit, seiring dengan semangat otonomi daerah, tuntutam layanan prima, demokratisasi, dan perlindungan hak asasi manusia (HAM). Tampaknya budaya organisasi kesehatan sudah harus melakukan perubahan paradigma. Dari paradigma lama yaitu provider needs ke costumer needs yaitu pemberian jasa layanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan, yang intinya pelayanan prima. Itu semua dapat dicapai melalui implementasi the total quality management. Salah satu caranya dengan melakukan sertifikasi (ISO) pada pemberi pelayanan kesehatan baik Puskesmas maupun Rumah Sakit.
Dengan adanya sertifikasi ISO ini tentunya sebuah akan selalu meningkatkan mutu pelayanan yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan diharapkan pimpinan serta semua karyawan selalu berusaha meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan perbaikan secara terus menerus dan berkelanjutan, sehingga konsumen / pasien yang berkunjung ke Puskesmas aman dan terlindungi.

About these ads

Tentang Muhammad Fakhrurrozie

lubuk hatiku's blog adalah blog yang berisikan sumbang saran dan gagasan tentang kesehatan umum, keperawatan,kedokteran dan pemberdayaan aparatur.Dikelola oleh seorang perawat yang mencoba membuka wawasan sesuai dengan latar belakang keilmuan yang dimiliki,
Tulisan ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI dan tag , , . Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s