Laporan Tahunan Puskesmas Sungkai 2008

Muh.Fakhrurrozie,AMK,SKM

PENDAHULUAN

Paradigma baru Puskesmas di era-desentralisasi, Puskesmas merupakan unit pelaksana pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan yang merupakan unit pelaksana tehnis dinas (UPTD). Kriteria umum yang dimiliki diantaranya  memiliki rencana, program dan kegiatan pengembangan yang berkelanjutan dengan didukung  oleh  tiga faktor yaitu sumber daya manusia, anggaran dan sarana dan prasarana kerja. Berdasarkan hal tersebut, maka Puskesmas merupakan satu satuan organisasi yang diberikan kewenangan kemandirian oleh Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota untuk melaksanakan tugas operasional pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan

Untuk menunjang keberhasilan upaya kesehatan Puskesmas telah dikembangkan aspek managemen tingkat Puskesmas. Diantaranya adalah laporan tahunan untuk melihat sejauh mana organisasi Puskesmas dapat melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan, ataupun hambatan- hambatan dalam pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan.

Puskesmas Sungkai sebagai salah satu Puskesmas di Kabupaten Banjar telah berusaha melaksanakan wewenang kemandirian tersebut sesuai dengan semangat paradigma baru. Salah satu kemandirian yang dilaksanakan adalah pembuatan laporan tahunan yang merupakan bukti pertanggungjawaban pelaksanaan program yang telah dilaksanakan selama  tahun 2008.

A.  DATA DASAR

  1. DATA GEOGRAFI

Puskesmas Sungkai terletak di Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Jumlah desa  yang  termasuk dalam wilayah kerja   adalah 14 desa

Batas- batas wilayah kerja  sebagai berikut ;

-  Sebelah    Utara   :   berbatasan dengan Kabupaten Tapin

-  Sebelah  Selatan   :  berbatasan dengan wilayah kerja Puskesmas    Simpang Empat

-  Sebelah  Timur   :  berbatasan dengan  wilayah kerja Puskesmas  Sambung Makmur dan Kabupaten Tapin

-  Sebelah  Barat     :  berbatasan dengan Wilayah kerja Puskesmas Simpang Empat

Puskesmas Sungkai terletak di desa Sungkai yang berjarak sekitar 36,5 km dari Martapura ( ibukota Kabupaten ) dan 77 km dari Banjarmasin   ( Ibukota  Propinsi )

Keadaan geografis wilayah kerja Puskesmas Sungkai mayoritas berupa dataran rendah, rawa dan pegunungan. Wilayah kerja Puskesmas Sungkai yang daerahnya berupa tanah rawa adalah desa Banua Hanyar, sebagian  Cintapuri dan Garis Hanyar. Sedangkan daerah yang berupa dataran tinggi atau pegunungan adalah desa Rantau Bujur, Loktanah, Rampah dan Telaga Baru. Hampir semua wilayah kerja Puskesmas Sungkai dapat dicapai dengan menggunakan transportasi  darat. Terkecuali pada musim hujan dimana jalanan menuju daerah pegunungan dan rawa tidak memungkinkan dilewati kendaraan roda empat.

Adapun luas wilayah masing- masing desa yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Sungkai adalah terlihat pada tabel 1. Pada tabel 1 diketahui bahwa desa yang paling luas adalah Rantau Bujur  ( 75 km2 ), sedangkan yang paling kecil adalah desa Batu Balian    ( 8 km2 ). Namun desa dengan penduduk terpadat adalah desa Batu Balian yaitu  397,6  orang/km2, sedangkan terjarang adalah desa Banua Hanyar    13,5  orang / km 2 .

Tabel I.1   :   Luas Desa dan Kepadatan Penduduk di Wilayah  Kerja    Puskesmas Sungkai tahun 2008

NO

NAMA DESA

LUAS  ( km   )

PENDUDUK

KEPADATAN

( orang / km   )

1

Batu Balian

8,00

3248

406

2

Sungkai

20,00

1518

75,9

3

Pasar Lama

10,95

1179

107,7

4

Sungkai Baru

10,50

1695

161,4

5

Berkat Mulia

15,00

1002

66,8

6

Paku

10,00

869

86,9

7

Garis Hanyar

8,71

1333

153,04

8

Keramat Mina

8,50

1834

215,8

9

Cintapuri

48,25

2335

48,4

10

Banua Hanyar

45,00

621

13,8

11

Rantau Bujur

75,00

1129

15,1

12

Loktanah

31,00

1115

36

13

Telaga Baru

39,00

610

15,6

14

Rampah

13,00

423

32,5


Jumlah

342.91

18911

55,1

Sumber   : Proyeksi Dinkes Banjar  2007

2. DATA DEMOGRAFI

a. Jumlah Penduduk

Tabel I. 2 :   Data Jumlah Penduduk berdasarkan Jenis Kelamin  di

Wilayah Kerja Puskesmas Sungkai tahun 2008

NO

NAMA DESA

Laki- laki

Perempuan

Jumlah


Jml KK


1

Batu Balian

1574 1674

3248

699

2

Sungkai

784 734

1518

388

3

Pasar Lama

714 465

1179

281

4

Sungkai Baru

922 773

1695

412

5

Berkat Mulia

601 401

1002

222

6

Paku

410 459

869

215

7

Garis Hanyar

779 554

1333

286

8

Keramat Mina

974 860

1834

361

9

Cintapuri

1142 1193

2335

556

10

Banua Hanyar

320 301

621

185

11

Rantau Bujur

639 490

1129

313

12

Loktanah

632 483

1115

215

13

Telaga Baru

320 290

610

310

14

Rampah

283 140

423

180

Sumber   : Data proyeksi Dinkes Kab,Banjar 2008

Tabel I.  3:  Data Jumlah Penduduk berdasarkan Golongan Umur

Wilayah Kerja  Puskesmas Sungkai tahun 2008

NO

NAMA DESA

Neonatus / Bayi

Balita

Dewasa

1

Batu Balian

78

358

2812

2

Sungkai

36

167

1315

3

Pasar Lama

28

130

1021

4

Sungkai Baru

40

186

1469

5

Berkat Mulia

24

110

868

6

Paku

20

96

753

7

Garis Hanyar

31

147

1155

8

Keramat Mina

42

201

1591

9

Cintapuri

54

257

1024

10

Banua Hanyar

14

68

539

11

Rantau Bujur

26

124

979

12

Loktanah

14

122

967

13

Telaga Baru

26

68

516

14

Rampah

10

46

367


Jumlah

443

2080


Sumber   : Proyeksi Dinkes Banjar 2008

b. Pendidikan

Jumlah sekolah yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungkai hingga    akhir tahun 2008 adalah :

-   18    buah Sekolah Dasar Negeri

-    2  buah sekolah Lanjutan pertama ( SLTPN 2  Pasar Lama dan SLTPN 4)

-   1   buah Pondok Pesantren Al Mubarokah di Desa Batu Balian

-   2   buah Madrasah Ibtidayah swasta ( Pasar Lama dan Paku )

-    2  buah SMP kecil ( Rantau Bujur dan Sungkai )

c.  Pekerjaan

Kebanyakan penduduk yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas   Sungkai bekerja di bidang pertanian tanaman pangan . Sisanya adalah di bidang perkebunan, pertanian lain, sektor perdagangan, jasa angkutan  dan industri pengolahan.




DATA KETENAGAAN

Tabel I. 6  :  Data ketenagaan Puskesmas Sungkai tahun 2008

No

Profesi

Pendidikan

Jumlah

1

Dokter Umum S 1

3

2

Dokter Gigi S 1

1

3

Apoteker S 1

1

4

Ahli Kesehatan Masyarakat S 1

1

5

Perawat Ahli S 1

1

6

Perawat Ahli Madya D 3

4

7

Nutrisionis D 3

1

8

Perawat Kesehatan SPK

7

9

Bidan Ahli Madya D 3

5

10

Bidan SPK ( + )

5

11

Sanitarian S 1

1

12

Perawat gigi SPRG

1

13

Pranata Laboratorium Kes. SMAK

1

14

Asisten  Apoteker SMF

1


Jumlah


31

Sumber  : Bag.Kepeg. Puskesmas Sungkai tahun 2008


6. DATA INVENTARIS BARANG

Tabel  I. 7  :   Data Sarana   Puskesmas Sungkai tahun 2008

No

SARANA / PRASARANA

JUMLAH

KONDISI

1

Puskesmas Induk

1

Baik

2

Puskesmas Pembantu

7

1 tidak ada bangunan , Pustu Banua Hanyar

3

Polindes

2

1 tidak ada bidan , Polindes Berkat Mulia

4

Posyandu

18

Aktif

5

Mobil Puskesmas Keliling

1

Baik

6

Kendaraan roda 2 dinas

7

5  Milik bidan

7

Unit Gawat Darurat

1

Baik

8

Rumah Dinas

4

baik

Sumber  :  Bag.Log. Puskesmas Sungkai tahun 2008

7. DATA KEUANGAN

  1. Pendanaan yang bersumber dari APBD Kabupaten Banjar berupa dana operasional kegiatan Puskesmas dan Pelayanan Kesehatan Dasar Gratis  (PKD-G)  24 jam
  2. Pendanaan yang bersumber dari Askeskin / Jamkesmas dalam  bentuk dana penunjang pelayanan kesehatan keluarga  Miskin
  3. Pendanaan yang bersumber dari dana Dekonsentrasi pemerintah Pusat    ( APBN ) dari Departemen Kesehatan.

KEGIATAN PROGRAM PUSKESMAS

A.     UPAYA KESEHATAN WAJIB ( “ BASIC SIX “  )

PROMOSI KESEHATAN

Tabel II.1   :   Hasil kegiatan program Promosi Kesehatan  Puskesmas Sungkai tahun 2008


KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

Pembinaan

Posyandu

18  buah

18

18

100

Polindes

2   buah

2

2

100

TOGA

14  buah

14

7

50

Dana sehat

14   buah

14

0

0

Poskestren

1  buah

1

1

100

Batra

10  buah

10

5

50

Pos Obat Desa

14 desa

7

0

0

BinaBimbingKader

90  0rg

90

57

63

Kerjasama Lin-Sek

6  X /tahun

4

6

150



Tabel II.2 :   Data  Laporan Hasil Kegiatan  Penyuluhan   Kesehatan      Masyarakat   Puskesmas Sungkai tahun 2008

No

KEGIATAN

TARGET

HASIL

%

1

Penyuluhan kelompok

12

12

100

2

Pembinaan kader

2 kali

2

100

3

Penyuluhan

12

12

100

4

Penyuluhan melalui siaran keliling

12

2

16,6

5

Penyuluhan Dengan menggunakan Alat Bantu

12

2

16,6

6

Penyuluhan dengan menggunakan Metode

12

2

16,6

7

Pemantauan PHBS :

-          Desa

-          Kepala Keluarga

-          Tempat Umum

-          Institusi Pendidikan

-          Institusi kesehatan

-          Tempat kerja


14

0

117

19

7

1


10

0

117

19

7

1

71

100

100

100

100

100

8

Jumlah desa terjangkau penyuluhan

14

14

100

9

Jumlah petugas  yang melaksanakan penyuluhan

30

30

100

10 Penyuluhan kelompok di Puskesmas

2

2

100

  1. 2. KESEHATAN LINGKUNGAN

Tabel II.3  :  Hasil kegiatan  Program Kesehatan Lingkungan tahun 2008

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

70Kesehatan Lingkungan

Cakupan Air Bersih

18911

60 %

6807

60

Inspeksi SAB

1043

625

438

70

Inspeksi SPAL

102

61

42

70

Inspeksi rumah sehat

4088

2453

1226

50

Inspeksi Jaga

1545

927

463

50

Pengawasan TPM

174

174

174

100

Pengawasan TP2

6

6

6

100

Pengawasan TTU

117

117

117

100

PengawasanIndustri Rumah tangga

14

14

14

100

Pembqngunan .:

SPAL

JAGA

SAB

14 Desa


84

100


119

Klinik sanitasi

1

1

1

3.   KESEHATAN IBU DAN ANAK  ( KIA )  TERMASUK  KELUARGA BERENCANA   ( KB )

Tabel II.4  :  Hasil kegiatan program KIA Puskesmas Sungkai

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

KIA

Bumil  K 1 murni

477

95 %

344

72,1

Bumil  K 1 Akses

477

95 %

445

91,4

Bumil K 4

477

95 %

289

59,3

Bumil Kunj.Lama



1882


Persalinan Nakes

455

90 %

267

57,5

Persalinan DK



133


Kunj. Neonatus K 1

433

90 %

406

91,6

Kunj. Neonatus K 2

433

90 %

406

91,6

Resti Bumil : Nakes

137

25 %

60

61,8

Resti Bumil:Masykat

99

20 %

22

26

Kunj.Bayi :  Baru



394


Kunj.Bayi :  Lama



392


Kunj.Balita : Baru



424


Kunj.Balita : Lama



724


Kunj.Bufas :

455

90 %

400

88

Kunj.Buteki Baru



394


Kunj.Buteki lama



406


Det.Dini Tumbang

-    Bayi

-    Balita





Pembinaan TK

2

2 X setahun

4

200

4.  PERBAIKAN GIZI

Tabel  II.5 :  Hasil kegiatan program Gizi Puskesmas Sungkai tahun 2007

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

Pemberian Fe 1 bumil

476

90 %

424

89

Fe 3 bumil

476

90 %

316

66

Fe Bufas

455

80 %

392

86

Vitamin A  Bayi

174

100 %

174

100

Vitamin A Balita

1927

90 %

1676

87

Vitamin A Bufas

455

80 %

392

86

5. PEMBERANTASAN PENYAKIT  MENULAR

Tabel  II.7  :  Hasil kegiatan program P2M Puskesmas Sungkai tahun 2008


KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

I M U N I S A S I

-      BCG

433

90 %

487

109,9

-      DPT HB   1

433

90 %

465

104,9

-      DPT HB   3

433

80 %

427

96,4

-      Polio 1

433

80 %

484

109,2

-      Polio 4

433

80 %

402

90,7

-      Campak

433

80 %

385

86,9

-      TT 1 bumil

477

90 %

336

70,4

-      TT 2 bumil

477

80 %

308

64,5

-  TT calon pengantin

166

90 %

149

87,6

-  TT calon pengantin

166

80 %

78

45,9

TBC    Paru Penemuan Suspek  yang periksa dahak

18911

240

63

26,2

Temuan penderita    BTA positif

240

24

6

24

Konversi

24

6

6

100

Sembuh ( thn.2007)

6

6

6

100

BTA negatif Rontgen positif

0

1

6

600

DO

0

1

1

100

Diare



Penemuan Penderita


18911


624


489

87

I S P A
Pneumonia

1891

189

107

56,6

Non Pnemonia



891


MALARIA
Malaria Klinis



299


Malaria Lab (+)



6


KUSTA
PB


18911

1

0

0

MB

1

4

400

Survei kontak



4


Pemeriksaan SD



3


6. PENGOBATAN

Tabel  II. 8 :  Hasil kegiatan Kunjungan Puskesmas Sungkai tahun 2008


KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

Kunjungan

Rawat jalan

18911

1882

20.582

108,8

Poli Gigi

18911

189

982

518,5

UGD



5146


Kunj.Askes



707


Kunj.KS/Askeskin



557


Tabel  II.9   :  Hasil keg.  Laboratorium Puskesmas Sungkai tahun 2008

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

Pemeriksaan

Darah



18911

719

547

76

Urine

419

226

54

Faeses

61

0

0

lain-lain

240

232

97

Rujukan

173

0

0

B. UPAYA KESEHATAN PENGEMBANGAN

  1. DATA CAKUPAN PELAYANAN DALAM GEDUNG
    1. a. PELAYANAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT

Tabel  II.10   : Hasil pencapaian pelayanan kes.gigi dan mulutPuskesmas Sungkai Tahun 2008

NO

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

1

Tumpatan tetap gigi permanent



203


2

Tumpatan tetap gigi sulung



169


3

Pengobatan peny.pulva



283


4

Pengobatan peny.periodental



242


5

Pencabutan gigi permanent



118


6

Pencabutan  gigi sulung



402


7

Pembersihan karang gigi



5


8

Lain-lain



3


Tabel  II.11  :  Kasus terbanyak penyakit rongga mulut Puskesmas SungkaiTahun 2008

NO

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

1

Peny.gusi dan periodontal



283


2

Peny.pulva & jaringan periapekal



445


3

Karies gigi



372


4

Kelainan dentopasial



0


5

Lain-lain



0


b. PELAYANAN UNIT GAWAT DARURAT (UGD)

Tabel II.12        :   Laporan 10 Kasus terbanyak UGD Puskesmas Sungkai Tahun  2008

No

NAMA KASUS

SASARAN

TARGET

HASIL

%



1.

Luka karena kecelakaan



61



2.

Trauma Kepala



16



3.

Trauma tidak disebut bagian tubuh



8



4.

Fraktur lengan bawah



7



5.

Fraktur Tibia,Fibula                         ,achilles



6



6.

Fraktur pergelangan tangan dan telapak tangan



5



7.

Fraktur bahu dan lengan atas



4



8.

Keracunan obat medikamentosa



3



9.

Luka Bakar



2



10.

Keracunan Pestisida



1


  1. DATA CAKUPAN PELAYANAN LUAR GEDUNG

a. USAHA  KESEHATAN SEKOLAH (UKS ) / UKGS

Tabel  II.13  :   Hasil  kegiatan  program  UKS  Puskesmas Sungkai   tahun 2008

No

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL KEGIATAN

%

1

Jumlah  SD

UKS/UKGS

18

18

18

100

2

Jmlah SD dgn sikat

gigi massal

18

18

2

11,1

3

Jlh.murid SD Kls

V/VI

563


560

99,8

4

Jlh murid SD Kls

V/VI yg perlu

perawatan

563


362

64,3

5


5

Jlh murid SD Kls

V/VI yg telah

mendapat perawatan

563


423

75,1


6

Jumlah Kunjungan

petugas ke SD

18

36

36

100

b. USAHA KESEHATAN GIGI MASYARAKAT DESA ( UKGMD  )

Tabel  II.14  :    Hasil kegiatan program  UKGMD  Puskesmas Sungkai  tahun 2008


No

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

KEGIATAN

%

1

Jl.Desa

14

14

6

42,9

2

Jlh.desa binaan

14

39

12

30,76

3

Jlh Kader

14

28

20

71,42

4

Jlh kunj.petugas ke

Desa

14

39

25

64,1

5

Jlh.anggt.masy yg

dapat penyuluhan



69


6

Jlh.anggt.masy yg

Diperiksa



48


7

Jlh.anggt.masy yg

dapat pengobatan



32


8

Jlh.anggt.masy yg

Dirujuk



c. PROGRAM PELAYANAN KESEHATAN LANSIA

Tabel  II.15 :     Hasil kegiatan program  Lansia  Puskesmas Sungkai

No

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL KEGIATAN

%

1

Prausila baru Yg dapat

Yankes

18911

1621

655

40,4

2

Usila baru yg mendapat yankes

18911

608

283

46,5

3

Usila resti baru yg mendapat yankes

18911

424

140

33

4

Posyandu lansia dibina

14 desa

45%

1

14,2

  1. d. PROGRAM PERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT

Tabel  II.16  :  Hasil kegiatan program Perkesmas Puskesmas Sungkai

No

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

1

Bayi



18911

100

136

136

2

Balita

207

224

108

3

Usila

63

60

95

4

Penyakit kronis

16

194

200

5

Maternal

112

225

200

6

Tindak lanjut Perwt.

32

374

116


e.   PROGRAM PEMELIHARAAN KESEHATAN PARA BAYAR

Tabel  II.17  :    Hasil kegiatan program Pemeliharaan Kes.Para Bayar Puskesmas Sungkai  tahun 2008

No

KEGIATAN

SASARAN

TARGET

HASIL

%

1

Penduduk yg punya

kartu peserta JPK

18911

4192

3169

75,5

2

Gakin/Masy.rentan ygpunyaAskeskin/ jamkesmas

18911

4192

557

13,

3. DATA  10 PENYAKIT MENULAR

Tabel  II.18 :  Data 10 kunjungan Penyakit Menular Puskesmas Sungkai

No

ICD

Nama Penyakit

Jumlah

1

1804

Penyakit Infeksi Akut lain pd sal.nafas atas

1896

2

0105

Diare dan Gastro Enteritis Spesifik

540

3

3805

Penyakit Kulit Infeksi

258

4

0104

Infeksi Protozoa :Disentri Amoeba

228

5

1203

Konjungtivitis

216

6

0102

Typoid Perut

144

7

0201

Kunjungan TB Paru

25

8

0503

Malaria Klinis

24

9

0304

Kunjungan Kusta

12

10

0103

Infeksi lain : Disentri Basiler

12

Sumber  : SP2TP Puskesmas Sungkai 2008

4. DATA  10 PENYAKIT DEGENERATIF

Tabel  II.19 :   Data 10 kunjungan Penyakit Degeneratif  / Tidak Menular

No

ICD

Nama Penyakit

Jumlah

1

2102

Gastritis

645

2

4001

Rematik

588

3

1601

Hipertensi

528

4

1905

Asma Bronkiale

456

5

2003

Karies gigi

420

6

3807

Dermatitis lain

396

7

0806

DM

168

8

3808

Dermatitis Kontak Alergi

148

9

4115

Nyeri tidak jelas

144

10

1302

Kunjungan Otitis Media

96

Sumber  : SP2TP Puskesmas Sungkai tahun 2008

5. DATA PENGGUNAAN OBAT TERBANYAK

Tabel II.20  :   Data 10 Pemakaian Obat Terbanyak

NO

NAMA OBAT

JUMLAH

1.

Paracetamol 500 Mg Tablet

33.242

2.

Tablet Tambah Darah

25.984

3.

CTM 4 mg

24.394

4.

Vit.B.Komplek

23.553

5.

Amoksisilin 500 mg

18.348

6.

Deksametason 0,5 mg

17.609

7.

Antasida DOEN

11.924

8.

Vitamin B 6   10 mg

10.515

9.

Gliseril Guayakolat  100 mg

9.939

10.

Vitamin B 1  50 mg

8.705

Sumber : Bag.Obat Puskesmas Sungkai 2008

6.   DATA KASUS YANG DIRUJUK

  1. Bidan desa ke Puskesmas :
    1. Kasus Kebidanan                                                         :     35
    2. Kasus non kebidanan                                                :     19
    3. 2.Pustu ke Puskesmas                                                          :
      1. Kasus penyakit degeneratif/ tidak menular            :      5
      2. Kasus penyakit menular                                               :     2
      3. Kasus gawat darurat kebidanan                                  :      0
      4. Kasus gawat darurat rudapaksa / KLL                      :    12
  2. 3.   Puskesmas ke RS kab  ( Ratu Zalekha + Banjarbaru )
  3. Kasus penyakit degeneratif/ tidak menular               :     55
  4. Kasus penyakit menular                                                :      11
  5. Kasus gawat darurat kebidanan                                    :     12
  6. Kasus gawat darurat rudapaksa / KLL  / bedah        :     32
  7. Puskesmas ke RS Propinsi (Ulin + RSJ )
  8. Kasus penyakit degeneratif / tidak menular                 :    6
  9. Kasus penyakit menular                                                    :    0
  10. Kasus gawat darurat kebidanan                                       :     0
  11. Kasus gawat darurat rudapaksa / KLL/bedah             :     7

PERUMUSAN MASALAH DAN PEMBAHASAN

A.    MASALAH

1.   Program Pencegahan Penyakit

  1. Imunisasi

Secara umum, pencapaian program imunisasi untuk bayi tahun 2008 telah mencapai UCI, sedangkan untuk Ibu Hamil TT 1 dan TT 2 serta Calon Pengantin TT 1 dan TT 2  belum mencapai target .

b.  TBC Paru

Pengobatan penderita TBC paru dari target penemuan suspek yang diperiksa dahaknya sebanyak 63  dari  seharusnya 240 orang (  26,3   % ). Temuan BTA positif adalah   6  orang dari seharusnya 24  orang ( 25  %)

c.   Diare

Penemuan kasus diare  yang terlaporkan sebanyak 489 orang  dari target   624 kasus ( 87 %), ini memperlihatkan masih tingginya kasus diare di   wilayah kerja Puskesmas Sungkai selama tahun 2008.

  1. 2. KIA
    1. Bumil K 1

Target kunjungan ibu hamil K 1 murni dan K 1 akses adalah 477                 orang (95%) .Pencapaian  kegiatan K 1 murni adalah 344 orang   (72,1% ). Sedangkan K 1 Akses pencapaian  445 orang  ( 91,4 % )

  1. Bumil K 4

Target kunjungan ibu hamil K 4 adalah  95 %. Pencapaian  kegiatan adalah  289   orang  atau  59,3   % .

  1. Persalinan Nakes

Target persalinan oleh tenaga kesehatan  adalah  90 %  dari sasaran ibu hamil 455  orang. Pencapaian  persalinan oleh nakes tahun 2008  mencapai    57,5   %  atau 267  orang.

  1. 3. Gizi
    1. Pemberian Fe 3  ibu hamil

Pencapaian pemberian  tablet  besi  Fe  3  untuk ibu hamil tahun 2008              adalah  316   orang ibu hamil  ( 66  % ) .

  1. Pemberian Fe ibu nifas

Pencapaian pemberian  tablet  besi  Fe  untuk ibu nifas ( post partum  sebelum 40 hari )  tahun 2008  adalah   392   orang ibu nifas  ( 86 % ) dari target 455  orang  (  90 %   )

  1. 4. Kesehatan Lingkungan

a.     Inspeksi   SPAL

Terget inspeksi Sarana Pembuangan Air Limbah tahun 2008 adalah                    61  buah  ,  pencapaian  kegiatan  42   buah atau  70  % dari dari target.

  1. Inspeksi Sarana Air Bersih

Terget Inspeksi SAB  tahun 2007 adalah 625  buah ,  pencapaian   kegiatan  438   buah atau    70   %  dari dari target.

  1. Inspeksi  Jamban Keluarga

Terget tahun 2007  adalah  927  buah ,  pencapaian   kegiatan  463   buah atau 50  % dari dari target.

  1. Cakupan  Sarana Air Bersih

Terget tahun 2008  adalah  60 % dari jumlah penduduk ,  pencapaian   kegiatan  6807  buah atau   60 %  dari dari target.

B.        PEMBAHASAN  MASALAH

  1. 1. Program KIA

Permasalahan pada program KIA tahun 2008 adalah tidak tercapainya target K 1 murni dan akses ibu hamil ,  K 4  bumil   dan  persalinan nakes. Beberapa hal yang diduga sebagai penyebab adalah :

  1. Rasio jumlah bidan desa dengan jumlah desa tidak ideal. Saat ini  jumlah bidan desa yang bertempat tinggal di desa hanya  8 orang dari 14 desa dalam wilayah kerja Puskesmas Sungkai. Beberapa desa yang tidak ada bidannya terpaksa harus dirangkap oleh bidan desa terdekat.
  2. Masih besarnya peran dukun beranak dalam pertolongan persalinan Keadaan ini selain karena kurangnya jumlah bidan desa juga karena dianggap  relatip  lebih murah dan dapat memenuhi tradisi budaya yang berlaku.

2. Program TBC paru

Permasalahan pada program TBC paru tahun 2008 sama seperti pada tahun-tahun sebelumnya, yaitu rendahnya cakupan suspek dan angka temuan penderita BTA positif . Beberapa hal yang diduga sebagai  penyebab adalah :

  1. Wilayah kerja Puskesmas Sungkai bukan sebagai daerah endemis TB Paru.Kenyataan selama 5 tahun berjalan, konsentrasi penderita banyak ditemukan di beberapa desa tertentu saja.
  2. Kurangnya kerjasama lintas program terutama dengan petugas lapangan  seperti dengan Pengelola Puskesmas Pembantu dan bidan di desa dalam membantu penemuan suspek
  3. Kurangnya pengetahuan masyarakat  dalam mengenal tanda, gejala dan prosedur pengobatan penyakit TBC yang baik dan benar.
  4. 3. Program Imunisasi

Penyakit- penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi seperti Difteri, Pertusis, Polio dan Hepatitis tidak ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Sungkai  selama tahun 2008 . Tetanus Neonatorum (TN) ditemukan 1 kasus, yaitu di desa Cintapuri. Hasil pelacakan menyimpulkan bahwa orang tua penderita selama hamilnya tidak pernah datang ke Posyandu dan memeriksakan kehamilannya di karenakan alasan  budaya. Pertolongan persalinan dilakukan  oleh Dukun beranak dan saat perawatan tali pusat dibubuhi dengan ramuan tradisional oleh DK tersebut.

Permasalahan pada program imunisasi adalah  imunisasi TT 1 dan  2 ibu hamil serta TT 1 dan 2  calon pengantin. Rendahnya cakupan Imunisasi TT ibu hamil diduga ada hubungannya dengan kurangnya jumlah Bidan Desa di wilayah kerja Puskesmas Sungkai, bahkan untuk 4 desa diatas hanya diisi oleh 1 orang bidan desa (Pemekaran Kecamatan Telaga Bauntung  tahun 2009). Rendahnya TT 1 dan TT 2 Catin diduga karena berkurangnya pasangan usia subur yang melangsungkan pernikahan di tahun 2008 .

4. Program Diare

Cakupan penemuan kasus diare tahun 2008 berjumlah 489 dari target  624 kasus (87%). Tingginya jumlah temuan kasus diare ini di duga ada hubungnnya dengan keberhasilan kinerja surveilans epidemiologi Puskesmas Sungkai dalam memantau kejadian kasus diare ini perminggu.

Masih tingginya kasus diare yang terpantau diduga disebabkan:

  1. Masih rendahnya cakupan pemakaian air bersih, terutama di daerah rawa dan pegunungan yang pada musim kemarau mengalami krisis air bersih/minum.
  2. Masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang pola hidup bersih dan sehat , seperti cuci tangan sebelum makan, jajan makanan sembarangan dll.

5. Program Kesehatan Lingkungan

Upaya kesehatan lingkungan dalam perbaikan mutu kesehatan masyarakat erat hubungannya dengan upaya pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan, seperti malaria, kecacingan, diare, TBC paru, demam berdarah, anemia karena kecacingan, ISPA, penyakit kulit dan lainnya.

Rendahnya inspeksi SPAL, SAB, Jamban Keluarga dan cakupan air bersih sangat terkait dengan kurang aktifnya petugas ke lapangan yang disebabkan tidak tersedianya dana dan sarana  serta faktor geografi meliputi luas wilayah dan karakteristik wilayah. Hal lainya yang diduga sebagai penyebab adalah tugas rangkap yang dipegang oleh pengelola program dimana juga sebagai pengelola  administrasi Puskesmas.

Rendahnya cakupan air bersih disebabkan kurangnya sarana air bersih yang tersedia di masyarakat .

6. Program Gizi

Permasalahan program gizi tahun 2008  banyak terkait dengan upaya perbaikan anemia gizi besi ( AGB )  pada ibu hamil dan nifas, serta pemberian kapsul vitamin A pada bayi . Permasalahan pada program gizi erat hubungannya dengan penyebab permasalahan pada program KIA karena keterkaitan keduanya  secara lintas program. Sedangkan upaya mengatasi masalahnya juga  sangat terkait dengan program KIA dimana peran  bidan didesa sangat besar dalam hal ini.

C.    ANALISA DAMPAK PENYAKIT

Pola penyakit di wilayah kerja Puskesmas Sungkai Kecamatan Simpang Empat  tahun 2008 , berdasarkan sepuluh penyakit terbayak masih didominasi oleh penyakit-penyakit infeksi   berbasis lingkungan, seprti ISPA, diare dan penyakit kulit. Pergeseran terjadi pada penyakit degeratif yang telah memperlihatkan perubahan pada penyakit yang disebabkan oleh malnutrisi atau perubahan pola makanan, seperti Hipertensi,Gastritis dan Diabetes Melitus yang menunjukkan adanya peningkatan kasus dari tahun-tahun sebelumnya.

Beberapa penyakit biasanya mengalami peningkatan kasus  pada bulan atau musim tertentu, misalnya diare dan ISPA akan terjadi peningkatan pada musim kemarau. Kasus Diare banyak menyerang penduduk yang mengalami krisis air bersih dimana  air minum secara kuantitas dan kualitas mengalami perubahan. Sebaliknya alternatif   penggunaan air bersih lain seperti PAM belum tersedia. Peningkatan kasus ISPA erat hubungannya dengan perubahan kebersihan udara di wilayah kerja Puskesmas Sungkai yang sebagian besar merupakan daerah pegunungan tandus dengan areal pertambangan batubara yang marak.

1. STATUS KESEHATAN IBU DAN ANAK

Rendahnya cakupan K 1 dan K 4 bumil serta persalinan nakes ,  secara lintas program dengan imunisasi dan gizi, berdampak terhadap kemungkinan terjadingan  peningkatan angka kesakitan dan kematian ibu hamil, ibu melahirkan, bayi dan anak. Ini tidak saja berdampak secara program, besarnya pengaruh terhadap masyarakat yang dapat ditimbulkan dimasa mendatang  misalnya adalah  akan banyak anak- anak yang lahir tanpa orang tua, lahir BBLR, lahir cacat, ibu hamil dengan menderita eklampsi, ibu  melahirkan dengan perdarahan hebat dan sebagainya.

Beberapa upaya yang harus dipertimbangkan untuk mengatasi permasalahan ini diantaranya adalah :

  1. Permohonan tenaga bidan di desa kepada Dinas Kesehatan utnuk ditempatkan di desa- desa sulit secara geografis seperti Rampah, Telaga Baru, Lok tanah, Banua Hanyar dan Garis Hanyar.
  2. Peningkatan kerjasama lintas program dan lintas sektoral, khususnya dengan aparat dan tokoh masyarakat, dalam hal deteksi dini tanda- tanda kehamilan dan persalinan.
  3. Peningkatan upaya promosi kesehatan, khususnya pemanfaatan petugas yang ada secara efektif dan efisien.
  4. Mempertahan kerjasama lintas program yang sudah terbina baik, khususnya dengan imunisasi dan gizi.

2.   PENYAKIT MENULAR

  1. a. Program TBC paru

Penyakit TBC paru masih menjadi masalah kesehatan utama masyarakat. Menurut hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga ( SKRT)  tahun 1995, TBC paru merupakan penyebab kematian nomor 3. Tujuh puluh lima persen penderita  berasal dari golongan usia produktif dan ekonomi lemah. Penderita TBC paru  BTA positif adalah yang sangat bermasalah secara epidemiologi karena kemampuannya menularkan penyakit ini setiap saat kepada orang di sekitarnya. Setiap tahun, penderita BTA positif mampu menularkan sebanyak 10- 15 orang.

Rendahnya temuan suspek yang diperiksa dahaknya dapat menyebabkan kemungkinan masih banyaknya penderita yang belum terlacak di masyarakat.  Dampaknya akan  semakin beratnya penyakit yang  diderita, dan penularan penyakit yang semakin  lama dan luas. Keadaan yang sama dapat terjadi pula pada keadaan rendahnya angka konversi dan angka kesembuhan .

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak masalah  adalah :

  1. Peningkatan pelacakan  kontak penderita
  2. Peningkatan penyuluhan kesehatan masyarakat terutama yang terkait dengan penyakit TBC
  1. b. PENYAKIT YANG DAPAT DIBERANTAS DENGAN IMUNISASI

Rendahnya cakupan imunisasi TT bumil dan TT catin, dapat  berdampak kepada kemungkinan terjadinya kasus bayi lahir dengan menderita tetatus neonatorum (TN) yang dapat menyebabkan kematian. Dampak lainnya semakin banyaknya pasangan usia subur (PUS) yang secara lahiriah belum siap untuk membina keluarga karena usia muda. Ini karena imunisasi catin berhubungan dengan permohonan surat keterangan sehat calon pengantin  ( Kir Catin ) .

Beberapa upaya yang dapat ditempuh untuk pencapaian target imunisasi catin dimasa mendatang adalah :

  1. i.      Meningkatkan penyuluhan kepada remaja putri dan wanita usia subur tentang imunisasi TT, baik  kegunaan maupun frekwensi pemberiannya.
  2. ii.      Meningkatkan kerjasama lintas sektoral, khususnya dengan para  kepala desa dan pegawai pembantu pencatat nikah ( penghulu )


  1. c. DIARE

Tingginya kasus diare di Puskesmas Sungkai tahun 2008 yang diduga karena faktor lingkungan, prilaku dan pelayanan kesehatan, seperti pada teori penyebab masalah kesehatan secara umum menurut H.L.Bloom. Kasus diare juga masih merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia karena  eratnya hubungan penyakit ini dengan lingkungan yang tidak sehat  dan kemiskinan. Dampak yang dapat ditimbulkan adalah adanya kematian karena kehabisan cairan pada penderita ( dehidrasi berat ). Upaya- uapaya yang dapat ditempuh selain perbaikan mutu lingkungan hidup, peningkatan PHBS, pendistribusian oralit pada daerah potensial wabah dan peningkatan pendidikan kesehatan. Yang terpenting adalah adanya peran aktif dari petugas surveilans untuk memantau kasus ini secara berkala sehingga dapat dilakukan upaya- upaya pencegahan wabah sebelumnya.

3.  STATUS KESEHATAN LINGKUNGAN

Upaya kesehatan lingkungan dalam perbaikan mutu kesehatan masyarakat erat hubungannya dengan upaya pencegahan terhadap penyakit-penyakit yang berbasis lingkungan, seperti malaria, kecacingan, diare, TBC paru, demam berdarah, anemia karena kecacingan, ISPA, penyakit kulit dan lainnya. Semakin baik kesehatan  lingkungan  suatu masyarakat akan semakin baik pula derajat kesehatan masyarakat tersebut. Demikian pula sebaliknya.

4. STATUS GIZI

Permasalahan program gizi tahun 2006 banyak terkait dengan upaya perbaikan anemia gizi besi ( AGB )  pada ibu hamil dan nifas, serta pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas. Menurut United Nation ( 1994 ) tingginya prevalensi anemia pada kehamilan melatarbelakangi kematian pada ibu hamil, bersalin dan nifas sebagai akibat komplikasi kehamilan atau penanganannya. Bahkan diperkirakan  sebesar 50 % kematian maternal di negara- negara berkembang dilatarbelakangi secara langsung maupun tidak langsung oleh anemia defisiensi besi pada saat menjelang atau sewaktu bersalin.

Permasalahan pada program gizi berhubungan dengan permasalahan pada program KIA karena keterkaitan keduanya  secara lintas program. Sedangkan upaya mengatasi masalahnya juga  sangat terkait dengan program KIA  dimana peran  bidan didesa besar dalam hal ini.

PENUTUP

  1. A. SARAN DAN USUL

Berdasarkan  permasalahan dan pembahasan yang dilakukan,dalam rangka perbaikan upaya pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat di masa mendatang, beberapa saran yang perlu mendapat perhatian adalah :

  1. Meningkatan upaya promosi kesehatan kepada masyarakat  baik secara langsung maupun tidak langsung. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan arti pentingnya kesehatan, baik untuk diri mereka sendiri, keluarga, masyarakat maupun lingkungan sekitar.
  2. Mempertahankan kerjasama lintas program yang telah terbina baik untuk sinkronisasi hasil kegiatan agar tersedia data yang lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
  3. Meningkatan kerjasama lintas sektoral, terutama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama tingkat desa,  untuk peningkatan peran serta masyarakat             ( PSM ) di bidang kesehatan
  4. Memperbaiki managemen penyelenggaraan Puskesmas sesuai dengan semangat Puskesmas di era-desentralisasi, misalnya dengan metode ARRIME / ARRIF, terutama pada upaya pencatatan dan pelaporan  kegiatan program.

Sedangkan usulan kepada pihak terkait, khususnya kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar adalah :

  1. Perlunya tambahan tenaga kesehatan, khususnya tenaga Dokter Umum, perawatan  dan tenaga Kebidanan. Ini mengingat sampai saat ini tenaga tersebut dirasakan sangat kurang sehingga menghambat efektifitas pelayanan dasar kepada masyarakat.
  2. Perlu tambahan dan perbaikan sarana dan prasarana penunjang pelayanan,seperti pembangunan Pos Kesehatan Desa (POSKESDES) di desa-desa terpencil, perbaikan ringan dan berat Puskesmas Pembantu seperti Pustu Garis Hanyar dan Cintapuri, kendaraan roda 2 untuk petugas lapangan dan   ambulan Emergensi khusus untuk UGD.
  3. Perlunya diadakan pendidikan dan pelatihan  teknis dan fungsional  untuk petugas dalam rangka peningkatan dan perbaikan kinerja B. KESIMPULAN

Sesuai dengan semangat Puskesmas di era desentralisasi, pelaksanaan kegiatan program pokok Puskesmas Sungkai  telah berpedoman pada “ basic Six “ yang merupakan program wajib yang harus dilaksanakan. Walau dengan segala keterbatasan, terutama kemampuan dan ketersediaan sumber daya yang dimiliki, semua kegiatan pokok mampu terlaksanakan dengan baik sesuai petunjuk dan peraturan yang berlaku.

Adanya program pengembangan, seperti lansia, UGD, perkesmas dan gigi mulut, tidak menyurutkan semangat yang ada untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Dari segi pendanaan, telah ditunjang pula dengan subsidi dari Pemerintah Kabupaten Banjar lewat program Pelayanan Kesehatan Dasar–gratis (PKD-G)  24 jam. Alhasil adalah apa yang menjadi hak dasar masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas untuk mencapai Visi Indonesia Sehat 2010 dan Kabupaten Banjar Sehat 2010 semoga tercapai .

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI, PROFIL PUSKESMAS SUNGKAI. Tandai permalink.

2 Balasan ke Laporan Tahunan Puskesmas Sungkai 2008

  1. Hari kuntjoro berkata:

    Numpang masukan aja,pertama kami salut atas laporannya bisa dipakai sebagai inspirasi hanya beberapa hal perlu di petimbangkan barangkali, 1. itu Pada point 5, judulnya apa gak dipisah anatara pencegahan dan pemberantasan dan antara imunisasi dengan pemberantasan penyakit. ke 2. kalau melihat tabel hasil kegiatan imunisasi kok belum dipisah sesuai SPM Depkes 2010 bahwa UCI itu mencakup jangkauan pelyanan, tk perlindungan dan kelengk. cakupan dan itu ada targetnya sehingga diketahui sustu desa itu sudah UCI apa belum, dan susunanya perlu diurut biar agak konsisten. demikian trim

    • puskesmassungkai berkata:

      TERIMA KASIH ATAS MASUKANNYA, NANTI AKAN KAMI KONSULTASIKAN LAGI DENGAN DINAS KESEHATAN MENGENAI APA YG BAPAK PERTANYAKAN.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s