Keduanya sama-sama memperlihatkan akan masuknya kita pada tahun baru.Tahun baru merupakan waktu awal untuk kita mempersiapkan segalanya, baik itu rencana kerja, evaluasi kerja maupun aplikasi kerja daripada rencana tahunan yang telah kita susun sebelumnya. Memaknai tahun baru..ada baiknya kita mencoba untuk merenung hakekat tahun baru itu sendiri.
Tahun baru dibalik makna perhitungan waktu dimata Allah, tidak ada yang dimaksud dengan awal tahun, pertengahan tahun maupun akhir tahun. Semuanya sama. Hanya manusia sajalah yang mencoba untuk mengatur jarak waktu untuk mempermudahkan kita mengatur waktu itu sendiri. Manusia juga yang mencoba memperhitungkan adanya detik,menit, jam , hari,minggu,bulan dan tahun sebagai hitungan waktu.Semuanya tidak lain dengan maksud agar waktu juga dapat dijadikan “mainan” oleh manusia untuk berkarya, berkreasi dan sebagainya.
Namun sadarkah kita..semakin kita larut dalam arus waktu ,akan semakin terkikis pula target waktu kita berada di muka bumi ini.Sadarkah kita,semakin bertambah tahun justru semakin mengurangi jatah hidup kita sebagai insan dan makhluk Tuhan yang paling sempurna ini. Sadarkah pula kita, semakin bertambah tahun sudah banyakkah bekal yang akan kita persiapkan untuk mempersiapkan diri memasuki dimensi waktu yang lain..akherat.
Cobalah untuk tidak terlena dengan waktu. Waktu merupakan salah satu tipu daya syetan yang dipersiapkan olehnya untuk menjerumuskan manusia ke lembah dosa.Marilah kita untuk tidak memaknai waktu hanya sekedar menghitung sudah sejauh mana kita telah menghasilkan karya di muka bumi ini. karya-karya itu walaupun nantinya menjadi sebuah sejarah bagi anak cucu kita…lambat laun juga akan dilupakan orang. Sikap terbaik adalah menghargai waktu untuk mengisinya dengan nilai ibadah yang dapat menjadi bekal di kemudian hari.
Banyak cara untuk menjadikan pekerjaan duniawi bernilai ibadah. Bekerja dengan sunguh-sungguh secara profesional dan lkhlas,segera menyelesaikan tugas dan tanggung jawab yang diembankan kepada kita secara jujur dan tepat, menciptakan pekerjaan lainnya yang bermanfaat untuk masyarakat disela-sela waktu selesainya tugas kita, dan lainnya. Semuanya bernilai ibadah bila kita sungguh-sungguh melakukannya.
Tidaklah usah berharap penghargaan yang kita terima datangnya dari manusia. Apalagi bila harapan kita tadi berujung imbalan jabatan duniawi yang saling sikut,saling tendang atau saling tonjok untuk meraihnya.Bukan kejayaan yang akan diterima, namun kehinaan di mata Allah karena kita tidak amanah menjalankan tugas.Ingat sekali lagi…waktu hanyalah permainan duniawi yang siap menerkam kita bila kita lengah.Waktu sudah siap menunggu manusia-manusia yang serakah terhadap waktu…yaitu menyusuri kesempatan-kesempatan yang tersedia atau justru mencoba mencari-mencari kesempatan. Sudah banyak kita lihat para pejabat yang akhirnya menjadi penjahat..terseret masalah hukum hanya karena lupa telah terlalu banyak memanfaatkan kesempatan/ waktu yang tersedia. Mereka lupa bahwa pemanfaatan waktu akan dituntut pertanggung jawabannya di hadapan Allah.
Untuk itu sobat…marilah kita merenung bahwa hidup ini hanya sebentar.Jangan jadikan kesebentaran hidup ini sebagai jalan untuk kita serakah menggunakan waktu sebanyak-banyaknya. Memang kesempatan tidak datang tiba-tiba atau tidak datang 2 kali, namun ingatlah …yang menciptakan kesempatan tadi adalah Allah..biarlah Allah sajalah yang berkuasa atas diri kita..jangan orang lain atau waktu itu sendiri. Maknai kesempatan yang datang sebagai cobaan dari Allah..bukan sebagai sesuatu yang harus kita banggakan.Bila ini yang kita terapkan dalam hidup kita..maka sesuatu yang akan kita terima akhirnya menjadikan kita sebagai orang yang selalu bersyukur atas apa saja yang terjadi, tak terkecuali yang terburuk sekalipun.
23 Des
HASIL IKM PUSKESMAS SUNGKAI TAHUN 2009 MEMUASKAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Indeks Kepuasaan Masyarakat (IKM) adalah merupakan salah satu Instrumen untuk mengukur tingkat kinerja masing-masing unit Pelayanan Instansi Pemerintah, juga instrument ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menilai secara obyektif dan priodik terhadap perkembangan kinerja unit pelayanan publik.
Data indeks yang diperoleh akan menjadi bahan penilaian terhadap unsur-unsur pelayanan yang masih perlu perbaikan dan menjadi pendorong setiap Unit penyelenggara pelayanan untuk meningkatkan kualitas pelayanan
Pelaksanaan IKM pada Puskesmas Sungkai merupakan wujud nyata manajemen Puskesmas Sungkai dalam rangka menetapkan kebijakkan peningkatan pelayanan di bidang kesehatan.
B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud Pelaksanaan
Untuk memperoleh gambaran dan sekaligus mengajak masyarakat utnuk berpartosipasi dalam memberikan penilaian terhadap peleyanan yang telah diberikan oleh Puskesmas Sungkai
2. Tujuan Pelaksanaan
Untuk mengettahui tingkat kinerja Puskesmas Sungkai secara berkala dan sebagai bahan utnuk menetapkan kebijakkan dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik selanjutnya
C. Hasil yang ingin dicapai
Hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah kajian data yang memuat tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan oleh Puskesmas Sungkai kepada masyarakat yang dilaksanakan sampai dengan diketahuinya nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) , atribut layanan yang dianggap penting oleh masyarakat serta saran-saran masyarakat untuk perbaikan pelayanan.
Instrumen IKM yang dipergunakan sesuai dengan Keputudsan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor Kep/25/M.PAN/2/2004 tentang Pedoman Umum Penyusunan Indeks Kepasaaan Masarakat Unit Pelayanan Instansi Pemerintah
METODOLOGI PENGUKURAN
A. Ruang Lingkup
Pelaksanaan kegiatan pengukuran IKM dilakanakan pada Puskesmas Snmgkai pada bulan 7 Oktober sampai dengan 5 Nopember 2009 terhadap responden yang menjadi pengunjung pada Puskesmas Sungkai, baik pada Unit Rawat Jalan maupun Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam
C. Persiapan
Aktivitas yang dilaksanakan pada tahap ini adalah :
1. Pembahasan Kuisioner antara Bagian Organisasi Pemerintah Kabupaten Banjar dengan Puskesmas se-Kabupaten Banjar
2. Kick-off meeting antara Dinas Kesehatan Kabuapten dengan Puskesmas se-Kabupaten Bnajar untuk menyususn jadwal pengumpulan data
3. Briefing dan role play kepada petugas lapangan untuk memastikan bahwa mereka paham dengan maksud kuisioner dan mengerti cara-cara pengumpulan data yang efektif
D. Pengumpulan Data
Data yang diperolah da;am kegiatan ini adalah data primer, yaitu data yang diperoleh langsung dari responden melalui wawancara tatap muka ( Face to face interviews) dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Beberapa kegiatan dapat dilakukan pada tahap ini adalah pembekalan tim pelaksana Survei, pengawasan wawancara,peeriksaan kuisioner yang telah terkumpul, pelaksanaan Back checking kepada 20 % respnden dan proses valisasi kuisioner.
Pengumpulan data dilakukan memalui survey atau penyebaran kuisioner kepada masayarakat yeng menjadi pelanggan dari instansi pelayanan umum tersebut, dengan jumlah responden adalah 100 ( Seratus ) orang. Kegiatan penyebaran kuisioner telah dilaksanakan mulai tanggal 7 Oktober sampai 5 Nopember 2009
Kriteria Responden
Kriteria responden IKM adalah pengunjung atau penderita yang datang meminta atau pernah mendapatakan pelayanan kesehatan pada Puskesmas Sungkai dalam 1 bulan terakhir minimal satu jenis pelayanan.
Metode Pemilihan Responden
Responden dipilih secara Simple Random sampling dari semua pengunjung Puskesmas Sungkai yang masuk kriteria responden di tiap unit pelayanan.
E. Pengolahan dan Analiasis Data
Kuisioner yang telah terisi kemudian dikumpulkan dan diolah secara kuantitatif dengan menggunakan apilikasi Excel. Proses dan analisa data sesuai petunjuk dalam KEP.MENPAN Nomor : KEP/25/M.PAN/2/2004, sehingga terstandarisasi secara nasional.
F. Penyusunan Laporan
Semua hasil survey akan di dokumentasikan dalam bentuk laporan.
HASIL PENGUKURAN
Dari hasil keseluruhan 100 kuisioner yang ada, terdapat 99 yang dapat terisi dengan baik sehingga dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut. Dari 99 responden yang mengisi data pribadinya dengan lengkap dan hampir lengkap sebagai berikut :
A. Data Responden Berdasarkan
1. Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Responden
Laki-laki 38
Perempuan 62
Jumlah 100
2. Usia
Usia Laki-laki Perempuan Jumlah
45 tahun 4 7 11
Jumlah 44 56 100
3. Pendidikan
Pendidikan Responden
Tidak tamat SD 16
SD/SMP 27
SMTP 36
SMTA 17
Perguruan Tinggi 4
Jumlah 100
4. Pekerjaan
Pekerjaan Responden
PNS/TNI 3
Swasta/Pedagang 5
Wiraswasta 12
Pelajar/Mahasiswa 21
Lainnya/Tani/Ibu RT 59
Jumlah 100
B. Hasil Pengukuran
SK Menpan no 25 tahun 2004 memuat 14 unsur pelayanan yang harus diukur, yaitu :
1. Prosedur Pelayanan
2. Pesyaratan Pelayanan
3. Kejelasan Petugas Pelayanan
4. Kedisiplinan Petugas Pelayanan
5. Tanggung Jawab Petugas Pelayanan
6. Kemampuan Petugas Pelayanan
7. Kecepatan Pelayanan
8. Keadilan Mendapatkan Pelayanan
9. Kesopanan dan Keramahan petugas
10. Kewajaran Biaya pelayanan
11. Kepastian Biaya pelayanan
12. Kepastian Jadwal Pelayanan
13. Kenyamanan Lingkungan
14. Keamanan Pelayanan
Perhitungan Bobot nilai rata tertimbang adalah :
BOBOT
RATA-RATA
TERTIMBANG
JUMLAH BOBOT
= —- ——————–
JUMLAH UNSUR
1
= ————
14
= 0,071
Berdasarkan pengukuran terhadap kualitas unsur palayanan tersebut diperoleh hasil sebagai berikut :
Dengan angka Indeks sebesar tersebut diatas, maka kinerja Puskesmas Sungkai berada dalam mutu pelayanan posisi A dengan katagori Sangat Baik, dengan angka indeks 82 berada dalam interval 81,26- 100,00 berdasarkan indeks Katagori Mutu Pelayanan sebagai berikut :
Nilai
Persepsi
Nilai Interval
IKM
Nilai Interval Konversi IKM Mutu Pelayanan Kinerja Unit
1 1,00 – 1,75 25,00 – 43,75 D Tidak Baik
2 1,76 – 2,50 43,76 – 62,50 C Kurang Baik
3 2,51 – 3,25 62,51 – 81,25 B Baik
4 3,26 – 4,00 81,26 – 100,00 A Sangat baik
Tabel 2 : Nilai Rata-rata (NRR) per Unsur Pelayanan
No Unsur Pelayanan Nilai Unsur Pelayanan
1 Kemudahan Prosedur Pelayanan 3,29
2 Kesesuaian persyaratan pelayanan 3,24
3 Kejelasanan petugas yang melayanani 3,34
4 Kedisiplinan Petugas pemberi pelayanan 3,27
5 Tanggung jawab petugas pelayanan 3,28
6 Kemampunan petugas pemberi pelayanan 3,53
7 Kecepatan pelayanan 3,20
8 Keadilan mendapatkan pelayanan 3,31
9 Kesopanan dan keramahan petugas pelayanan 3,33
10 Kewajaran biaya pelayanan 3,27
11 Kesesuaian biaya 3,32
12 Ketetapan jadwal pelayanan 3,26
13 Kenyamanan di lingkungan pelayanan 3,27
14 Keamanan di unit pelayanan 3,30
Tabel 2 tersebut diatas menunjukkan bahwa semua unsur pelayanan mempunyai nilai rata-rata diatas 3,00. Hal ini menunjukkan penilaian masyarakat terhadap unsur-unsur pelayanan yang diterima di Puskesmas Sungkai menurut mereka umumnya sudah baik.
Unsur pelayanan yang memiliki nilai rata-rata paling tinggi adalah kemampuan petugas dalam memberikan pelayanan kesehatan yaitu 3,53. Nilai unsur pelayanan ini tinggi diduga karena semua pelayanan kesehatan telah diberikan oleh petugas yang mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan, yaitu dokter umum , dokter gigi, bidan ahli madya dan perawat ahli madya, sanitarian ahli madya, analis kesehatan ahli madya dan perawat gigi ahli madya. Dari angka ini dapat disimpulan bahwa menurut responden kemampuan petugas yang memberikan pelayanan di Puskesmas Sungkai rata-rata mampu . Selain itu kemampuan petugas juga didukung dengan komitmen untuk berusaha memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan tanggung jawab profesi yang diembannya , baik pada pelayanan rawat jalan pagi maupun pada pelayanan Program Kesehatan dasar bersubsiidi 24 jam di UGD Puskesmas Sungkai.
Unsur pelayanan yang memiliki nilai Indeks paling rendah adalah Kecepatan pelayanan, yaitu 3,20. Walaupun nilai unsur pelayanan masih dalam interval baik, namun tingkat kepuasan responden terhadap unsur ini masih rendah sehingga perlu ditingkatkan lebih baik lagi.
Walaupun rata-rata nilai unsur pelayanan berada pada interval kinerja pelayanan Baik, namun beberapa upaya yang perlu ditindaklanjuti untuk perbaikan adalah unsur pelayanan dengan nilai rangking 4 terbawah, yaitu ;
1. Kecepatan pelayanan
2. Kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanan
3. Ketetapan jadwal pelayanan
4. Kedisiplinan Petugas pemberi pelayanan
Terhadap keempat unsur pelayanan ini , selanjutnya perlu tindak lanjut dan rekomendasi.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Kesimpulan
1. Secara umum kualitas pelayanan di Puskesmas Sungkai Kecamatan Simpang Empat di persepsikan oleh masyarakat penggunanya pada posisi dengan katagori SANGAT BAIK , dengan angka Indeks 82 , berada dalam interval 81,26- 100,00
2. Dalam peningkatan kualitas pelayanan, diprioritaskan pada unsur-unsur yang mempunyai nilai paling rendah, sedangkan unsur yang mempunyai nilai cukup tinggi harus tetap dipertahankan
3. Unsur-unsur yang perlu mendapatkan perhatian untuk di tingkatkan, yaitu :
a. Kecepatan pelayanan
b. Kesesuaian persyaratan pelayanan dengan jenis pelayanan
c. Ketetapan jadwal pelayanan
d. Kedisiplinan Petugas pemberi pelayanan
B. Rekomendasi
Berdasarkan hasil perhitungan, bahwa terdapat 4 unsur pelayanan yang mendapatkan peningkatan kualitas mutu pelayanan, yang perlu mendapatkan perhatian :
1. Dalam rangka memperbaiki kecepatan pelayanan , perlu diupayakan :
a. Pembuatan jadwal jaga / Piket petugas, terutama di unsur pelayanan utama seperti di Poli umum dan KIA/KB.
b. Mensosialisasiikan jadwal pelayanan yang sudah terpampang baik terhadap petugas maupun terhapa pengguna pelayanan
2. Untuk kejelasan kesesuaian persyaratan dengan jenis pelayanan, perlu dilakukan langkah- langkah sebagai :
a. Mensosialisasikan persyaratan yang perlu dipersiapkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan , terutama terkait dengan program pelayanan kesehatan dasar gratis 24 jam .
3. Untuk pengaturan ketetapan jadwal Pelayanan, akan mengikuti jadwal yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar sesuai dengan jam kerja pegawai , terkecuali pelayanan UGD akan mengikuti jadwal PKD-G sesuai jadwal petugas jaga.
5. Dalam rangka memperbaiki kedisiplinan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat , perlu diupayakan :
a. Pembuatan jadwal jaga / Piket petugas yang jelas, terutama di unsur pelayanan utama seperti di Poli umum dan KIA/KB.
b. Memberikan reward kepada petugas yang tingkat kedisiplinanannya bagus dan memberikan sanksi / teguran sesuai peraturan kepegawaian kepada petugas yang kedisiplinannya rendah/ kurang.
16 Des
Ibu Bupati dan Bidan
Hari ini, Saya ( Muhammad Fakhrurrozie,SKM) bersama tim yang terdiri dari dr.Mira, H.Alpiannur dan Bidan “gunung” Siti Aminah melakukan kegiatan pengobatan massal dalam rangka kunjungan Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan daerah tertinggal Kab.Banjar. Tim percepatan pembangunan yang dipimpin langsung oleh ibu Bupati Banjar datang ke desa Loktanah, Kec.Telaga Bauntung bersama rombongan dari berbagai dinas instansi terkait. Sayang kali ini tidak ada yang mewakili dari Dinas Kesehatan Kab.Banjar.Sebagai wakil dari kesehatan, saya harus ikut nimbrung pada acara resmi, sedang teman-teman melakukan pengobatan massal dan Posyandu.
Pada kesempatan tanya jawab, permasalahan keberadaan bidan desa yang tidak ada pada 3 desa di kecamatan ini akhirnya mencuat.
Sekedar diketahui, setahun berdirinya Kecamatan Telaga bauntung (dulunya masuk kecamatan Simpang empat) baru ada 1 bidan desa yang ditempatkan di Kecamatan ini. Ironis memang..saat pemerintah ( Depkes khususnya) gencar berupaya menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi…nun jauh disana,di kecamatan terpencil (bahkan boleh dikata terkucil) sang bidan sulit ditempatkan.Sistem birokrasi rekruitmen dan penempatan yang terkadang sering jadi ‘permainan” para bidan baru yang nakal…membuat penempatan para bidan baru “menumpuk” di desa-desa perkotaan atau dekat perkotaan. Sebut saja Kecamatan Kertak Hanyar,Gambut,Tatah Pemangkih Laut,Sungai Lulut,Sungai Tabuk,Beruntung Baru hampir semua desanya “penuh ” bidan..bahkan menurut kabar yang diterima ada yang 2 bidan dalam 1 desa..Subhannallah…untungnya mereka. kami tidak menyebutkan kecamatan perkotaan seperti Martapura,Astambul…karena sudah dipastikan “penuh sesak” dengan bidan…Fenomena apakah ini? disaat rekruitmen tenaga bidan hampir ada setiap tahun baik PTT maupun CPNS, tooh kami hampir setiap tahun pula kelolosan bidan. Bayangkan saja..dari 14 desa binaan yang ada di Puskesmas kami..baru terisi 6 desa..itupun rencana akan dipindahkan lagi 1 bidan ke Kecamatan “penuh ” tadi.
Fenomena minimnya bidan di Puskesmas Sungkai juga berbanding dengan kurangnya tenaga perawat yang ada.Beberapa rekan yang mengajukan usul mutasi dengan “berat hati” terpaksa diluluskan karena hampir tidak ada alasan lagi untuk penangguhan mereka. Masa kerja rata-rata karyawan hampir diatas 5 tahun, bahkan puluhan tahun..sudah sepantasnya mereka menikmati udara luar..udara perkotaan.Hanya komitmen kerja yang tinggilah yang membuat mereka betah bertahan selama ini. Hal ini rupanya tidak diteladani oleh para Bidan-bidan tadi. Akhirnya…kita sama-sama berharap agar penerimaan CPNS Tenaga bidan baru tahun ini benar-benar memenuhi harapan kita bersama..seperti harapan dan janji yang diampaikan langsung oleh ibu Bupati pada kesempatan itu. Mudah-mudahan sekali lagi ..harapan itu masih ada. Secara jujur kami berharap, harapan itu sebanding dengan harapan kelanjutan pembangunan oleh Bapak Bupati Banjar saat ini untuk priode mendatang…lanjutkan(Zie)
14 Des
Kasus Lihan…Anggap saja cobaan..
Dalam beberapa pekan ini, rekan-rekan kita para investor yang tergabung dalam “Lihan Gate ” merasa risau hati..apa lacur..karena sang Invesman ..Ustad Lihan ditahan Polisi.Kegalauan hati mereka tidak lain karena belum adanya kepastiuan pengembalian modal dari sang Invesman. Beberapa janji yang terlanjur manis diucapkan langsung dari mulut beliau rupanya terbukti hanya janji -janji kosong yang belum terbukti sampai saat ini. Kesabaran para investor untuk tetap berpegang pada janji Invesman..karena diketahui sebagai orang yang mengerti agama…sampai saat ini masih terus bersabar…bersabar…bersabar lagi. Banyak rekan-rekan kita terpaksa pecah rumah tangganya karena salah satu pihak merasa dirugikan, ada pula yang tergadai segala-galanya bahkan ada yang sampai meninggal dunia…inilah jalanya hidup kita selama di muka bumi ini…tak lebih dari sandiwara dan kehendak Allah. Saran kami..angap saja ini sebagai cobaan dari Allah SWT yang ada maksud lainnya di balik cobaan ini.Kita berharap positif saja bahwa Allah pasti akan memberikan jalan terbaik buat kita.Tidak salah kita juga berusaha untuk mencari pemecahan dari persoalan ini. Anggap saja langkah yang kita jalani saat ini adalah suatu kebodohan dari kita sebagai seorang hamba…atau peringatan dari Allah untuk kita mempercepat diri kita sadar dan tidak terjerumus jauh dari permainan ini.
27 Nov
Tewas saat teler
Tak salah kiranya bila agama sampai melarang keras bahkan mengharamkan manusia untuk minum minuman keras, salah satunya adalah tak mampu mengendalikan diri saat mabuk sehingga mengganggu ketentraman orang lain. Peristiwa ini dialami oleh Y ( 32 tahun ) yang sore itu (selasa,17-11-09) sekitar pukul15.30 sebagaimana biasa menenggak minuman keras sampai teler.
Rupanya kebiasaan yang mendarah daging ini tak bisa dihentikannya sama sekali, walaupun saat ini telah bekeluarga dan mempunyai 1 orang anak. kebiasaan hilang ingatan seolah menjadi makanan kesehariannya.
Sore itu setelah teler,Y rupanya bernasip buruk. Dalam keadaan mabuknya, tak sadar dia rupanya mengganggu S istri tetangganya.Tidak diketahui pasti,apakah dia menaksir istri orang tadi.Peristiwa mengganggu istri orang ini rupanya tidak sekali ini saja. Saat mengganggu tadi, rupanya suami S yang baru pulang dari kebun memergoki istrinya yang sedang diganggu oleh Y yang sedang teler. Dalam keadaan cape serta belum makan, rupanya membuat sang suami kalap mata. Parang yang terhunus di pinggangpun langsung diayunkan ke korban. Korban yang dalam keadaan mabuk tentu saja tak mampu melawan kekalapan suami S tadi. Beberapa tebasan senjata tajam tadi mengenai beberapa daerah vital di tubuh korban. Korbanpun terjerembab tak sadarkan diri serta berlumuran darah. Beberapa tetanga yang melihat kejadian tak segera langsung menolong, takut kondisi korban yang dalam keadaan mabuk bisa membahayakan diri mereka. Barulah setelah benar-benar tak sadarkan diri, korban segera dibawa ke UGD Puskesmas Sungkai utnuk dimintakan pertolongan.
Rupanya kondisi korban yang mabuk serta terlambat dibawa ke UGD, membuat kondisinya sangat kritis.Dr.Anggi yang jaga saat itu bersama perawat Salbani,Bidan satinem dan Novie segera melakukan pertolongan. Beberapa tusukan infus rupanya tak mampu “mengalir ditubuh korban”. Korban yang diduga telah kehabisan darah ini akhirnya tewas pada pukul 17.25. Dalam keteranggannya, Dr.Anggi menyatakan korban tewas diduga karena perdarahan hebat yang mengenai organ vital, dalam kasus ini adalah paru-paru korban yang robek karena tebasan hebat pada bagian punggung kiri.
Setelah dilakukan pembersihan dan visum, korban Y akhirnya dibawa pulang oleh pihak keluarga ke desanya di Sungkai baru untuk segera dimakamkan. ( Rz)
18 Nov
Musik membuat anak disiplin..benarkah?
Penelitian membuktikan bahwa musik, terutama musik klasik sangat mempengaruhi perkembangan IQ dan EQ pada anak.
Seorang anak yang sejak kecil terbiasa mendengarkan musik akan lebih berkembang kecerdasan emosional dan intelegensinya dibandingkan dengan anak yang jarang mendengarkan musik. Tingkat kedisiplinan anak yang sering mendengarkan musik juga lebih baik dibandingkan anak yang jarang mendengarkan musik. Bukan sembarang musik.Yang dimaksud musik disini adalah musik yang memiliki irama dan nada-nada yang teratur.
Dasar-dasar musik klasik secara umum berasal dari ritme denyut nadi manusia sehingga ia berperan besar dalam perkembangan otak, pembentukan jiwa, karakter bahkan raga manusia.
Penelitian menunjukkan bahwa musik klasik yang mengandung komposisi nada berfluktuasi antara nada tinggi dan nada rendah akan merangsang kudran C pada otak. Sampai usia 4 tahun, kuadran B dan C pada otak anak -anak akan berkembang hingga 80 % dengan musik.
Musik sangat mempengaruhi kehidupan manusia. Musik memiliki 3 bagian penting yaitu beat,ritme dan harmoni. Beat mempengaruhi tubuh,ritme mempengaruhi jiwa sedangkan harmoni mempengaruhi roh. (Sumber : Mediakom no XIX/Agt/2009)
18 Nov
5 Cara Menjadi Pemimpin Yang Baik(Bag.2)
2. Selalu berada di depan untuk mengatasi setiap permasalahan Organisasi
Gaya kepepimpinan pada era klasik menyatakan semakin tinggi jabatan seseorang akan semakin banyak waktu luang yang didapatkannya . Keadaan ini justru menyebabkannya akan semakin menjauh pula dari tanggung jawab secara penuh terhadap kelangsungan organisasi. Waktu luang yang didadapt karena tugas-tugas manajerial telah di limpahkan secara penuh kepada para manajer menengah dan manajer pelaksana.Di Era sekarang, pandangan tersebut kurang bijaksana. Justru semakin tinggi jabatan seseorang akan semakin banyak pula beban tanggung jawab yang dipikulnya.Pemimpin puncak seharusnya harus lebih tahu tentang keadaan organisasinya.Setiap permasalahan yang terjadi, pemimpin puncak harus segera turun tangan untuk mengatasi sebelum permasalahan tersebut menjadi “bencana” bagi organisasi. Pemimpin puncak harus selalu berada di depan untuk menghadapi setiap ancaman dan tantangan organisasi. Ini tentunya sesuai pula dengan reward yang mereka terima, baik berupa finansial maupun penghargaan. Semakin tinggi jabatan seseorang tentunya akan semakin besar pula penghargaan yang mereka terima. Jadi kesimpulannya, untuk menjadi pemimpin yang bijak kita harusnya selalu peka dan empaty terhadap setiap perubahan organisasi. Kita juga harus selalu turun tangan untuk menghadapi setiap persoalan yang terjadi, walaupun secara tidak langsung. Kalau kita bisa berbuat begini, dijamin organisasi kita akan tetap stabil dan terjamin keberadaannya.
17 Nov
Durian membawa maut
Hanya gara-gara uang Rp.5000 ,Kurnain (49 tahun) warga desa Cintapuri akhirnya meregang nyawa. Cerita bermula pagi itu ( minggu,15 -11-09) sekitar pukul 06.00 , korban bersama keluarga bermaksud pergi ke Pasar Sungkai dari desanya untuk mencari buah-buahan yang akan dijual kembali di desanya. Pedagang buah musiman ini, setelah berhasil mendapat 3 karung buah Kuweni ( semacam buah khas Kalimantan yang rasanya mirip Mangga), rupanya bermaksut untuk menambah macam buahan yang akan dijual. Saat berpapasan dengan pedagang buah Durian yang memang lagi ”banjir”, korban bermaksut menawar 3 biji yang cukup besar . Pedagang yang menawarkan Rp.25.000 rupanya ditawar Rp.20.000 oleh korban. Belum sepakat harga tawar-menawar, rupanya korban yang termasuk tokoh di desanya ini langsung mengambil secara paksa danmemasukkannya ke dalam keranjang dan memberikan uang Rp.20.000. Karena belum kata sepakat, pedagang menyakan sisa harga ke korban. Korban yang gampang emosi ini rupanya langsung menampar pedagang sampai terjerembab ke tumpukan buah durian . Merasa terpojok, pedagang langsung mengambil clurit yang ada di sekitarnya dan langsung melakukan penyerangan. Korban rupanya tidak tinggal diam, diapun mengambil sebilah belati yang ada di pinggang serta menusukkannya beberapa kali ke pedagang.
Beberapa pedagang dan pengunjung pasar yang berusaha melerai tak kuasa melerai perkelahian bersenjata tersebut. Barulah setelah jatuh korban dan pelaku melarikan diri, mereka berusaha membantu Kurnain yang terkapar berlumur darah. Korban segera dilarikan ke UGD Sungkai untuk dimintakan pertolongan. Hanya beberapa saat dilakukan pertolongan oleh petugas di UGD Sungkai saat itu, korban yang diduga kehabisan darah menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 07.40. Dalam keterangannya, Perawat Jaga saat itu Kamarullah S.Kep beserta Kepala Puskesmas Sungkai M.Fakhrurrozie SKM dan Dr.Anggi menyatakan korban meninggal diiduga karena perdarahan hebat akibat luka tebasan pada bagian dada sebelah kiri yang mengenai pembuluh darah vital menembus paru.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Kepolisian Simpang Empat dan visum , korban akhirnya dibawa pulang keluarga ke desanya untuk segera dimakamkan. ( zie )
17 Nov
Ksatria Bakti Husada Arutala untuk Bupati Banjar
Bupati Banjar H.Gt.Khairul Saleh atas prestasi dan dukungannya terhadap peningkatan derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Banjar melalui Program Kesehatan Dasar bersubsidi 24 jam selama ini akhirnya mendapatkan penghargaan dari menteri kesehatan RI berupa ” Ksatria Bakti Husada Arutala ” yang diserahkan langsung oleh Menteri Kesehatan RI dr.Endang Rahayu Sedyaningsih,MPH,Dr.PH pada puncak peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 45 tingkat Nasional di Jakarta, 12 Nopember 2009. Ini merupakan prestasi Nasional yang kesekian kalinya yang diterima beliau dari berbadai bidang dan departemen, baik pertanian,pendidikan , PKK, Kesehatan, Keluarga Berencana dan lainnya. Selaku warga Kabupaten Banjar, kami sangat bangga dan berbahagia terhadap keberhasilan-keberhasilan yang telah diraih beliau selama memimpin banua ” Sultan Adam” ini. Mudah-mudahan atas ridho Allah, beliau kembali terpilih untuk melanjutkan amanat rakyat melanjutkan pembangunan pada priode mendatang.
17 Nov





RSS - Posts
komentar terakhir