Puskesmas Sungkai akhirnya berhak mendapatkan Sertifikat ISO 9001:2008 …….alhamdulillah

Setelah melalui proses yang cukup alot untuk berusaha menjawab temuan audit Eksternal Oleh VNZ Indonesia tanggal 8 Desember 2011 yang lalu dan diakhiri dengan Rapat tinjauan manajemen tanggal 21 Desember 2011 untuk kesepakatan atas jawaban yang akan diberikan. Berdasarkan email yang telah dikirim serta berkas- berkas terkait dokumen yang dikirimkan lewat POS tercatat, jawaban yang diberikan oleh PT VNZ Indonesia lewat email tanggal 29 Desember 2011 terhadap Puskesmas Sungkai adalah bahwa Puskesmas Sungkai berhak mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008.Kegembiraan serta rasa haru memenuhi dada kami.Kmai tak menyangka bahwa Kami akhirnya dinyatakan berhak mendapatkan sertifikat bergengsi tersebut. Dibalik segala kekurangan yang kami miliki ternyata masih ada penghargaan itu. seluruh karyawan mengucapkan syukur atas rekomendasi PT VNZ ini. Mudah- Mudahan sertifikat ini lebih memacu kami untuk berbuat yang terbaik untuk masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan. Dan sertifikat ini merupakan kado termahal dan terbaik yang kami terima di awal tahun 2012.
berikut adalah Surat elektronik atas jawaban audit eksternal tersebut :

PT VNZ Indonesia
Multika Building 2nd Floor
Mampang Prapatan Raya No. 71-73
Jakarta 12970 – Indonesia
Phone : 6221-7975107; Fax. : 6221-7975109
www.verification-sea.com

Our Ref.: 147/VNZ-CRO2/XII/2011
Subject: Clearance Letter
Date : 28th December 2011

Puskesmas Sungkai
Jln. A.Yani KM.76,5 Desa Sungkai Kec.Simpang Empat-Kab.Banjar
Kalimantan Selatan 70673

Attn. : Mr. Muhammad Fakhrurrozie

Dear Mr. Muhammad Fakhrurrozie,
Dengan Hormat,
Sehubungan dengan pelaksanaan Audit Sertifikasi ISO 9001:2008 yang dilaksanakan di Puskesmas Sungkai pada tanggal 08 Desember 2011 dan sesuai dengan hasil verifikasi Kami bahwa temuan-temuan ketidaksesuaian telah ditindaklanjuti dengan baik dan efektif.
Maka dengan ini VNZ Indonesia merekomendasikan bahwa Puskesmas Sungkai berhak untuk
mendapatkan SERTIFIKAT ISO 9001:2008.Proses sertifikasi membutuhkan waktu 10 hari kerja terhitung dari tanggal diterbitkannya surat ini.Efektivitas dan konsistensi implementasi tindak lanjut akan Kami periksa kembali pada saat surveillance
visit berikutnya.
Jika ada pertanyaan, silahkan menghubungi CRO Kami.
Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.

Hormat Kami,
Edy Budianto
Lead Auditor

Posted in BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI | Tagged , , , , | Tinggalkan komentar

RAPAT TINJAUAN MANAJEMEN

suasana pembahasan rapat internal

Bertempat di ruangan TU yang selama ini sekaligus berfungsi sebagai ruang aula pertemuan/ rapat Puskesmas Sungkai, sebanyak 15 orang tim ISO Puskesmas Sungkai mengadakan rapat tinjauan manajemen membahas hasil temuan audit eksternal PT VNZ tanggal 8 Desember yang lalu.Rapat yang dipimpin langsung oleh Top Manajemen / Kepala Puskesmas Sungkai Muhammad Fakhrurrozie,SKM,MAP tersebut didampingi oleh MR Yuli Redawati SKM dan Sekretaris ISO Kamarullah,S.Kep. Rapat dimulai pukul 12.00 wita tersebut berlangsung alot saat pembahasan sasaran mutu KIA,Imunisasi dan Gizi. Mereka merasa keberatan karena sasaran mutu yang diajukan terkait banyak dengan cakupan pelayanan di lapangan, seperti cakupan persalinan nakes, pelayanan imunisasi dasar untuk bayi serta pemberian Fe pada ibu hamil. Kendala yang dihadapi selama ini terutama adalah SDM tenaga bidan di desa yang sangat terbatas. Saat ini saja, masih ada 5 desa yang belum ada bidannya. Sedangkan di Induk saja dikelola oleh 1 orang bidan senior dan 1 orang bidan desa yang diperbantukan. Dengan kedaan yang ada saat ini merekapesimis sasaran mutu ke 3 program tersebut akan terkendaladi tahun mendatang. Seandainya pihak pengambil kebijakan mendengar keluhan kami selama ini, mungkin kendala ini bukan menjadi alasan pengelola program untuk mendukung terlaksananya program ISO di Puskesmas Sungkai.Mudah-mudahan keluhan kami di dengar mereka karena kami sudah berani mencoba untuk maju pertama sebagai Puskesmas ISO di kabupaten Banjar dengan tekad dan komitmen bulat secara penuh. Sudah Sepantasnya bila mereka juga mengapresiasi kebutuhan kami ini, tidak hanya berani melemparkan kebijakan namun tidak didukung secara penuh dengan kebijakan pendukungnya.
Kebutuhan lainnya berdasarkan temuan audit yang tidak mampu kami atasi adalah suhu ruagan obat yang diluar suhu semestinya. Ini tidak lain harus dengan penyediaan AC dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kami yang hanya diberi waktu 1 bulan jelas tidak mempunyai pembiayaan untuk pengadaannya, duit darimana ?????????. BOK,Jamkesma,Jampersal atau operasional….semua sangat terbatas dan tidak ada satupun petunjuk teknis yang membolehkannya.
Kebutuhan lainnya…kalibrasi alat,pelatihan BTLS untuk perawat UGD, perbaikan dan pengadaan alat kesehatan yang layak dan standar sudah semestinya harus segera mereka tindak lanjuti. Jangan hanya tinggal diam pasrah menunggu anggaran sampai akhirnya audit eksternal dari auditor 3 bulan mendatang kembali hadir dan menemukan hasil audit yang sama. malu khan kalau kita nantinya kembali tercebur dalam lubang /masalah yang sama dua kali.
Disamping permasalahan tersebut, ternyata kami juga mendengar ada saja rekan luar Puskesmas yang menyangsikan kemampuan kami menjadi Puskesmas ISO.Kalau dilihat dari segi Fisik bangunan, Jumlah SDM pendukung dan sarana/prasaran yang ada…kami jelas sangat tertinggal dibandingkan Puskesmas yang juga ISO bersama kami tahun ini yang serba mewah,jumlah karyawan melimpah, sarana pendukung selalu ditumpah dan dukungan moril dari segenap pejabat secara penuh memapah. Namun dibalik itu….kami boleh sangat berbangga karena saat audit eksternal kemaren oelh PT VNZ, berkat dukungan penuh seluruh karyawan dengan komitmen dan kemampuan yang ada kami ternyata dipuji oleh auditor karena ternyata mempunyai sedikit temuan. ( 1 mayor dan 7 minor). Untuk program seperti KIA,GIZI,Imunisasi dan P2M bahkan tidak ada temuan. Di rekam medis walaupun hanya digawangi oleh 2 orang TKS, semua lancar dan aman- aman saja. itulah bukti bahwa keterbatasan bukan menjadi penghambat kami untuk maju. Namun juga jangan sampai tingginya semangat dan komitmen kami ditengah segala keterbatasan yang dimiliki membuat para pengambil kebijakan juga lengah untuk memberikan dukungan secara penuh kepada kami. jangan sampai semangat rekan- rekan kami menjadi melorot hanya karena kebutuhan yang seharusnya wajib dipenuhi oleh pengambil kebijakan tidak dikabulkan. Cukup sudah kiranya kami selama ini mengalah, tidak pernah mengeluh dan memaksakan kehendak untuk mencapai tujuan namun lebih banyak bekerja…bekerja…dan bekerja penuh buat kemajuan kesehatan masyarakat saja. Sudah saatnya Pemerintah lebih peduli kepada Kami…para Puskesmas pedesaan yang selama ini kurang mendapat perhatian.

Posted in BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI | Tinggalkan komentar

PUSKESMAS SUNGKAI DAPAT REKOMENDASI SERTIFIKAT ISO

Tim ISO Puskesmas Sungkai bersama Auditor dari VNZ Indonesia

Setelah melalui pembinaan singkat selama 3 bulan oleh konsultan dari PT Kokek, akhirnya hari ini ( kamis/ 8 Desember 2011 ) Puskesmas Sungkai menjalani pemeriksaan audit Eksternal dari badan sertfikasi VNZ Indobnesia. Openning Meeting dimulai pukul 08.30 wita oleh auditor VNZ Pa Edi nainggolan selama 5 menit untuk menyampaikan maksud dan tujuan audit eksternal. Setelah itu langsung dilanjutkan dengan audit Top Manajemen yaitu Kepala Puskesmas Sungkai Bpk.M.Fakhrurrozie,SKM,MAP selama kurang lebih 15 menit. Beberapa pertanyaan terkait ISO diantaranya tentang kebijakan mutu, sararan mutu sampai Visi dan Misi Puskesmas Sungkai. Setelah itu dilanjutkan dengan audit terhadap Management Representative (MR) yaitu Sdr.Yuli Redawati,SKM, Sangat banyak pertanyaan yang harus dijawab oleh MR terkait dokumen yang harus dikuasai. Audit MR sampai pukul 11.30. Selanjutnya ke Pendaftaran/Loket, Poli gigi,Laboratorium, Poli umum,UGD, KIA,Gizi,Imunisasi, Kusta,diare,TB Paru, Promosi kesehatan, Loogistik, TU,Kesling dan keuangan. Audit eksternal selesai pukul 15.40. Setelah jeda selama 10 menit untuk mengambil kesimpulan, closemeeting dilakukan oleh auditor pukul 16.00 dengan kesimpulan terdapat 2 temuan untuk ditindaklanjuti. Hasil audit eksternal oleh VNZ akhirnya memberikan rekomendasi kepada Puskesmas Sungkai untuk mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 . Tim Iso tanpa sadar bertepuk tangan serta serentak mengucapkan Alhamdulillah, tamda Rasa syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT. Tidak berlebihan kiranya karena dengan segala keterbatasan SDM,Sarana dan prasarana yang minim serta fisik bangunan yang tidak mumpuni ( kecil) , namun semangat perjuangan yang gigih dari TIM ISO Puskesmas Sungkai selama hampir 3 bulan ini justru membuahkan hasil yang tidak sia- sia.Kami merasa bangga sekaligus terharu karena ternyata keterbatasan tersebut justru membuat kami menjadi tertantang untuk membuktikan bahwa kami mampu meraih rekomendasi ISO. Ternyata keterbatasan tidak membuat kami menjadi terbatas dalam segala.
Mudah- mudahan setelah mampu meraih sertifikat ISO nanti, harapan kami adalah Puskesmas Sungkai akan lebih diperhatikan oleh para pengambil kebijakan.kami tidak lagi meangalami kekurangan SDM, terutama bidan di desa dan perawat di Puskesmas serta tenaga administrasi untuk TU. Fisik bangunan akan lebih diperindah dengan pengerasan halaman dan pagar keliling, kami akan mempunyai aula pertemuan dan bangunan UGD yang permanen serta alat- alat kesehatan yang lebih modern dan mutakhir.

Posted in BACA SEMUA ISI, PELAYANAN PUSKESMAS SUNGKAI | Tagged , , , | Tinggalkan komentar

Kepala Puskesmas Sungkai ikut Pelatihan BTCLS for Nurse

Salah satu upaya untuk meningatkan mutu pelayanan Puskesmas Sungkai,khususnya kegawat daruratan serta mendukung rencana penerapan ISO di Puskesmas Sungkai, atas inisiatif pribadi dengan biaya sendiri Kepala Puskesmas Sungkai mengikuti pelatihan BTLS dan BCLS for Nurse di Bapelkes Banjarbaru tanggal 31 Oktober sampai 4 Nopember yang akan datang. Pelatihan yang diselenggarakan oleh Proemergensi dan PP Perki Jakarta ini berlangsung dengan serius untuk lebih mempertimbangkan penguasaan kemampuan dan mutu lulusan. Ujian dilakukan secara tertulis dan praktek secara langsung. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 sampai pukul 16.00 diikuti oleh sebanyak 49 orang dari karyawan RS dan Puskesmas dan mahasiswa keperawatan seluruh Kalsel dan beberapa daerah Kalteng.

Posted in BACA SEMUA ISI | Tagged , | Tinggalkan komentar

Puskesmas Sungkai bertekat mendukung penerapkan standar mutu ISO

Tanda tangan seluruh karyawan untuk mendukung penerapan mutu ISO di Puskesmas Sungkai

Ada sesuatu yang berbeda dalam minggu- minggu ini pda pelayanan di Puskesmas Sungkai. Meja pingpong yang selama ini menjadi ruang tunggu dan mejakerja berama saat membuat laporan tidak tampak lagi di ruang tengah. Yang ada adalah 2 set bangku tunggu yang disusun berhadapan ruang periksa. Pemandangan berubah lainnya adalah posisi TV sebagai sarana hiburan pengunjung sambil menunggu antrianpindah posisi tepat di depan ruang tamu/ Ruang Ka.Puskesmas. Melihat pemndagan ini yang terasa lapang dan luas rupanya dalam rangka mempersiapkan Puskesmas Sungkai menjadi Puskesmas dengan standar mutu ISO. Salah satu upaya adalah dengan mengikutkan 15 staf nya mengikutipelatihan manajemen ISO hari Rabu dan Kamis di Aula Dinkes Banjar.

Tampilan baru di depan loket pendaftaran


Satu bukti lagi sebagai keseriusan Puskesmas Sungkai menerima dan menjalankan amanah ini adalah terpasangnya papan komitmen bersa ma yang di tandatangani oelh seluruh karyawan.Papan kesepakatan tersebut terpampang jelas tepat di depan runag administrasi / TU.
Lainnya adalah terpampangnya dengan jelas papan nama – nama seluruh karyawan di ruang TU, struktur organissasi, Rencana kerja karyawan,jadual dan bagan alur pelayanan serta Visi Misi Puskesmas Sungkai.
Mudah- mudahan dengan perubahan yang diusung ini menjadibukti keseriusan seluruh karyawan untuk bersama menjalankan dan mendukung penerapan manajemen mutu ISO di Puskesmas Sungkai, tidak peduli kami sebagai Puskesmas pedesaan. Khan tidak selamanya Puskesmas ISO selalu identik dengan Puskesmas di daerah perkotaan. Perlu terobosan dan perhatian serius tentunya, terutama pihak- pihak terkait dalam mendukung program ini.( Rozie)

Posted in BACA SEMUA ISI | Tagged , , , , | Tinggalkan komentar

INILAH STRUKTUR ORGANISASI PUSKESMAS SUNGKAI YANG BARU

Salah satu bukti keseriusan suatu unit pelayanan dalam menerapkan manajemen kepegawaian adalah terpampangnya dengan jelas nama- nama karyawan dan struktur organisasi pada dinding kantor.
Puskesmas Sungkai sebagai salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) tidak lupa menjalankan fungsi tersebut.Papan struktur terpasang dengan baik di ruang tunggu pendaftaran, bahkan bersebelahan dengan papan rencana kerja keryawan. Tidak tanggung-tanggung, ukuran dibuat 1 M X 1,5 M. Maksudnya biar semua orang bisa membaca dengan jelas,tidak mesti poster Caleg saja yang besar.ya Khan.

struktur Organisasi Puskesmas Sungkai

Posted in BACA SEMUA ISI, MANAJEMEN KINERJA PUSKESMAS SUNGKAI, MANAJEMEN S.D.M. PUSKESMAS SUNGKAI | Tinggalkan komentar

Hari pertama Pelaksanaan Program Tambahan imunisasi Campak dan Polio

bidan Wiwit saat memberikan imunisasi Campak pada salah satu Balita

Hari pertama sekaligus pencanangan program imunisasi tambahan Campak dan Polio utnuk wilayah kerja Puskesmas Sungkai dilaksanakan di dusun Kumbung desa Sungkai.Balita yang hadir sebanyak 23 orang. Dusun Kumbung memang daerah yang kecil dengan jumlah KK sekitar 50 an. daerah kumbung sengaja dipilih sebagai daerah awal kegiatan merupakan strategi untuk memacu semangat petugas melaksanakan kegiatan selanjutnya.Masih tersisa 1 bulan kedepan untuk menyelesaikan kegiatan ini. Kegiatan yang dilaksanakan langsung oleh koordinator Imunisasi Puskesmas Sungkai Salbani,A.Md beserta bidan wiwit, sanitarian Yuli dan Nina ini berangkat dari Puskesmas sekitar pukul 09.00. Menuju lokasi memerlukan waktu perjalanan kurang lebih 1 jam karena sulitnya medan dan lumayan jauhnya. Kegiatan berakhir sekitar pukul 12.00 wita.

Posted in BACA SEMUA ISI, KEGIATAN LUAR GEDUNG | Tagged , , | Tinggalkan komentar

BAHAYA PENYAKIT CAMPAK

Mulai hari ini 18 propinsi di Indonesia akan mengadakan program imunisasi tambahan campak dan polio secara serentak.Masih banyak masyarakat yang belum menetahui seberapa bahayanya kedua penyakit tersebut. Berikut ini kami paparkan tentang seputar penyakit Campak yang dibeberapa daerah swring dianggap penyakit biasa sehingga kurang mendapatkan penangan yang semestinya.
PENYEBAB CAMPAK
Penyebab penyakit campak adalah virus campak atau morbili. Pada awalnya, gejala campak agak sulit dideteksi. Namun, secara garis besar penyakit campak bisa dibagi menjadi 3 fase. Fase pertama disebut masa inkubasi yang berlangsung sekitar 10-12 hari. Pada fase ini, anak sudah mulai terkena infeksi tapi pada dirinya belum tampak gejala apa pun. Bercak-bercak merah yang merupakan ciri khas campak belum keluar. Pada fase kedua (fase prodormal) barulah timbul gejala yang mirip penyakit flu, seperti batuk, pilek, dan demam. Mata tampak kemerah-merahan dan berair. Bila melihat sesuatu, mata akan silau (photo phobia). Di sebelah dalam mulutmuncul bintik-bintik putih yang akan bertahan 3-4 hari. Terkadang anak juga mengalami diare. Satu-dua hari kemudian timbul demam tinggi yang turun naik, berkisar 38-40,5 derajat Celcius.
Fase ketiga ditandai dengan keluarnya bercak merah seiring dengan demam tinggi yang terjadi. Namun, bercak tak langsung muncul di seluruh tubuh, melainkan bertahap dan merambat. Bermula dari belakang kuping, leher, dada, muka, tangan dan kaki. Warnanya pun khas; merah dengan ukuran yang tidak terlalu besar tapi juga tidak terlalu kecil.
Bercak-bercak merah ini dalam bahasa kedokterannya disebut makulopapuler. Biasanya bercak memenuhi seluruh tubuh dalam waktu sekitar satu minggu. Namun, ini pun tergantung padadaya tahan tubuh masing-masing anak. Bila daya tahan tubuhnya baik maka bercak merahnya tak terlalu menyebar dan tak terlalu penuh. Umumnya jika bercak merahnya sudah keluar, demam akan turun dengan sendirinya. Bercak merah pun makin lama menjadi kehitaman dan bersisik (hiperpigmentasi), lalu rontok atau sembuh dengan sendirinya. Periode ini merupakan masa penyembuhan yang butuh waktu sampai 2 minggu.
CARA PENULARAN
Yang patut diwaspadai, penularan penyakit campak berlangsung sangat cepat melalui perantara udara atau semburan ludah (droplet) yang terisap lewat hidung atau mulut. Penularan terjadi pada masa fase kedua hingga 1-2 hari setelah bercak merah timbul. Sayangnya, masih ada anggapan yang salah dalam masyarakat akan penyakit campak. Misalnya, bila satu anggota keluarga terkena campak, maka anggota keluarga lain sengaja ditulari agar sekalian repot. Alasannya, bukankah campak hanya terjadi sekali seumur hidup? Jadi kalau waktu kecil sudah pernah campak, setelah itu akan aman selamanya. Ini jelas pendapat yang tidak benar karena penyakit bukanlah untuk ditularkan. Apalagi dampak campak cukup berbahaya.

bercak- bercak khas Campak pada tubuh balita

Anggapan lain yang patut diluruskan, yaitu bahwa bercak merah pada campak harus keluar semua karena kalau tidak malah akan membahayakan penderita. Yang benar, justru jumlah bercak menandakan ringan-beratnya campak. Semakin banyak jumlahnya berarti semakin berat penyakitnya. Dokter justru akan mengusahakan agar campak pada anak tidak menjadi semakin parah atau bercak merahnya tidak sampai muncul di sekujur tubuh.
Selain itu, masih banyak orang tua yang memperlakukan anak campak secara salah. Salah satunya, anak tidak dimandikan. Dikhawatirkan, keringat yang melekat pada tubuh anak menimbulkan rasa lengket dan gatal yang mendorongnya menggaruk kulit dengan tangan yang tidak bersih sehingga terjadi infeksi berupa bisul-bisul kecil bernanah. Sebaliknya, dengan mandi anak akan merasa nyaman.
PENGOBATAN GEJALA
Pengobatan campak dilakukan dengan mengobati gejala yang timbul. Demam yang terjadi akan ditangani dengan obat penurun demam. Jika anak mengalami diare maka diberi obat untuk mengatasi diarenya. Batuk akan diatasi dengan mengobati batuknya. Dokter pun akan menyiapkan obat antikejang bila anak punya bakat kejang.
Intinya, segala gejala yang muncul harus diobati karena jika tidak, maka campak bisa berbahaya. Dampaknya bisa bermacam-macam, bahkan bisa terjadi komplikasi. Perlu diketahui, penyakit campak dikategorikan sebagai penyakit campak ringan dan yang berat. Disebut ringan, bila setelah 1-2 hari pengobatan, gejala-gejala yang timbul membaik. Disebut berat bila pengobatan yang diberikan sudah tak mempan karena mungkin sudah ada komplikasi.
Komplikasi dapat terjadi karena virus campak menyebar melalui aliran darah ke jaringan tubuh lainnya. Yang paling sering menimbulkan kematian pada anak adalah kompilkasi radang paru-paru (broncho pneumonia) dan radang otak (ensefalitis). Komplikasi ini bisa terjadi cepat selama berlangsung penyakitnya.
Gejala ensefalitis yaitu kejang satu kali atau berulang, kesadaran anak menurun, dan panasnya susah turun karena sudah terjadi infeksi “tumpangan” yang sampai ke otak. Lain halnya, komplikasi radang paru-paru ditandai dengan batuk berdahak, pilek, dan sesak napas. Jadi, kematian yang ditimbulkan biasanya bukan karena penyakit campak itu sendiri, melainkan karena komplikasi. Umumnya campak yang berat terjadi pada anak yang kurang gizi.
PENANGANAN YANG BENAR
Inilah yang dianjurkan Rini:
* Bila campaknya ringan, anak cukup dirawat di rumah. Kalau campaknya berat atau sampai terjadi komplikasi maka harus dirawat di rumah sakit.
* Anak campak perlu dirawat di tempat tersendiri agar tidak menularkan penyakitnya kepada yang lain. Apalagi bila ada bayi di rumah yang belum mendapat imunisasi campak.
* Beri penderita asupan makanan bergizi seimbang dan cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya. Makanannya harus mudah dicerna, karena anak campak rentan terjangkit infeksi lain, seperti radang tenggorokan, flu, atau lainnya. Masa rentan ini masih berlangsung sebulan setelah sembuh karena daya tahan tubuh penderita yang masih lemah.
* Lakukan pengobatan yang tepat dengan berkonsultasi pada dokter.
* Jaga kebersihan tubuh anak dengan tetap memandikannya.
* Anak perlu beristirahat yang cukup.
PENTINGNYA IMUNISASI CAMPAK
Semua penyakit yang disebabkan virus bersifat endemis. Artinya bisa muncul kapan saja sepanjang tahun, tidak mengenal musim. Oleh karena itu, menurut Rini, campak pada anak perlu dicegah dengan imunisasi. Apalagi campak banyak menyerang anak usia balita. Seharusnya, vaksin campak tak memiliki efek samping, tapi karena vaksin dibuat dari virus yang dilemahkan, maka bisa saja satu dari sekian juta virusnya menimbulkan efek samping. Umpamanya, setelah diimunisasi campak, anak jadi panas atau diare.
Sebenarnya bayi mendapatkan antibodi dari ibunya melalui plasenta saat hamil. Namun, antibodi dari ibu pada tubuh bayi itu akan semakin menurun pada usia kesembilan bulan. Lantaran itu, pemberian imunisasi campak dilakukan di usia tersebut. Kemudian, karena tubuh bayi di bawah 9 bulan belum bisa membentuk kekebalan tubuh dengan baik maka pemberian vaksinasi campak diulang di usia 15 bulan dengan imunisasi MMR (Measles, Mumps and Rubella). Dengan vaksinasi ini diharapkan bilapun anak terkena campak, maka dampaknya tidak sampai berat atau fatal karena tubuh sudah memiliki antibodinya.
Hanya saja, karena saat ini terdapat kecurigaan bahwa bahan pengawet pada vaksin MMR dapat memicu autisme, akhirnya pemberian imunisasi campak tidak diulang. Menurut Rini, kekhawatiran itu tidak perlu ada lagi jika anak sudah mencapai usia tiga tahun dan mengalami proses tumbuh kembang yang normal. “Sebaiknya anak divaksinasi saja. Boleh ditunda tapi jangan sampai ditiadakan. Sampai besar pun masih bisa divaksinasi. Lebih baik mencegah daripada mengobati.”
BEDANYA DENGAN CAMPAK JERMAN
Campak Jerman atau rubela berbeda dari campak biasa. Pada anak, campak jerman jarang terjadi dan dampaknya tak sampai fatal. “Kalaupun ada biasanya terjadi pada anak yang lebih besar, sekitar usia 5 sampai 14 tahun,” kata Rini.
Gejalanya hampir sama dengan campak biasa, seperti flu, batuk, pilek dan demam tinggi. Namun, bercak merah yang timbul tidak akan sampai terlalu parah dan cepat menghilang dalam waktu 3 hari. Nafsu makan penderita juga biasanya menurun karena terjadi pembengkakan limpa.
Yang perlu dikhawatirkan jika campak jerman ini menyerang wanita hamil karena bisa menular pada janin melalui plasenta (ari-ari). Akibatnya, anak yang dilahirkan akan mengalami sindrom rubela kongenital. Mata bayi akan mengalami katarak begitu lahir, ada ketulian, dan ada pengapuran di otak, sehingga anak bisa mengalami keterbelakangan perkembangan.
Jadi, setiap anak perempuan sebaiknya mendapat vaksinasi rubela untuk melindungi janinnya bila ia hamil kelak. Pada anak perempuan kekebalan ini nantinya akan diturunkan kepada bayinya hingga berusia 9 bulan. Rini pun memandang perlunya vaksinasi rubela pada pria, karena campak jerman yang mungkin menjangkitinya bisa menulari sang istri yang tengah hamil

Posted in BACA SEMUA ISI, Mengenal Kesehatan Masyarakat | Tagged , , , , | Tinggalkan komentar

Temuan BPK : Pengelolaan Obat di Puskesmas di Kabupaten Banjar tidak wajar

Sekda Banjar saat memimpin Rakontek Ka Puskesmas se Kab.Banjar

Ada sesuatu yang berbeda saat Rapat Konsultasi teknis Kepala Puskesmas se Kab. Banjar di Aula guest house Sultan Sulaiman Martapura Senin 17 Oktober 2011. Sekda Ir.Nasrun Syah,MP banjar berkenan hadir. Selain dalam rangka pencanangan Imunisasi Tambahan Campak dan Polio, beliau ternyata menindaklanjuti temuan BPKtentang pengelolaan obat di beberapa Puskesmas di Kab.Banjar.
Hasil temuan BPK menyatakan ada ketidakwajaran dalam hal pengelolaan obat pada semua Puskesmas di Kab.Banjar. Memang serasa tidak adil karena pada beberapa Puskesmas ternyata ada yang sudah memenuhi standar, namun tidak menjadi obyek audit BPK saat pemeriksaannya. Salah satunya adalah Puskesmas Sungkai,Kami merasa telah memenuhi standar yang berlaku, seperti adanya kartu stok, gudang obat yang terpisah dengan pelayanan obat, ruang tersendiri untuk ruang obat, laporan distribusi obat tiap bulan yang terpantau dan tepat waktu, pengawasan yang kontinyu oleh Pimpinan serta adanya tenaga pengelola obat seperti apoteker dan asisten apoteker.
Apa yang disebutkan diatas merupakan hasil temuan pada beberapa Puskesmas sampel menjadi temuan ketidakwajaran tersebut.
Untuk menindaklanjuti hasil temuan tersebut, Sekda berjanji akan melakukan beberapa kebijaksanaan diantaranya akan mengadakan pertemuan dengan semua petugas pengelola obat bulan depan, penataan dan pemerataan tenaga asisten apoteker pada semua Puskesmas serta pengaturan arus distribusi obat pada Dinkes dan Gudang Farmasi.Kita berharap terobosan tersebut nantinya akan dapat memberikan oerubahan ke arah yang lebih baik kedepannya.( rozie)

Posted in BACA SEMUA ISI | Tagged , , | Tinggalkan komentar

Kepala Puskesmas Sungkai dan Istri laksanakan ibadah Umrah

berpose di depan masjid Nabawi setelah sholat subuh dan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW

Kepala Puskesmas Sungkai bersama istri tanggal 25 Juli sampai 8 Agustus 2011 yang lalu menjalankan ibadah umrah bersama istri. Umrah selama 12hari tersebut dimulai dengan menjalani ibadah di Masjid Nabawi Madinah selama 2 hari.Di sini beliau mengunjungi makam Rasullullah dan beberapa kali sempat sholat sunat di “Raudah”, tempat yang paling mustajab berdoa di dalam mesjid Nabawi.

di depan jabal rahmah

Selanjutnya selama 8 hari berada di Makkah al Mukarramah. Beliau bersama istri selain menjalankan ibadah umrah juga alhamdulillah berkesempatan mengecup Hajar Aswad. Selama di Makkah,beliau menginap di Hotel Zamzam yang bertepatan langsung dengan halaman Masjidil haram.

Selama di Makkah, 4 hari terakhir masuk dalam bulan Suci Ramadhan. Sehari menjelang pulang, sempat menginap di Jeddah sebelum akhirnya hari Kamis sore tanggal 7 Agustus 2011 kemablike tanah air.

Pa rozie bersama istri berfoto di depan Kabah sesaat selesai menjalankan ibadah Umrah

Posted in BACA SEMUA ISI, Serba Serbi | Tagged , , | Tinggalkan komentar